Jumat, 18 Juni 2010

analisa psikologis tentang kekalahan jerman vs serbia di world cup 2010


jika Anda adalah seorang fans fanatik sebuah klub bola, kekalahan adalah sesuatu yang menyakitkan. Sama menyakitkannya saat saya menyaksikan kekalahan jerman yang ditekuk oleh Serbia pada hari jumat (18/6).


jerman adalah salah satu tim yang dijagokan sebagai kandidat juara dalam World Cup 2010. dengan para pemain yang masih muda dan enerjik, serta permainan yang sistematis mengantarkan jerman kepada kemenangan mutlak atas australia dengan skor 4-0 pada liga perdana grup D di stadion Moses Mabhida, minggu (13/6) lalu.


kemenangan tanpa balas ini lantas menimbulkan euforia, tidak hanya kepada tim yang terkenal dengan julukan der panser itu, namun juga kepada para fansnya. gol-gol indah yang tercipta dari tendangan podolski, klose, muller dan cacau semakin membuat tim yang dilatih oleh Joachim Loew berada di atas angin. mereka pun sangat yakin dapat mengalahkan Serbia pada laga berikutnya.


namun kenyataan berkata lain. euforia yang terlalu dini membuat jerman begitu optimis sehingga tidak menyadari bahwa Serbia adalah lawan yang kuat. ditambah lagi dengan kartu merah yang diterima oleh Klose pada menit ke 36 membuat jerman terpaksa harus bermain dengan 10 pemain.


Kubu Serbia langsung memanfaatkan kelebihan pemain ini. dimenit ke-38 Milan Jovetic menceploskan gol ke gawang yang di jaga oleh Manuel Neuer, yang membuat Serbia unggul dengan skor 1-0. sementara jerman, terus berusaha untuk menyeimbangkan permainan dengan hanya mengandalkan 10 pemain.


sebenarnya sangat banyak peluang yang dapat digunakan jerman untuk mencetak gol ke gawang lawan. namun faktor kekurangan pemain ini menyebabkan mental pemain jerman menjadi down. ditambah lagi klose yang dikeluarkan dari lapangan secara tidak hormat adalah salah satu striker jerman yang produktif dalam mencetak gol ke gawang lawan, dan para pemain jerman yang dikenai kartu kuningpun harus bermain dengan ekstra hati-hati agar tidak dikenai kartu merah.


Di babak kedua Jerman tidak bermain jelek. Tercatat beberapa kali Jerman memiliki kesempatan mambalas gol, namun tidak membuahkan hasil. sering sekali ketika salah satu pemain jerman telah mengiring bola ke arah gawang Serbia, sang pemain tidak memiliki rekan yang berada di dekatnya untuk membagi bola. alhasil, gol yang didamba pun gagal tercipta.


Jerman memiliki kesempatan emas ketika Podolski mendapatkan penalty. Namun sayang sekali, kesempatan  tersebut harus sirna begitu saja. arah tendangan podolski dapat dibaca oleh kiper serbia. podolski menendang dengan menggunakan kaki kiri, sehingga dapat diprediksi bahwa tendangannya tidak mungkin mengarah ke sebelah kanan gawang.


situasi ini menimbulkan beban psikologis kepada tim jerman. selain kecewa, sebagai tim yang diunggulkan mereka diharuskan untuk dapat menaklukkan Serbia yang tidak terlalu dijagokan di Piala Dunia 2010 ini.



Bagaimana sebuah kekalahan dapat dipahami dan dirasakan oleh para fans? Umumnya, orang akan merasakan kepahitan yang mendalam saat peluit akhir ditiup. Ah, sial, kampret, bego! Itu mungkin ungkapan spontannya.

kemudian mereka akan merekam ulang kejadian-kejadian yang baru saja lewat dalam benaknya atau dari tayangan ulang, lalu membuat "pengandaian-pengandaian" atas peluang yang dilewatkan tapi tak berbuah gol. "Andai saja tendangannya sedikit melengkung, andai saja tendangannya tadi tidak terlalu kuat dan agak melengkung ke bawah. Andai saja ini, dan andai saja itu..."

yang namanya pertandingan pastilah ada yang menang dan kalah, dan kekalahan adalah sesuatu yang wajar. seperti yang tersirat dalam teori psikoanalisa yang dikemukakan oleh Sigmund freud tentang mekanisme pertahanan diri Sublimasi, bahwa ada kalanya kekalahan itu dapat bermakna positif jika pihak yang kalah dapat menerima kekalahan itu sebagai 'pukulan' dan juga sebagai motivasi agar dapat bertanding dengan lebih baik lagi ke depannya. tidak hanya bagi jerman, namun juga bagi tim-tim lain yang diunggulkan. semoga... :)

Selasa, 15 Juni 2010

green-yellow dan grün-gelb



green dan grün pada dasarnya adalah sama..
green adalah bahasa inggris, sedangkan grün adalah bahasa jerman, yang keduanya memiliki arti 'hijau' dalam bahasa indonesia..


begitu juga dengan yellow dan gelb..
yellow (inggris) dan gelb (jerman) artinya sama2 'kuning'..

kenapa kali ini saya nge-post tentang 'hijau' dan 'kuning'?
karena saya sangat menyukai kedua warna itu sejak saya kecil..

saya bukanlah aktivis lingkungan yang selalu memakai 'something' yang ada ijo-ijo nya..
bukan.. saya bukanlah seperti itu...

saya suka warna hijau karena saya memang suka sama warna hijau..
bingung yah??
hehehe.. saya juga bingung..

tapi kalo ditanya warna apa yang saya paling suka, saya akan menjawab 'hijau'..
mata saya suka ngeliat yg ijo2 (bukan duit atau cendol yahh.. hehehe..)

saya suka apapun yg berwarna hijau..
hijau biasanya berarti 'sesuatu yg baik'..
pakaian operasi dokter warnanya ijo..
hutan warnanya ijo..

as u know, silvana berasal dari bahasa latin yg artinya hutan..
saya gak tau kenapa org tua saya memberikan nama itu kepada saya..
sepintas kalo di liat, aneh bgt kan artinya?
gak kayak nama2 lain yg artinya cerdas, cantik, baik, etc...
namun setelah saya pikir2, hutan itu adalah sumber kehidupan..
banyak organisme yg bergantung sama hutan...

dan mungkin, org tua saya memberikan nama seperti itu ke saya agar saya dapat menjadi 'sumber kehidupan' bagi org lain.. (jadi bos yg suka ngasi duit ke anak buahnya kaleee.. :p )
dan juga supaya dapat mengayomi, serta membantu org lain dan memberikan apa yg ia butuhkan..
ceiileeee.. hahahahha.. :p

okehh, kembali lagii ke laaaaptooooopp..

secara psikologis, warna hijau dapat memberikan ketenangan, sensasi yg menenangkan bagi siapa saja yg melihat..
makanya, saat orang tua saya menanyakan warna apa yg saya inginkan untuk cat di kamar saya, saya langsung menjawab: "ijo sama kuning!"
lalu kamar mandinya?? "ijo-kuning juga.."
dengan komposisi 50-50..
ijo setengah, kuning setengah..
yang cat warna ijo letaknya di bagian atas dinding hingga ke tengah, dan yg kuning letaknya dari tengah dinding ke bawah..

kenapa ijo?
kenapa kuning?
kenapa ijo diatas, kuning di bawah?

pertama, karena ijo adalah warna yg menenangkan..
saya pingin ketika saya ada masalah, dan ketika saya masuk ke dalam kamar.. saya akan merasa lebih tenang dan terkontrol.. and trust me, it works! berhasil.. berhasil!! :D

***ekspresi dora the explorer***

kedua, jika mata saya lelah, terlalu lama berada di depan komputer, saya bisa membuat keadaan mata saya sedikit lebiih baik dengan memandang dinding kamar saya yg berwarna hijau.. dan sekali lagi, it works!

ketiga, kenapa kuning?
karena kuning adalah warna yg energik.. bersemangat.. dan ceria..
jadi, ketika saya bangun tidur di pagi hari dan melihat warna kuning disamping saya (secara saya suka tidur mepet ke dinding, makanya warna kuningnya saya taro di bawah), maka secara psikologis, mata saya akan mempersepsikan bahwa hari sudah terang sehingga saya harus segera siap2 utk menjalankan aktivitas.. supaya gag telat gitu loh.. ;)

keempat, kenapa ijo kuning?
begini, disaat ada masalah yg membuat saya sedih, pertama saya akan berwudhu di kamar mandi saya yg berwarna ijo kuning, yg menandakan ketenangan dan keceriaan..

kemuadian saya akan berbaring di tempat tidur (seperti yg diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk meredakan emosi).

nah, di saat saya berbaring, maka secara otomatis mata saya akan memandang ke atas.. ke warna ijo yg menenangkan itu..
kemudian akan memandang ke samping, ke warna hijau..

kenapa?
mekanismenya begini.. disaat saya sedang emosi dan saya memandang warna hijau, maka pikiran saya akan jauh lebih tenang.. nah, disaat sudah agak tenang lalu saya akan memandang warna kuning yg terletak disebelah saya, maka saya akan jadi lebih ceria.. lebih bersemangat.. :)

nah, begitulah alasannya saya menyukai perpaduan antara warna ijo dan warna kuning..

udah dulu yahh..
ngantukk..

salam ijo-kuning.. ;)

bubbyeeeee...

final dan sepak bola..

haaiii.... :D

maaf baru bisa ngepost lagii setelah sekian lama..
kmaren2 lagi sibuk2nya final..
yakk.. FINAL...
dan kesehatan gw juga sedang memburuk pada saat itu..
tubuh gw gag bisa diajak kompromi..

hari pertama sampe hari ke 3 finalnya lumayan lancarr...
lancar mengarang bebas maksudnyAA..
hihi.. :p

giliran hari ke 4...
ujian psikologi sosial..
buseeett,, soalnya jauh berbeda dari yg udh gw prediksiin..
banyak bgt istilah2nya...

akhirrnyaa.. jatah menjawab soal dijadiin ajang utk mentranslate bahasa inggris ke bahasa indonesia, terus di silang deh jawabannya..
hehehe..

then, hari ke 5.. ujian statistik..
sumpahh.. dari 5 soal yg bener2 komplit saya jawab cuman 1 soal..
tiap soal itu jawabannya beranak-cucu sampe beberapa generasi..

cucu pertama bernama hipotesa..
cucu kedua namanya daerah penolakan..
cucu ke tiga namanya grafik..
cucu ke 4 kesimpulan..

yg gw kenal cuma cucu pertama sama cucu ke tiga..
cuma itu yg gw jawab..

walaupun ujiannya open book, tetep aja gw ga bisa jawab..
perut gw sakit.. pas ngliat begitu rupanya wujud si soal,, jadi tambah sakit lagi..
ditambah lagi anemia gw kambuh.. jadilah gw cuma bisa menatap kertas soal dgn kertas jawaban gw dgn kepala yg super pusiing dan lemes.. (pada saat itu gw lagi M, jadi kekurangan darah)

malem sebelum ujian statistik,, gw jg ga konsen blajarnya...
pulang les jam 9 malem.. kpala gw udh mulai pusing..
lemess...
begitu kena bantal lgsg maknyusss deh rasanya..

sedangkan waktunya yg dikasii cuma 70 menit utk soal sekomplit itu dgn jawaban sepanjang 1 halaman dobel polio..
sigh!

pas waktunya kumpul,, gw pandangi kertas jawaban gw...
byk yg kosong..
cuma beberapa aja yg berisi..
seandainya ntar tu dosen ngasih C, gw ud bersukur bgt...
apalagi kalo dapet A...
hehehe.. ngarep.. :P

huhu.. asal jgn D aja dehh..!

gara2 statistik sialan itu,, semangat gw jadi drop..
takut bgt gw ga bisa jwb ujian yg laen..

besoknya antropologi, lumayan lancar..
pas psikologi abnormal juga lumayan lancar..
lancar bgt gw mengarangnya..
sampe2 pulpen gw macet saking cepetnya speed tangan gw dlm mengarang..
hahaha.. XD

satu hal yg paling gw benci,, knapa pertandingan jerman lawan aussie kmaren jadwalnya tengah malem..
gw kan ga bisa nonton gara2 masi ada ujian besoknya..
siaran ulangnya jg kaga bisa nonton..
kasian deh gw..

apalagi skornya 4-0..
geregetan bgtttt!!!!! pgn ngeliat gol2 indah yg udh dicetak sama der panser jerman..

arrrrrggggghhhh..!!!

udah dulu yeee..

salam geregetan dari gw..
:D

Rabu, 09 Juni 2010

EMPATI

Menurut Wikipedia, empati adalah kemampuan untuk memahami, dan kesanggupan untuk menempatkan diri dalam keadaan orang lain.

Daniel Goleman, dalam buku Emotional Intelligence, mengemukakan,
empati memungkinkan seseorang untuk menghayati masalah atau kebutuhan
yang tersirat di balik perasaan orang lain, yang tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata.
Melalui empati, kita tidak hanya keluar diri dalam usaha memahami orang lain,
tetapi juga melakukan pemahaman internal terhadap diri sendiri.

Mengapa Perlu Empati ?
Pertama, kesadaran bahwa tiap orang memiliki sudut pandang berbeda akan mendorong kita agar mampu menyesuaikan diri sesuai dengan lingkungan sosialnya.
Dengan menggunakan mobilitas pikiran, kita dapat menempatkan diri pada posisi perannya sendiri maupun peran orang lain sehingga akan membantu melakukan komunikasi efektif.

Kedua, mampu berempati mendorong kita agar tidak hanya mengurangi atau
menghilangkan penderitaan orang lain, tetapi juga ketidaknyamanan perasaan melihat
penderitaan orang lain. Merasakan apa yang dirasakan individu lain akan menghambat
kecenderungan perilaku agresif terhadap individu itu.

Ketiga, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain membuat kita menyadari bahwa orang lain dapat membuat penilaian berdasarkan perilakunya.
Kemampuan ini membuat individu lebih melihat ke dalam diri dan lebih menyadari serta
memperhatikan pendapat orang lain mengenai dirinya.
Proses itu akan membentuk kesadaran diri yang baik, dimanifestasikan dalam sifat optimistis, fleksibel, dan emosi yang matang. Jadi, konsep diri yang kuat, melalui proses perbandingan sosial yang terjadi dari pengamatan dan pembandingan diri dengan orang lain, akan berkembang dengan baik.



empati tidaklah sama seperti temperamen yang merupakan faktor hereditas (keturunan). pada dasarnya semua orang memiliki empati, namun dengan kapasitas yang berbeda-beda. ibarat pisau, maka empati merupakan sesuatu yang perlu diasah agar tajam.

mengasah empati haruslah dilakukan sejak dini. sebab empati dapat membuat anak menjadi lebih merasa bersyukur terhadap apa yg ia miliki.

saya sendiri (bersama adik2 saya) sejak masih kecil sampai sekarang masih sering diperlihatkan suatu fenomena oleh ibu saya yang mendorong saya untuk selalu berfikir "bagaimana jika saya menjadi dia?". misalnya saja pada saat kami menonton pertandingan tinju di salah satu channel olah raga, ibu saya sering berkata: "lihat tuh, ayah orang rela dia dipukul sama orang, berdarah2, idung patah, terus mukanya babak belur lagi tuh.. terpaksa dia kayak gitu demi kasih makan buat anaknya.. coba bayangin seandainya ayah kalian kayak gitu, apa kalian tega?"

hal seperti inilah yang tertanam dalam pikiran saya selama bertahun-tahun sampai saat ini.. setiap kali saya melihat orang yang tidak seberuntung saya, saya pasti akan langsung berpikir bagaimana jika kondisi saya seperti dia? bagaimana jika seandainya dia adalah ayah saya? atau bagaimana jika ibu2 tua yang sedang saya lihat saat ini adalah ibu saya?

berpikir seperti ini dapat membuat saya berpikir bahwa Alhamdulillah, ternyata Tuhan masih sayang sama saya.. saya masih punya orang tua yang sehat, rezeki yang berkecukupan, serta diberikan kesempatan untuk menikmati semua yang telah saya miliki..

kalau melihat kepata orang2 yg secara materi posisinya 'lebih' dari kita memang tak kan ada habisnya..
namun cobalah sekali2 melihat 'ke bawah'.. banyak orang yang tidak seberuntung kita..

salam empati dari saya,

silfana

Rabu, 02 Juni 2010

dibalik keterbatasan

bingung..

itulah yang awalnya saya rasakan ketika dalam perjalanan menuju SDLB yg terletak di desa Labuy, Banda Aceh..
saya gak tau bagaimana harus berkomunikasi dengan anak2 'berkebutuhan khusus' seperti mereka..
saya gak tau apa yg harus ku lakukan disana.. saya belum pernah bertemu dengan anak2 seperti mereka sebelumnya..

sesampai disana, kami gak langsung masuk ke dalam ruangan kelas.. kami harus menunggu sesaat di luar sekolah karena mereka sedang mengikuti ujian..
saya amati beberapa anak2 yang pergi jajan di luar gerbang sekolah..
secara fisik, mereka terlihat normal.. kecuali seorang anak yg menggunakan kursi roda, dan seorang anak lagi yang dari wajahnya tampak bahwa ia menderita 'down syndrome'..

tak lama kemudian akhirnya ada beberapa kelas yang sudah selesai ujian.. beberapa teman2 saya yg kebetulan bertugas di kelas yg sudah selesai ujian itu pun lalu segera masuk ke kelas mereka masing2, sementara saya beserta beberapa teman lainnya masih menunggu di luar ruangan kelas. menanti mereka yg masih ujian..

saat kami sedang menunggu, tiba2 ada seorang anak kecil yang cantik menghampiri kami... kulitnya putih, dagunya terbelah, serta matanya lentik.. benar2 cantik.. dengan langkahnya yg tertatih2 sehingga harus dipegang oleh kakak pengasuhnya, ia mendekati kami..

"i-va", ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepada kami.. suaranya tak begitu jelas.. ia menyalami kami satu persatu, memperkenalkan namanya, sekaligus ingin berkenalan dengan kami.. pada saat ia bersalaman denganku, lalu aku bertanya: "iva kelas berapa?"
"ke-as u-wa (kelas dua)", jawabnya...

kemudian kami masuk ke kelas yang akan kami tempati. awalnya hanya ada 4 murid di dalamnya.. ada iva dan beberapa anak lain.. lalu kami pun berkenalan dengan mereka. murid yang pertama terlihat seperti anak normal pada umumnya; tak ada keluahan fisik, bisa diajak berbicara, dan merespon sikap kami dengan baik. lalu perhatianku tertuju pada murid kedua yg bernama Nofal. ia mengalami gangguan fisik seperti kurangnya keseimbangan tubuh, lengannya agak bengkok, serta cara bicaranya yg sama seperti iva..

disamping nofal, duduk seorang murid laki2. dari wajahnya dapat diketahui bahwa ia menderita 'down syndrome'. saat ditanya namanya ia hanya diam. tanpa ekspresi. lalu Nofal berkata: "na-ma-a ih-san. i-a e-mang ak i-sa ngo-mong (namanya ihsan.. dia memang gak bisa ngomong)"

okeh.. tak apa..

lalu kami menyuruh seorang anak untuk memanggil teman2nya yang lain.. seharusnya ada 8 murid di kelas kami, tapi kemudian bertambah menjadi sekitar 15 murid, sehingga crayonnya tidak cukup, mereka harus saling berbagi. begitu juga dengan susu dan kue yang akan dibagikan, sehingga harus dibeli lagi..

aku memperhatikan nofal. pada saat kami masuk ke dalam kelas, ia sedang meminum sebuah minuman berwarna hijau di dalam kantong plastik berwarna bening. tapi entah mungkin karena koordinasi keseimbangan tangannya yang tidak pas, menyebabkan sebagian minumannya tumpah ke atas meja.

"aduh, mejanya basah.. isan pindah ke belakang aja dek ya? soalnya kalo mejanya basah ntar isan gak bisa menggambar." ujarku. dan dengan diam, isan pun menurutiku.

nofal langsung mengeluarkan kain lap dari bawah lacinya. ia ingin melap mejanya, namun kemudian Rizki (teman sekelompokku) mengambil alih melap meja yang basah tersebut, sementara aku duduk di samping nofal, membimbingnya menggambar.

"nofal mau gambar apa?" tanyaku. "e-man-da-ngan (pemandangan)" jawabnya. lalu kuperhatikan dia, walaupun pergelangan tangannya agak bengkok, namun ia dapat menggambar dengan baik. dalam kertasnya ia menggambar gunung, rumah, pohon, mobil, kolam, matahari, dan juga mobil. kemudian nofal menambahkan sebuah gambar. kurang jelas gambar apa.

"gambar apa itu nofal?" tanyaku.
"a-am. a-am.." ulangnya. "u-u u-ukk.." ia menirukan suara ayam.
gambarnya sudah selesai. sekarang saatnya mewarnai.

disini lah kekurangan nofal, ia tidak dapat mewarnai sesuai dengan garis2 yang telah ia gambar sebelumnya. akibatnya warnanya jadi acak2an, keluar dari garis. namun kemudian setelah aku bimbing, ku pegang tangannya, maka mewarnainya pun sudah jadi lebih baik.

"ak, u-ah si-ap (kak, udah siap)"
"kalo udah siap, sekarang tulis nama nofal di bawah sini" kataku sambil menunjukkan bagian bawah kertasnya. nofal dapat menulis namanya sendiri dengan lancar.

"makasih ya.. ini kertasnya kakak kumpulin ke depan yah.."
nofal mengangguk.

"adik2, liat nih, nofal udah siap gambarnya.. bagus kan? punya adik2 yg lain mana? ayo, jangan mau kalah donk sama nofal.. nanti kalo semuanya udah siap menggambar, kakak bakalan bagiin makanan buat adik2 semua." ujarku sambil memperlihatkan gambar nofal kepada adik2 yang lain.
sebelum mengumpulkan gambar nofal, akupun menghampiri ihsan yang duduk di belakang nofal.

"ihsan udah siap? coba kakak liat?"
ihsan hanya diam. tak jelas ia menggambar apa. di kertasnya terlihat ia hanya menggambar bulat2 kecil yang diberi warna. saat aku bertanya gambar apa itu, ia hanya diam..
"ya udah, dilanjutin aja terus yah gambarnya.." ujarku seraya berlalu.

menurutku, nofal sudah agak mandiri. misalnya saja, pada saat ia berkeringat, ia menolak untuk ku sapukan keringatnya, dan pada saat crayonnya patah, ia tak mau terpaku begitu saja. ia mengeluarkan crayonnya sendiri dari dalam tasnya. nofal mempunyai semangat dan motivasi diri yang baik.

lalu perhatianku tertuju pada dua orang murid yang duduk di belakang - aidil dan avixena. avixena adalah seorang penyandang cacat. ia menggunakan kursi roda dan mengalami pengecilan pada bagian kaki dan tangannya sehingga ujung kakinya tidak sampai menyentuh ujung terluar pada kursi rodanya dan ia tak dapat memutar roda pada kursi roda dengan tangannya sendiri, sedangkan aidil adalah sahabat yang sangat setia. ia menemani avixena kemanapun, mendorongkan kursi roda untuk avixena.

lalu waktupun habis. semua murid sudah siap menggambar, dan sekarang saatnya membagikan kue dan susu untuk mereka. sebelum makan mereka kami suruh untuk membaca doa, dan mereka kebanyakan sudah mengetahui doa makan. dan setelah makan mereka mengumpulkan sampah mereka masing2. sudah waktunya mereka pulang. sebelum pulang, saya dan imah (teman sekelompok saya juga) memimpin adik2 untuk bernyanyi.. kami menyanyikan 2 buah lagu. setelah selesai mereka menyalami tangan kami satu persatu..

setelah mereka pulang, kamipun berkumpul bersama kepala sekolah dan guru dari SDLB untuk mendengar sepatah dua patah kata dari pihak sekolah. dari penuturan mereka dapat disimpulkan bahwa pemerintah kurang peduli terhadap bidang pendidikan luar biasa. sekolah di SDLB memang gratis, tidak dipungut biaya apapun, namun fasilitas yg ada sangat tidak memadai, berbeda dengan SDLB di daerah2 lain di luar Aceh. disini, tenaga ahli sangat minim, sedangkan beberapa tahun yang akan datang para tenaga ahli yg ada akan memasuki masa pensiun. bapak kepala sekolah menginginkan agar dibukanya satu jurusan baru yaitu pendidikan guru luar biasa.

mereka tidak lah idiot. sama sekali tidak idiot. mereka mampu untuk dididik dan di latih. beberapa dari mereka  juga ada yg berprestasi dan memiliki kecerdasan seperti anak yang normal, hanya saja keterbatasan yang mereka miliki membuat mereka dipandang sebelah mata oleh orang lain.

untuk menjadi guru di SDLB sangatlah berat. selain harus menghandle beberapa kelas sekaligus (yg disebabkan oleh kurangnya tenaga ahli), profesi sebagai guru SDLB juga mengharuskan kepada guru2 yang ada di sana agar bisa bersabar dan tekun, karena menangani anak dengan kebutuhan khusus seperti mereka tidaklah semudah menangani anak2 normal pada umumnya.

dan kita, selaku manusia yg lahir dengan kondisi yg sempurna, seharusnya patut bersyukur, dan juga iri kepada mereka.. sebab, mereka dengan segala kekurangan yang mereka miliki, sangat bersemangat dan akan selalu berusaha agar dapat hidup lebih baik..

bagaimana dengan  kita??

dunia 'hanya' selebar daun kelor..

dunia 'hanya' selebar daun kelor..
kayaknya ini dehh judul yg paling pantes utk postingan aku kali ini...
mengingat semua hal yg terjadi ternyata berputar disekitar itu-itu aja, orangnya itu2 aja, ga jauh2..

sedikit ceritaa...

baru2 ini aku mengalami sesuatu yang saaaaaaaaaannngaaaaatt tak terduga..
u know what??
ternyata yg jadi pacarku hampir setahun ini adalah sodaraku sendiri...
what???
nih aku ulangin lagi yah: SODARA !!

haha.. oon bgt yah? kok baru taunya sekarang??
kok bisaaaa ??

okeh2,, begini ceritanyaaaaa...
...
...
...
...
...

pada suatu malem, iseng2 aku ngeliat fb-nya abangnya dia..
then, aku liat mutual friendsnya,, dan ternyata yg jadi mutual friendsnya itu mostly adalah sodaraku..

then, i called him..
dengan pulsa yg terbatas gara2 si bulan cepet berakhir,,
aku ceritain deh apa2 aja yg aku liat tadi...
** dengan menggebu2, semangat 45 **

trus dia tanya, "emangnya siapa2 aja sodara yg jadi mutual friendsnya?"
aku: "si ini, si itu, bla bla bla bla..."

hening sejenak...

aku: "adun kenal sama mereka?"
dia: "kenal.. kenal baik malah sama mereka.. bahkan si H itu dulu sempat tinggal skitar 2 bln di rumah adun yg di meulaboh.."
(FYI, aku manggil dia dgn sebutan adun.. coz adun means "abang" in aceh language..)

dia: "emangnya hubungan sodaraan sama mereka itu gmana?"
aku: (mulai menjelaskan secara terperinci, mulai dari sini,, sini,, sini,, lalu sini...)

dia: oh, deket bgt yah berarti?
aku: ya iya lah,,

dia: hihihi... :p
aku: weks,, apa nyengir2? :p
dia: nggak, lucu aja.. :p

aku: nyesel gag pcran sama sodara?
dia: gag lahh.. yg pntg kan cinta..
aku: iss,, si agan.. gombal!! timpukin pake bata ntar.. hahhahaha.. (KASKUS mode: ON)

kilas balik...

awalnya aku ketemu dia itu pas aku ikutan bimbel utk intensive SNMPTN,, skitar bulan mei 2009 lalu..
waktu itu aku ngmbil program IPC, dan kbtulan dia jadi tentor utk pelajaran sejarah disana (padahal background of study-nya dia ilmu hukum)...

mulai dari situlah deketnya.. mulai sering konsul,, sharing sama2, ngaskus bareng, makan siang bareng, smsan..
dan kemudian kami jadiannya sekitar 2 minggu setelah perpisahan di bimbel... tepatnya tanggal 07-07-2009..

dan skarang,, udah hampir setaun pacaran baru nyadar kalo ternyata kita ntuh sodaraan...
whaaaaaaaaaaaaaattttttttt????????
pliss dehh..

jangan2 ntar pas diurutin silsilah keluarganya, ternyata dia mesti manggil aku dgn sebutan "tante" pulakk lagi...
hihihi... :p

ah,, ada2 aja deh... :p