Banda Aceh, 11 Januari 2013...
lelah secara fisik, bersemangat secara psikis. itulah yang aku rasakan akhir-akhir ini..
beberapa minggu ini aku merasa seperti dikejar-kejar oleh waktu. banyak sekali yang harus aku lakukan.
aku pergi pagi, pulang sore. ketika sampai ke rumah pun tubuh sudah terasa sangat lelah. ingin rasanya langsung merebahkan tubuh, bercumbu dengan nikmatnya bantal guling dan ranjang yang hangat. tapi apa daya, berbagai tugas harus dikerjakan. Essai tentang penanganan kesehatan jiwa harus segera diselesaikan, serta tulisan-tulisan lain yang menunggu deadline. sementara itu aku harus merevisi proposal skripsiku, mengurusi bisnisku, menapaki impian masa kecilku untuk studi ke jerman dengan belajar bahasa jerman minimal satu jam per hari nya, dan juga mengurusi event 2nd anniversary Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI). untuk event 2nd Anniversary ini aku merasa punya tanggung jawab ekstra, disatu sisi aku adalah koordinator provinsi aceh sekaligus ketua panitia untuk acara ini. acara ini adalah kolaborasi dari 3 universitas di Aceh yang bergabung di ILMPI, yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Muhammadiyah Aceh, dan Sekolah Tinggi Ilmu Psikologi Harapan Bangsa.
dengan segala kegiatan-kegiatan itu aku terpaksa pergi pagi, pulang sore (atau bahkan ketika maghrib), tidur jam 1 dini hari, dan terbangun pukul 05.30 ketika azan subuh berkumandang dan hanya belajar selama 45 menit untuk UAS. jam 6.15 belajar pun dihentikan dan aku segera mandi dan berkemas untuk segera ke kampus..
pagi-pagi sekali aku sudah tiba di kampus. keterlambatan adalah suatu hal yang aku benci dan aku takutkan, terutama pada saat UAS seperti ini. aku tak mau kehilangan menit-menit waktu mengerjakan soal. bagiku menit-menit itu sangat berharga, terutama untuk mengarang indah ketika soal essai.. :p
setelah ujian pagi ini, aku harus segera menjumpai dosen pembimbingku untuk menyerahkan proposal penelitianku yang sudah aku revisi selama beberapa malam terakhir ini. tak lupa pula ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ku pinjam.
siangnya aku bisa sedikit santai-santai di kos Rena sambil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang sedang membuat proposal skripsinya yang harus dikumpul siang ini. aku telah menyiapkan proposal itu sejak malam-malam yang lalu, jadi aku bisa tidur-tiduran di kos rena sambil sesekali membantu memberikan saran kepada teman-temanku mengenai proposal skripsinya. proposal skripsi yang ini tidak diberikan kepada dosen pembimbing, tetapi dikumpulkan kepada pengawas ujian sebagai syarat ujian mata kuliah penyusunan proposal skripsi yang kami ambil di semester ini.
setelah menggumpulkan proposal skripsi, aku dan nyanyak bergegas pergi ke YPAB. bunda (pimpinan YPAB Banda Aceh) meminta kami untuk segara ke sana. kata bunda, pimpinan YPAB pusat, yaitu Ibu Sri Sudarsono (adik kandung Pak BJ Habibie) akan datang mengunjungi YPAB hari senin ini bersama donatur dari Kuala Lumpur, untuk itu kami diminta untuk hadir dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore untuk mengajar dan bermain bersama adik-adik di YPAB..
disatu sisi, aku salut loh sama keluarga pak BJ Habibie.. mereka orang kaya, dan punya jiwa sosial yang tinggi. Pak BJ Habibie membuat yayasan yang berfokus kepada anak-anak yatim-piatu, bu Ainun mendirikan yayasan donor kornea mata, abangnya pak BJ Habibie mendirikan yayasan yang fokusnya untuk para manula, sedangkan Ibu Sri Sudarsono mendirikan yayasan yang berfokus pada anak-anak berkebutuhan khusus (penyandang cacat). walaupun aku dan teman-teman belum pernah bertemu langsung dengan Ibu Sri Sudarsono, tapi sedikit banyaknya kami tahu tentang beliau dari Bunda..
Aku, nyanyak, reza, dan bang mulqan datang ke YPAB dan berbincang-bincang dengan Bunda dan seorang guru yang ada di YPAB. kebetulan bunda dan ibu guru tersebut baru selesai pulang dari kantor dinas sosial dan dinas pendidikan untuk presentasi draft program. alhamdulillah mereka disambut dengan baik oleh sang kepala dinas. bagiku ini adalah sebuah angin segar, karena sebelumnya dinas itu cuek-cuek aja, bahkan sama sekali tidak peduli padahal antara pihak sekolah dengan dinas sudah ada MoU yang berjalan selama setahun.
setelah aku melihat draft program yang bunda sampaikan ke dinas-dinas tersebut, menurutku, WOW! ini program gilaaaaaaa... bagus banget.. belum ada sekolah luar biasa di aceh yang mempunyai program se-dahsyat ini!
tak lama setelah berbincang dengan bunda, datang Pak Iwan. Pak Iwan ini adalah seorang guru yang menempuh pendidikan di jalur Pendidikan Luar Biasa yang tersentuh dengan keadaan anak-anak berkebutuhan khusus dan mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak di YPAB. lama sekali kami berbincang-bincang dengan Pak Iwan. Pak Iwan menanyakan program kami, dan beliau terlihat sangat sangat senang dan antusias ketika kami memaparkan tentang program kami. pak iwan menanyakan berapa usia kami. kami jawab kami masih 21 tahun (kecuali bang Mulqan yang udah 22 tahun :p ), pak Iwan bilang di usia semuda itu, program yang kami usulkan itu sangat luar biasa! aku bisa melihat campuran antara antusias dan kesenangan yang luar biasa yang tampak pada binar-binar yang ada di matanya.. beliau suka asesmen yang kami lakukan.. bilang program yang kami usulkan itu 90% cocok dengan programnya dengan bunda, padahal antara kami dan pak iwan belum pernah bertemu sebelumnya..
akhirnya diskusi kami akhiri ketika azan maghrib berkumandang. kami pun pulang ke rumah masing-masing..
begitulah kegiatanku sehari-hari.. aku harus minta maaf untuk sms-sms atau bbm yang tak sempat ku respon. kadang aku lupa balas, maaf.. :)
kegiatan seperti ini membuatku sedikit banyaknya mengabaikan urusan hati. ada beberapa pria yang mencoba mendekatiku, tapi ujung-ujungnya kabur karena ketidakpahamannya atas situasiku. aku sering sekali mengabaikan sms-smsnya di siang hari. jujur aku tak sempat untuk bercengkrama lama-lama via sms. aku bisa balas, tapi itu berjam-jam kemudian, yaitu ketika malam. aku kurang suka di sms. jika hanya untuk sekedar menanyakan kabar, memberikan perhatian, atau kangen, telpon saja! 5 menit kurasa cukup, kok.. atau kalo memang misalnya ingin lebih sering bersama, yuk ikutan jadi volunteer di YPAB.. aku pasti akan senang sekali! :D
yes, I'm single. tapi bukan berarti karena single, siapa aja boleh untuk dijadikan kekasih.. sembilan bulan menyandang status 'single' tidak membuatku kehilangan perhatian dan kehangatan. aku tetap mendapatkan perhatian dan kehangatan itu dari teman-teman, keluargaku, serta dari adik-adik di YPAB.. aku bukan tipe yang suka bermain-main dalam urusan hati. untuk urusan yang satu ini, aku mencari yang serius, mau berkomitmen jangka panjang dan sesuai dengan kriteria yang kuinginkan..jika ada yang aku rasa cocok dan menarik, ayo kita jalani dulu (pendekatan). aku bukan tipe yang bisa langsung suka, atau tipe yang suka mengumbar rasa sayang di awal-awal perkenalan. bagiku, perasaan itu bisa ditumbukan seiring perjalanan waktu, yang penting kita jalani dulu, jika merasa sama-sama cocok, silakan dilanjutkan..
kembali ke masalah YPAB..
aku lebih suka bekerja seperti ini, menjadi relawan di sebuah lembaga yang baru berdiri.
menjadi sukarelawan artinya bekerja tanpa beban, tanpa kepentingan, dan tanpa unsur politis tertentu. bekerja menjadi sukarelawan adalah pekerjaan dunia-akhirat.. di satu sisi kita menerapkan konsep habluminannas (hubungan antar-manusia) semasa hidup di dunia, dan kegiatan yang dilakukan juga dapat menjadi amalan jariyah sebagai bekal di akhirat kelak..
jika sebagian orang suka bekerja di lembaga yang sudah punya nama, atau sudah besar, aku lebih suka kerja di lembaga yang baru berdiri seperti YPAB ini..
bagiku, bekerja di sebuah lembaga yang baru berdiri memberikan lebih banyak pelajaran dan pengalaman bagiku..
disitu kita dapat belajar bagaimana cara memulai sebuah lembaga, bagaimana cara menyusun program, mengembangkan lembaga, membesarkan nama lembaga, dan bisa lebih mengeksplor ke-kreatifan kita..
ah, sudah dulu ya.. waktu sudah menunjukkan pukul 22.52 WIB. aku lelah sekali hari ini, tapi aku senang. aku harus segera istirahat. besok pagi aku harus meeting dengan teman-teman dari ILMPI provinsi Aceh..
see you another time.. ;)
Jumat, 11 Januari 2013
Minggu, 06 Januari 2013
Menjadi Ibu Rumah Tangga atau Berkarir?
Menjadi Ibu rumah tangga atau berkarir?
Mungkin pertanyaan ini sering
muncul di benak para perempuan yang bekerja setelah berkeluarga, terutama
setelah memiliki anak. Sebelum memiliki anak, mungkin pertanyaan di atas dapat
dijawab dengan mudah. Akan tetapi setelah buah hati hadir, pertimbangan lain
mungkin mulai muncul. Ada yang memilih untuk tetap melanjutkan karir, namun hati
dan pikirannya banyak tersita di rumah, terlebih lagi ketika sang buah hati
sakit. Sedangkan mereka yang memilih meninggalkan karir dan menjadi ibu rumah
tangga demi merawat anak juga merasa kehilangan sesuatu, bukan hanya uang tapi
juga kebanggaan diri.
Pilihan antara menjadi perempuan
karir atau menjadi ibu rumah tangga selalu menjadi dilema bagi para perempuan
yang bekerja. Dalam menjalani kehidupan, setiap orang memiliki prioritas dan
pertimbangan yang berbeda-beda. Baik pilihan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga
ataupun menjadi perempuan yang berkarir, keduanya memiliki sisi positif dan
negatif.
Jika melihat pada beberapa generasi
sebelumnya, banyak perempuan yang menjadi ibu rumah tangga dikarenakan kondisi
ekonomi dan tingkat pendidikan yang kurang memadai. Kini, zaman sudah berubah.
Akses perempuan untuk mendapatkan pendidikan semakin terbuka lebar. Begitu pula
dalam hal aktualisasi diri dan pengembangan
karier, tak ada lagi perbedaan gender yang menjadi masalah.
Sebagian perempuan yang memilih
untuk menjadi perempuan karir memiliki berbagai macam alasan. Mulai dari
penghasilan suami yang kurang mencukupi kebutuhan rumah tangga, hingga prestasi
karir yang begitu cemerlang sehingga sayang untuk ditinggalkan begitu saja. Ketika
perempuan memutuskan untuk berkarir dan memiliki penghasilan sendiri, perempuan
akan merasa lebih dihargai oleh suaminya, karena bisa membantu menopang pundi-pundi
keuangan keluarga. Terlebih lagi di masa krisis yang berpengaruh terhadap keperluan
rumah tangga yang sangat banyak, sementara situasi harga barang pun semakin
meningkat. Namun sebenarnya sebagian besar perempuan karir memiliki rasa
bersalah tersendiri karena sebagian besar waktunya lebih banyak terbuang di
luar rumah.
Di satu sisi, menjadi perempuan
karir memang membuat seseorang memiliki pergaulan yang luas, banyak komunitas
dan juga pengalaman yang kaya. Bagi perempuan yang cenderung suka
bersosialisasi, memiliki banyak teman dan prestasi gemilang di dunia kerja tentunya
menjadi sesuatu yang memberikan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Oleh
karena itu, belakangan ini tidak sedikit perempuan yang memilih untuk bekerja
walaupun gaji suami sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Ada pandangan bahwa sesungguhnya
tidak ada yang bisa menjamin kehidupan kita selain kita sendiri. Memiliki penghasilan
sendiri, berarti ada nilai lebih yang kita miliki. Betapa tidak enaknya,
memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan dengan meminta uang pada suami. Tangan di
atas, lebih baik dari tangan yang di bawah. Begitulah, kemajuan berfikir kebanyakan
perempuan saat ini.
Sayangnya pula, fenomena yang marak
terjadi saat ini adalah banyak perempuan karir yang giat bekerja untuk
membiayai orang lain untuk mengasuh anak mereka. Tak jarang kedekatan antara
anak dan pengasuh mengalahkan hubungan kedekatan antara anak dan ibu. Sungguh,
harga yang sangat mahal yang harus dibayar untuk sebuah ambisi dalam mengejar
kesuksesan karir.
Salahkah menjadi perempuan karir?
Tidak, selama para perempuan karir yang telah memiliki anak tidak menyampingkan
perannya sebagai seorang ibu. Bagaimanapun anak membutuhkan kehadiran dan
perhatian dari ibunya sepanjang waktu. Jika sepanjang hari anak terus berada
dalam pengawasan orang lain yang tidak diketahui secara jelas bagaimana wawasan
dan keterampilannya dalam mendidik anak, hal ini tentunya akan berakibat fatal
bagi pembentukan karakter anak.
Ibu rumah tangga juga merupakan seorang
‘perempuan karir’. Bedanya adalah perempuan karir mendapat gaji setiap
bulanan, namun anak terpaksa harus dititipkan. Sedangkan ibu rumah tangga tidak mendapat
gaji bulanan, namun akan menuai hasil dari investasi waktu dan tenaga yang
telah diluangkan, yaitu mendapatkan kebanggaan dan kebahagiaan yang tak
ternilai harganya ketika anak-anaknya telah menjadi orang yang sukses dan
berhasil sesuai dengan yang diharapkan.
Menjadi ibu rumah tangga bukanlah
pekerjaan yang gampang dan
ringan. Tidak semua perempuan mampu menjalankan peran sebagai seorang ibu rumah
tangga yang baik. Ibu rumah tangga yang baik tahu persis pekerjaan apa saja
yang harus dilaksanakannya di rumah, mampu memanfaatkan waktu seoptimal
mungkin, menciptakan waktu yang berkualitas bagi semua anggota keluarganya,
serta mampu menjadi manager rumah
tangga yang baik. Selain itu menjadi ibu rumah tangga juga membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang
luas untuk mendidik anak agar menjadi generasi masa depan yang sukses.
Jika berbicara mengenai kualitas
hubungan dalam keluarga, menjadi ibu rumah tangga lebih bagus daripada menjadi perempuan
karir, karena ibu rumah tangga dapat memberikan seluruh tenaga dan pikirannya
bagi keluarganya. Seluruh energi terfokus untuk kemajuan dan peningkatan
kualitas keluarganya. Meskipun ada juga perempuan karir yang mampu
menyeimbangkan antara keluarga dan karir, namun jumlahnya juga tidak banyak.
Kebanyakan perempuan karir yang sukses dalam hal pekerjaan, akan mengorbankan
keluarga, ataupun perempuan karir yang terlalu berfokus pada keluarganya, maka
pekerjaannya yang akan menjadi korban. Pasti ada salah satu yang harus
dikorbankan, entah keluarganya, atau pekerjaannya. Ini memang sebuah dilema. Namun,
harus dipahami bahwa kewajiban membangun rumah tangga, bukanlah hanya menjadi
tanggung jawab ibu, tetapi keluarga.
Bekerja sebagai perempuan karir
sebenarnya adalah menjalankan beban ganda. Beban ini bisa mempengaruhi
emosional seorang ibu. Secara psikologis, seorang perempuan yang sudah
mencurahkan energinya selama berjam-jam di kantor, ketika pulang ke rumah pasti
kondisinya sudah sangat lelah. Orang yang sedang dalam kondisi lelah biasanya emosinya
tidak stabil dan mudah marah. Padahal seorang suami yang kelelahan setelah
seharian mencari nafkah tentunya menginginkan kondisi rumah yang penuh
ketenangan dan kedamaian. Maka, perlu kecerdasan dalam membangun kehidupan
rumah tangga, bila keduanya sama-sama bekerja.
Menjadi perempuan karir tidak
selalu berarti negatif. Jika memang kondisi ekonomi keluarga masih sangat
kekurangan, maka perempuan bisa membantu mencari nafkah. Tapi jika pendapatan
suami dirasa sudah mencukupi, maka alangkah baiknya jika para perempuan menjadi
ibu rumah tangga saja. Atau jika memang ingin membantu menopang perekonomian
keluarga sekaligus ingin mengembangkan diri, maka perempuan bisa menjalankan
pekerjaan paruh waktu seperti memulai bisnis yang bisa dikerjakan di rumah,
seperti bisnis online, memberikan les privat, menjahit, membuat aksesoris,
menulis, membuat kue, membuka usaha katering dan lain sebagainya yang sesuai
dengan minat dan bakat. Dengan melakukan pekerjaan sampingan yang tidak terlalu
menguras waktu, maka keluarga masih dapat diurus dan pendapatan pun bisa
diraih. Tak ada istilah bahwa ibu rumah tangga tidak dapat mengaktualisasi
diri, semua tergantung dari diri masing-masing.
* dimuat di majalah POTRET Edisi 64 Tahun IX halaman 24-25.
Selasa, 25 Desember 2012
Perbedaan Bukanlah Jurang Pemisah
sebenarnya sulit juga bagi saya untuk menuliskan pendapat saya tentang permasalahan yang sangat sensitif di blog ini. Seperti yang telah kita ketahui, MUI mengeluarkan fatwa bahwa haram bagi umat muslim mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani. Banyak yang pro dan kontra terhadap fatwa MUI tersebut. disini saya tidak mempermasalahkan pandangan-pandangan itu. saya memahami bahwa semua orang punya pandangan yang berbeda-beda dan menjadi hak bagi masing-masing individu untuk memahami dan melaksanakan apa yang ia yakini. Saya menulis ini hanya untuk menceritakan tentang pandangan saya tentang hal tersebut.
seorang teman menuliskan di status facebook nya seperti ini:
kedekatan hati jauh lebih manusiawi dan menyentuh nurani..
kedekatan itu dapat muncul manakala kita mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan kesadaran untuk tidak saling mengganggu.
Salam perdamaian! :)
sejak kecil, saya bersama keluarga hidup berpindah-pindah dari satu provinsi ke provinsi lain. selain di Aceh, kami pernah tinggal di Bandar Lampung, Ambon, dan Manado.
kami hidup dalam perantauan dan dalam lingkungan yang heterogen. orang-orang dalam lingkungan perumahan, pertemanan, teman2 sekolah, dan juga rekan-rekan kerja orang tua saya berasal dari suku dan agama yang berbeda. di satu sisi, kita ga bisa hidup sendiri dan hanya bergaul bersama orang yang seagama. kami hidup dalam perantauan, jauh dari kampung halaman dan tak ada sanak saudara di sana.
walaupun berbeda, namun kami tidak pernah saling mengejek, tidak ada saling menghina. justru dari situ aku dan teman-teman mampu memahami indahnya toleransi dan menghargai perbedaan-perbedaan tersebut.
toleransi dalam kehidupan yang heterogen itu sangat penting. susah yaa buat orang-orang yang berpikiran sempit dan merasa paling benar..
orang-orang yang berbeda agama dengan kita, tidak selamanya buruk. mereka mampu memahami dan mengerti juga, kok..
sebagai contoh, ketika baru tinggal di manado, papa saya punya jabatan yang lumayan tinggi di kantornya dan di kantor papa pegawai yang muslim sangat sedikit jumlahnya. ketika menjelang lebaran, kami ingin menggelar acara open house di rumah. di satu sisi, hanya aku anak perempuan mamaku satu-satunya, dan kami tidak punya pembantu rumah tangga. menggelar open house bukanlah pekerjaan yang mudah. sangat melelahkan. satu hal yang sangat berkesan bagi saya adalah di saat seperti itu malah tetangga-tetangga saya yang non muslim ikut membantu kami menggelar open house. mereka ikut berbelanja, menyumbang kue, minuman, membantu memasak, menata ruangan, dan sebagainya. mereka datang ke rumah, bahkan sampai membantu mencuci piring dan membereskan rumah. mereka baik sekali.
begitu pula ketika natal tiba. keluarga kami memberikan kue kepada mereka, datang ke rumah mereka, ikut bantu-bantu, silaturrahmi ke rumah mereka, tapi tidak mengucapkan selamat natal, dan itu baik-baik saja. bahkan hal-hal seperti itu dapat menjaga hubungan kekerabatan kami.
soal makanan mereka mereka paham bahwa muslim tidak makan anjing, babi, dan binatang-binatang yang diharamkan lainnya. ketika kami datang mereka tidak menyajikan makanan-makanan yang diharamkan tersebut. kalau lagi jalan-jalan dan ingin makan mereka juga tidak membawa ke tempat makan yang menyajikan makanan-makanan yang diharamkan bagi muslim. mereka paham bahwa orang islam tidak boleh makan makanan seperti itu.
kalau saya sedang hang out bersama teman-teman yang non muslim, mereka sering tanya saya sudah shalat atau belum. jika belum, mereka bahkan mau mencarikan tempat shalat terdekat dan menunggui saya hingga selesai shalat. begitu juga dengan saya, ketika teman-teman saya yang non muslim ada jadwal ibadah atau kebaktian, saya menghargainya dengan tidak mengajaknya bermain, jalan-jalan, dan mengatur ulang jadwal hang out pada waktu lain.
menurut saya banyak cara lain untuk mempraktekkan toleransi antar umat beragama. tindakan membantu, saling menghargai & memahami, menghadiri acara syukuran, pernikahan, memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang yang berbeda agama juga merupakan salah satu wujud toleransi antar umat beragama.
ajaran Islam tentang toleransi sebenarnya sangat indah. toleransi yang diajarkan dalam islam adalah saling menghargai perbedaan, hidup rukun dan damai, bersahabat dan bergaul akrab dengan umat agama lain. boleh berbisnis, boleh berhubungan sosial, dan sebagainya, asal tidak mencampuradukkan agama. dalam Islam, bagiku agamaku, bagimu agamamu.
orang-orang di sekitar saya banyak yang beragama non muslim. dan alhamdulillah sampai saat ini saya bisa bergaul akrab dengan mereka tanpa mencampuradukkan agama.
seorang teman menuliskan di status facebook nya seperti ini:
Dari Kajian Magrib di Masjid Raya Baiturrahman tadi, Ustadz mengatakan ada dua pendapat tentang ucapan selamat bagi hari raya agama lain. Pendapat pertama tidak membolehkan karena bisa menyerupai kaum tersebut, pendapat kedua boleh diucapkan dalam rangka menjaga pergaulan dengan penganut agama lain disekitar kita, namun tidak meng-iyakan ucapan tersebut. Masalah ini jangan diributkan, kita punya pegangan masing-masing tentang ini..
walaupun berbeda bukan berarti saling bermusuhan, kan?
Sejatinya agama-agama membawa umatnya pada kedamaian, tapi justru orang-orang yang beragama yang merusak kedamaian tersebut. tuduh-menuduh, hakim-menghakimi sepertinya sudah menjadi budaya. Urusan salah-benar, hakim-menghakimi, serahkan saja pada Tuhan. Tuhan yang paling tahu, dan Tuhan adalah hakim yang paling adil.
kedekatan hati jauh lebih manusiawi dan menyentuh nurani..
kedekatan itu dapat muncul manakala kita mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan kesadaran untuk tidak saling mengganggu.
sebagai umat beragama, yuk, sama-sama kita memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada sang pencipta.. tidak perlu lah sampai ribut-ribut segala hanya karena hal-hal kecil.. tak perlu saling menjelekkan. damai itu indah.
Salam perdamaian! :)
Senin, 24 Desember 2012
Anak Hamil Diluar Nikah, Dimana Orang Tua?
Mungkin istilah Married by Accident (MBA) sudah tidak asing lagi di telinga kita. Istilah ini bisa dibilang sudah sangat popular dikalangan masyarakat, khususnya bagi remaja. Secara bahasa, Married by Accident berarti menikah karena kecelakaan, atau bahasa lainnya adalah menikah karena sudah lebih dulu hamil.
Berbicara soal married by accident, sebenarnya kasus ini bisa terjadi pada siapa saja. Artinya, bisa terjadi pada orang dewasa, maupun pada kaum remaja. Kalau bagi orang dewasa, sering tidak disebut sebagai sebuah kenakalan, ketika terjadi pada remaja ini sering disebut dengan kenakalan remaja. Mengapa pula demikian?
Remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Dalam masa remaja selain tampak perubahan fisik seperti bentuk tubuh, remaja juga memiliki rasa keingintahuan yang besar dan suka mencoba-coba hal yang baru. Selain itu dalam masa remaja juga terdapat masa pubertas, dimana remaja sudah mulai memiliki ketertarikan terhadap lawan jenisnya. Oleh sebab itu secara natural, remaja bersosialisasi dengan sesama usia remaja dan tentu saja bergaul dengan lawan jenisnya, baik laki-laki maupun perempuan.
Nah, dalam pergaulan tersebut, sebenarnya ada nilai-nilai budaya, agama, etika dan sebagainya yang berlaku. Artinya, pergaulan remaja tidaklah berjalan secara bebas tanpa ada aturan yang mengaturnya. Namun, ketika zaman terus berubah, nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat juga ikut berubah dan melemah. Maka gaya hidup masyarakat berubah menjadi semakin bebas dari nilai-nilai yang dianut. Lalu muncul pula gaya hidup bebas yang kita sebut dengan pergaulan bebas yang berdampak buruk pada kehidupan remaja dan masyarakat kita saat ini.
Pergaulan bebas merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya Married by Accident. Tak dapat dipungkiri bahwa perilaku pergaulan bebas pada remaja sudah sangat mencemaskan. Banyak faktor yang menyebabkan remaja terjerumus pada kasus hamil di luar nikah. Sifat remaja yang penasaran dan suka mencoba-coba hal yang baru juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya pergaulan bebas. Selain itu juga dapat disebabkan oleh faktor media, kurangnya pengawasan dari orang tua, serta kurangnya pendidikan moral dan agama yang ditanamkan oleh orang tua dan guru juga turut ambil bagian dalam terjadinya kasus Married by Accident.
Selain banyak faktor penyebabnya, tentu tidak sedikit pula luka atau derita sebagai akibat dari tindakan pergaulan bebas yang berbuah hamil di luar nikah tersebut. Selain rasa malu luar biasa bagi pelaku dan keluarganya terhadap orang-orang disekitarnya, efek yang ditimbulkan oleh kasus Married by Accident ini seperti domino, satu efek dapat menimbulkan efek-efek lain. Rasa malu yang timbul dapat menyebabkan pelaku dan keluarganya dikucilkan dan menjadi bahan gunjingan bagi orang-orang disekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan pelaku menjadi frustrasi yang kemudian dapat mendorong tindakan bunuh diri.
Pelaku Married by Accident pada remaja juga biasanya belum matang secara psikis ketika menikah dan belum siap untuk menjalani peran baru yang seharusnya belum waktunya untuk ia jalani, yaitu sebagai suami/istri dan sebagai orang tua bagi anaknya. Ketidakmatangan dan ketidaksiapan tersebut menyebabkan berbagai ketidakstabilan dan goncangan dalam kehidupan berumah tangga. Sehingga, bahtera rumah tangga rapuh dan berujung dengan cerai dan sebagainya.
Derasnya arus globalisasi dan labilnya penyangga keluarga, sekolah, dan masyarakat, adalah ancaman besar bagi generasi bangsa ini ke depan. Apalagi kecanggihan teknologi di masa sekarang membuat akses informasi terhadap dunia luar semakin tak berbatas. Penyebaran informasi apapun, baik yang positif maupun negatif menjadi sulit untuk dihindari, termasuk sulitnya untuk membendung masuknya konten-konten berbau seksualitas melalui jaringan media internet. Kini, setiap orang dapat mengakses apa saja yang ia inginkan dimana saja dan kapan saja.
Selayaknya orang tua harus lebih bijak dan lebih hati-hati. Bukan berarti orang tua harus menyalahkan dan memarahi anak jika anak kedapatan sedang mengonsumsi informasi negatif yang tak layak untuknya. Karena justru hanya akan menorehkan perasaan tertekan bagi anak dan meningkatkan keinginan anak untuk berontak, yang akhirnya malah menyulitkan orang tua untuk menanamkan nilai secara tepat. Dibutuhkan komunikasi yang sesuai antara orang tua dan anak yang berpedoman pada perkembangan mental dan usia anak agar pesan-pesan dan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh orang tua dapat diterima oleh anak. Sangat penting bagi orang tua untuk mendapat kepercayaan dari anaknya. Kepercayaan tidak dapat dibentuk dalam waktu yang singkat. Kepercayaan antara anak dan orang tua dapat dibangun sejak dini. Jika orang tua telah mendapatkan kepercayaan dari anak, maka apapun yang terjadi pada anak atau pada teman-temannya biasanya akan diceritakan kepada orang tuanya. Ketika anak becerita, jangan pernah menyalahkan anak dan teman-temannya secara frontal. Jadilah pendengar yang baik dan bertanya kepada anak apa yang sebaiknya dilakukan. Hal tersebut merupakan langkah awal yang baik untuk memulai diskusi dengan anak. Dengan begitu, maka akan semakin mudah bagi orang tua untuk menjadi sahabat bagi anak dan mengetahui lingkungan pergaulan anak, sehingga orang tua dapat memahami bagaimana langkah dan strategi yang tepat dalam mengawasi, mendidik dan membimbing anak.
Pendidikan Seks?
Pendidikan merupakan salah satu alat terpenting yang dapat membawa kehidupan manusia kearah yang lebih baik. Menyadari akan pentingnya pendidikan, maka pendidikan harus diterapkan secara holistik pada seluruh aspek kehidupan manusia. Demikian pula dengan pendidikan seks yang sampai saat ini masih pro dan kontra.
Mendengar kata 'seks', kesan yang muncul bagi sebagian besar orang mungkin adalah sesuatu yang vulgar, porno, dan tabu untuk diperbincangkan, terutama pada anak. Padahal jika kita melihat fenomena pergaulan remaja masa kini dimana etika dan norma pergaulan sudah semakin longgar, maka pendidikan seks adalah sesuatu yang sangat penting untuk diajarkan kepada remaja, dengan tujuan diajarkannya pendidikan seks adalah sebagai salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah penyalahgunaan seks, khususnya untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan. Orang tua diharapkan agar dapat menjadi sumber informasi utama ketika anak bertanya mengenai seks. Jelaskan pada anak bahwa seks bukan hanya pemenuhan kebutuhan biologis semata, tetapi paparkan bagaimana resiko hamil di luar nikah dan permasalahan lainnya. Karena jika orang tua tidak mau terbuka dalam hal pendidikan seks kepada anak, maka dikhawatirkan anak akan mencari tahu mengenai hal tersebut dengan cara lain yang memiliki dampak negatif pada anak. Pendidikan seks yang tepat dalam keluarga membuat anak tidak mencari pemahaman mengenai seks dari luar keluarga yang salah. Sehingga, MBA bisa dihindari.
(Dimuat di Majalah POTRET Edisi 62 Tahun IX)
Minggu, 23 Desember 2012
Dari Anak Disabilitas, Makan Duren di dalam Hujan, Hingga Tragedi Putus Rantai
Hari ini (6 desember 2012) adalah hari yang sangat panjang, seru, dan tentunya absurd juga menurutku. diawali dengan perjalanan kami ke YPAB. pada malam sebelumnya, teman-teman berencana untuk mengajar di YPAB. sebenarnya jika melihat jadwal, aku jatahnya hari rabu jam 2, tapi karena hari kamis tidak ada kuliah, jadi aku minta ikut.
berhubung aku tidak ada kendaraan, jadi aku nebeng sama Yaniz. kami janjian ketemu di halte di sebelah kantor JNE jam 9.30 , tapi karena saat itu mama masih berbelanja di pasar ikan dan aku tidak ada yang mengantar, jadinya aku nunggu mama pulang dulu.
setelah mama mengantarku sampai ke halte, kemudian aku pun turun dan menjumpai Yaniz yang ternyata telah menunggu. kemudian Yaniz menghidupkan motornya dan aku pun naik di belakangnya. Ke-absurd-an pertama pun dimulai.. antara pinggir jalan yang berbatu dengan badan jalan yang beraspal itu agak tinggi, dan ditambah dengan faktor badan kami yang tak dapat dijelaskan betapa aduhainya, jadilah motor yang malang itu tidak sanggup naik ke jalan beraspal. kami pun 'wawawawawa' ga jelas, lalu aku turun dari motor. beberapa orang melihat kami, tapi alhamdulillah ga ada satupun yang kami kenal (coba kalo ada yang kami kenal, bisa rusak deh pencitraan kami :p ). setelah motornya berhasil naik ke jalan beraspal, kami pun melanjutkan perjalanan.
sampai di sana, aku berkenalan dengan beberapa adik yang ada di sana. ada saskia, nawala, mawardi, nasir, juanda, birul, dll..
disana aku juga ikut mewarnai bersama nawala (terakhir aku baru tahu bahwa nawala ternyata tuna netra dan aku heran kenapa ia bisa mewarnai), dan juga ikut mewarnai bersama juanda, seorang tuna rungu yang perilakunya baik dan dapat mewarnai dengan rapi.
tak lupa pula aku, Rahmalia, dan Yaniz belajar sign language atau bahasa isyarat melalui sebuah buku yang tebalnya setara dengan bantal. alhamdulillah huruf a-z , mengeja nama, dan bilangan satuan, belasan, puluhan, dan jutaan sudah bisa kami kuasai.
buku besar yang kami baca itu menarik perhatian beberapa adik-adik di sana. birul, nasir, dan juanda ikut mendekat. mereka mengajak kami membuka buku itu, mempraktekkan a-z dan juga kata-kata dari huruf a-z. sungguh menyenangkan!
setelah itu kami pindah ke ruangan sebelah. di sana ada permainan lego dan bola-bola plastik, dan juga ada anak-anak lain seperti said, bowo, alkhaf, dan beberapa anak lainnya. yang membuat aku tertarik adalah alkhaf. secara fisik, alkhaf itu ganteng dan imut jika tersenyum. kata rahmi, alkhaf adalah anak autism yang orang tuanya dosen dan sudah berpisah. alkhaf duduk sendiri, tidak bergabung bersama anak-anak lainnya. selain itu cara bicaranya juga ekolalia, dan menghindari kontak mata, namun alkhaf mengerti instruksi.
aku menemani nasir dan juanda bermain lego. nasir menyusun beberapa lego dengan warna yang sama, sementara juanda awalnya hanya melihat saja, tetapi setelah aku menyusun beberapa lego hingga membentuk seperti sebuah jembatan, juanda pun merasa tertarik dan membuat dengan versinya sendiri. selama bermain lego, tak jarang juanda dan nasir diganggu oleh anak-anak yiang lebih besar seperti bowo dan said. juanda masih bisa mengatasi gangguan dengan tenang, sementara nasir agak cengeng. ketika diganggu ia akan menangis, dan tugasku mengamankan nasir dari gangguan said yang terus melempar nasir dengan kepingan lego. karena juanda dan nasir tuna rungu dan tuna wicara, maka tak lupa pula aku mengapresiasi hasil karya mereka dengan bertepuk tangan sambil mengacungkan jari, tandanya bagus. :D
setelah beberapa anak dijemput oleh orang tua mereka, kami pun pindah ke asrama untuk menyerahkan sumbangan yang telah dikumpulkan kepada bunda selaku pemilik yayasan. sebelum itu kami sempat dihibur oleh mawardi, seorang anak tuna netra yang suaranya bagus sekali. ia menyukai lagu-lagu rafly dan dapat menyanyikan lagu-lagu tersebut dengan nada-nada tinggi. luar biasa sekali!
setelah penyerahan sumbangan, tak lupa kami berfoto bersama. kemudian kami pamit kepada bunda dan juga adik-adik disana.
ketika sudah di depan kantor serambi, beberapa dari kami berhenti di sebuah kedai untuk membeli minum. kemudian mata pun tertuju kepada sebuah benda yang digantung dan dibungkusi dengan plastik. yak! sebuah TTS jadul! wkwkwkwkkk.. semenjak beberapa minggu yang lalu, mengisi TTS adalah hobi anak2 2009, dan hobi ini juga berhasil kami tularkan ke bang Mulqan. wkwkwkkwkwkwkk.. rasanya gak enak kalo duduk di kelas tanpa mengisi TTS.
TTS di warung itu harganya 2500, kemudian Rahmi tawar ke abang yang punya kede, 10 ribu dapat 5 TTS. asiiikk.. :D
dan inilah TTS yang aku beli:
norak memang, tapi aku dan kawan-kawan sudah terbiasa melakukan hal-hal norak secara massal dan kami saling menertawakan kenorakan masing-masing.. :D
kemudian kami memutuskan makan siang di satu tempat. sebenarnya makanannya tidak terlalu enak, tapi ya namanya sudah lapar, ya sikat aja terus.. kami makan sambil bercerita. tiba-tiba turun hujan sangat lebat sehingga apa yang kami katakan sulit untuk di dengar. kemudian yaniz dengan ababilnya bilang: "horee ga bisa dengar!! wek wek.. rahmi gendut, rahmi gendut! wek wek.."
"woi, aku dengar tauk!" jawab Rahmi.. hahaha...
"Kok aku dengar kayaknya ada yang bilang Rena cantik, ya?" Rena mulai waham. padahal gak ada yang bilang kayak gitu, tuh.. hahaha.. :p
setelah makan....
"eh, aku masih lapar.."
"aku juga.."
"aku juga.."
"aku juga.."
intinya, semua masih lapar.
lalu kami memesan cemilan termurah, yaitu kentang goreng. kami pesan 2 porsi untuk dimakan ber 7.
setelah dimakan ternyata masih lebih enak kentang jaring buatan kami..
setelah sudah agak reda, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Rusa di Sibreh. gak lama kemudian hujan turun lagi. kami berhenti sebentar. aku pake mantelnya yaniz, sementara yaniz pake jaket. ga lama setelah itu ada labi-labi yang menyerempetkan air becek di jalan kepada kami..
kami: hooiii.. dasar labi-labi #@$%*%^*)!#$ !!!!
abis tu kami ketawa2..
ternyata Taman Rusa itu agak jauh dari jalan besar dan biasa aja sih. Rusanya cuma 2 ekor. pada saat kami datang cuacanya sangat panas dan terik. kulitku sampai kering dan terkelupas saking panasnya. akhirnya kami hanya duduk sambil berfoto, dan uhm.. tak lupa pula bergossip.. ngomongin hot news di kampus..
kemudian tak lama salah seorang mengusulkan makan duren, tapi makannya patungan..
aku awalnya ga mau. soalnya masih kenyang dan di rumah pun aku udah mabok duren.. seminggu terakhir kiriman duren dari kampung gak putus2.
kemudian setelah pulang, rencananya mau hunting duren. tiba2 hujan lebat dan petir menggelegar. kemudian kami berhenti utk neduh di sebuah Sekolah. di depan sekolah itu ada warung mie yang aroma nya subhanallah.. menggetarkan perut!
tak jauh dari tempat kami neduh, aku ada liat sebuah mobil pick up yg membawa duren. durennya ditutup pake plastik terpal karena hujan. kemudian kami pergi kesana dan duduk di sebuah warung kopi yang letaknya pas di depan mobil pick up tersebut. ternyata 1 duren harganya 10.000.. lumayan murah..
duren pertama dipilih oleh resty. aku yang awalnya ga niat makan duren karna liat durennya warna kuning, sepertinya manis.. jadi pengen juga.. alhasil sebelum tangan mereka ngambil duren, tanganku duluan yang nyentuh.. padahal tadinya ga mau.. huuuuuuu.. wkwkwkkk.. :p
di warung kopi itu kami yang paling heboh, paling ribut, dan menjadi perhatian seluruh pengunjung warung kopi. mulai dari belah duren yang susah, rebutan golok, sampe rebutan duren.. pengunjung warung kopi ketawa senyum2 gitu liat hebohnya kami. kemudian semuanya pada setuju mau nambah duren lagi. duren kedua dipilih oleh yaniz.. setelah sekian lama menunggu, datanglah duren ke dua. ukurannya sebesar duren yang pertama juga, hanya saja warnanya yang agak berbeda. kemudian urusan jagal-menjagal kami serahkan kepada debi..
debi ini walaupun suaranya paling imut, badannya paling bagus diantara kami yang bohay-bohay ini (gak termasuk resti yaa..), tapi siapa sangka debi ini sangat terampil dalam mengoperasikan golok. istilahnya tukang jagal duren. kalo ada duren kami biasanya kasih ke debi. debi paling jago dalam urusan membelah duren.
ternyata durennya yaniz ini susah bgt dibelahnya. butuh waktu lama. kemudian dibantu oleh rahmi yang tenaganya sebelas dua belas deh sama hulk. kemudian setelah sekian lama menunggu dan dengan proses yang membutuhkan tenaga ekstra, ternyata durennya masih muda. masih keras dan tawar. Anti klimaks! (-__-)
kemudian kami pada nyalahin yaniz.. hooo salah yaniz nih ga pinter milih, bla bla blaa..
kemudian salah satu pengunjung warung kopi itu tertawa dan bilang "memang duren itu kalo yang pilihnya manis, durennya manis juga. kalo yang pilihnya jelek, durennya gak enak.."
yaniz ga sanggup membela diri. tertohok sekali rasanya, teman-teman. wakakakakakakaka..
mukanya langsung ga enak.. kami tertawa ngakak2 dengarnya.. wakakakakakakak...
dan statement dari bapak di warung kopi itu langsung menjadi 'quote of the day'-nya kami.. :D
setelah makan duren, ternyata hidung kami digoda oleh aroma mie dari warung di depan sekolah tempat berteduh tadi.. ternyata hujan memang bikin lapar. kami mampir ke warung itu, pesan mie goren 2 porsi, dibagi 7 orang. pas makan mie, lewat abang bakso goreng. rena sama yaniz pesan bakso goreng, dibagi 7.
setelah puas makan mie dan makan bakso goreng, kami pun memutuskan untuk pulang. lagipula hari udah hampir maghrib. perjalanan sibreh-banda aceh memakan waktu 30-45 menit.
aku pulang diantar yaniz. pas sampe di lorong rumahku, rantai motornya putus, dan saat itu udah maghrib, bengkel udah pada tutup. wawawawa.. panik nih ceritanya. tapi aku malah ketawa. muka yaniz kalo panik jadi lucu.. apa karna kami sama2 gendut yah makanya rantai nya copot? :p
akhirnya aku telpon bang uli, abang sepupuku. bang uli yang kemudian bantuin yaniz cari bengkel motor. aku pulang terus, soalnya udah maghrib, ga enak diliat orang masih berkeliaran..
besoknya ternyata cerita putus rantai ini menjadi bahan tertawaan kami. wakakakakaaka..
kata rahmi: "yan, waktu aku naek motor sama qe, qe bilang motor qe berasap-asap. pas si cipa naek motor sama qe, bukan berasap lagi, tapi langsung putus rante. dahsyat kali si cipa tuh!"
umay: "motor yaniz memang susah dibawa pergi jauh, kalo pergi jauh udah berasap-asap kayak orang jualan putu bambu. tulah yan, makanya jangan malas servis motor.." :p
yah begitulah teman-teman.. hari yang panjang dan melelahkan. walaupun melelahkan tapi menyenangkan. see you another time... :D
berhubung aku tidak ada kendaraan, jadi aku nebeng sama Yaniz. kami janjian ketemu di halte di sebelah kantor JNE jam 9.30 , tapi karena saat itu mama masih berbelanja di pasar ikan dan aku tidak ada yang mengantar, jadinya aku nunggu mama pulang dulu.
setelah mama mengantarku sampai ke halte, kemudian aku pun turun dan menjumpai Yaniz yang ternyata telah menunggu. kemudian Yaniz menghidupkan motornya dan aku pun naik di belakangnya. Ke-absurd-an pertama pun dimulai.. antara pinggir jalan yang berbatu dengan badan jalan yang beraspal itu agak tinggi, dan ditambah dengan faktor badan kami yang tak dapat dijelaskan betapa aduhainya, jadilah motor yang malang itu tidak sanggup naik ke jalan beraspal. kami pun 'wawawawawa' ga jelas, lalu aku turun dari motor. beberapa orang melihat kami, tapi alhamdulillah ga ada satupun yang kami kenal (coba kalo ada yang kami kenal, bisa rusak deh pencitraan kami :p ). setelah motornya berhasil naik ke jalan beraspal, kami pun melanjutkan perjalanan.
sampai di sana, aku berkenalan dengan beberapa adik yang ada di sana. ada saskia, nawala, mawardi, nasir, juanda, birul, dll..
disana aku juga ikut mewarnai bersama nawala (terakhir aku baru tahu bahwa nawala ternyata tuna netra dan aku heran kenapa ia bisa mewarnai), dan juga ikut mewarnai bersama juanda, seorang tuna rungu yang perilakunya baik dan dapat mewarnai dengan rapi.
tak lupa pula aku, Rahmalia, dan Yaniz belajar sign language atau bahasa isyarat melalui sebuah buku yang tebalnya setara dengan bantal. alhamdulillah huruf a-z , mengeja nama, dan bilangan satuan, belasan, puluhan, dan jutaan sudah bisa kami kuasai.
buku besar yang kami baca itu menarik perhatian beberapa adik-adik di sana. birul, nasir, dan juanda ikut mendekat. mereka mengajak kami membuka buku itu, mempraktekkan a-z dan juga kata-kata dari huruf a-z. sungguh menyenangkan!
setelah itu kami pindah ke ruangan sebelah. di sana ada permainan lego dan bola-bola plastik, dan juga ada anak-anak lain seperti said, bowo, alkhaf, dan beberapa anak lainnya. yang membuat aku tertarik adalah alkhaf. secara fisik, alkhaf itu ganteng dan imut jika tersenyum. kata rahmi, alkhaf adalah anak autism yang orang tuanya dosen dan sudah berpisah. alkhaf duduk sendiri, tidak bergabung bersama anak-anak lainnya. selain itu cara bicaranya juga ekolalia, dan menghindari kontak mata, namun alkhaf mengerti instruksi.
aku menemani nasir dan juanda bermain lego. nasir menyusun beberapa lego dengan warna yang sama, sementara juanda awalnya hanya melihat saja, tetapi setelah aku menyusun beberapa lego hingga membentuk seperti sebuah jembatan, juanda pun merasa tertarik dan membuat dengan versinya sendiri. selama bermain lego, tak jarang juanda dan nasir diganggu oleh anak-anak yiang lebih besar seperti bowo dan said. juanda masih bisa mengatasi gangguan dengan tenang, sementara nasir agak cengeng. ketika diganggu ia akan menangis, dan tugasku mengamankan nasir dari gangguan said yang terus melempar nasir dengan kepingan lego. karena juanda dan nasir tuna rungu dan tuna wicara, maka tak lupa pula aku mengapresiasi hasil karya mereka dengan bertepuk tangan sambil mengacungkan jari, tandanya bagus. :D
setelah beberapa anak dijemput oleh orang tua mereka, kami pun pindah ke asrama untuk menyerahkan sumbangan yang telah dikumpulkan kepada bunda selaku pemilik yayasan. sebelum itu kami sempat dihibur oleh mawardi, seorang anak tuna netra yang suaranya bagus sekali. ia menyukai lagu-lagu rafly dan dapat menyanyikan lagu-lagu tersebut dengan nada-nada tinggi. luar biasa sekali!
setelah penyerahan sumbangan, tak lupa kami berfoto bersama. kemudian kami pamit kepada bunda dan juga adik-adik disana.
ketika sudah di depan kantor serambi, beberapa dari kami berhenti di sebuah kedai untuk membeli minum. kemudian mata pun tertuju kepada sebuah benda yang digantung dan dibungkusi dengan plastik. yak! sebuah TTS jadul! wkwkwkwkkk.. semenjak beberapa minggu yang lalu, mengisi TTS adalah hobi anak2 2009, dan hobi ini juga berhasil kami tularkan ke bang Mulqan. wkwkwkkwkwkwkk.. rasanya gak enak kalo duduk di kelas tanpa mengisi TTS.
TTS di warung itu harganya 2500, kemudian Rahmi tawar ke abang yang punya kede, 10 ribu dapat 5 TTS. asiiikk.. :D
dan inilah TTS yang aku beli:
norak memang, tapi aku dan kawan-kawan sudah terbiasa melakukan hal-hal norak secara massal dan kami saling menertawakan kenorakan masing-masing.. :D
kemudian kami memutuskan makan siang di satu tempat. sebenarnya makanannya tidak terlalu enak, tapi ya namanya sudah lapar, ya sikat aja terus.. kami makan sambil bercerita. tiba-tiba turun hujan sangat lebat sehingga apa yang kami katakan sulit untuk di dengar. kemudian yaniz dengan ababilnya bilang: "horee ga bisa dengar!! wek wek.. rahmi gendut, rahmi gendut! wek wek.."
"woi, aku dengar tauk!" jawab Rahmi.. hahaha...
"Kok aku dengar kayaknya ada yang bilang Rena cantik, ya?" Rena mulai waham. padahal gak ada yang bilang kayak gitu, tuh.. hahaha.. :p
setelah makan....
"eh, aku masih lapar.."
"aku juga.."
"aku juga.."
"aku juga.."
intinya, semua masih lapar.
lalu kami memesan cemilan termurah, yaitu kentang goreng. kami pesan 2 porsi untuk dimakan ber 7.
setelah dimakan ternyata masih lebih enak kentang jaring buatan kami..
setelah sudah agak reda, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Rusa di Sibreh. gak lama kemudian hujan turun lagi. kami berhenti sebentar. aku pake mantelnya yaniz, sementara yaniz pake jaket. ga lama setelah itu ada labi-labi yang menyerempetkan air becek di jalan kepada kami..
kami: hooiii.. dasar labi-labi #@$%*%^*)!#$ !!!!
abis tu kami ketawa2..
ternyata Taman Rusa itu agak jauh dari jalan besar dan biasa aja sih. Rusanya cuma 2 ekor. pada saat kami datang cuacanya sangat panas dan terik. kulitku sampai kering dan terkelupas saking panasnya. akhirnya kami hanya duduk sambil berfoto, dan uhm.. tak lupa pula bergossip.. ngomongin hot news di kampus..
kemudian tak lama salah seorang mengusulkan makan duren, tapi makannya patungan..
aku awalnya ga mau. soalnya masih kenyang dan di rumah pun aku udah mabok duren.. seminggu terakhir kiriman duren dari kampung gak putus2.
kemudian setelah pulang, rencananya mau hunting duren. tiba2 hujan lebat dan petir menggelegar. kemudian kami berhenti utk neduh di sebuah Sekolah. di depan sekolah itu ada warung mie yang aroma nya subhanallah.. menggetarkan perut!
tak jauh dari tempat kami neduh, aku ada liat sebuah mobil pick up yg membawa duren. durennya ditutup pake plastik terpal karena hujan. kemudian kami pergi kesana dan duduk di sebuah warung kopi yang letaknya pas di depan mobil pick up tersebut. ternyata 1 duren harganya 10.000.. lumayan murah..
duren pertama dipilih oleh resty. aku yang awalnya ga niat makan duren karna liat durennya warna kuning, sepertinya manis.. jadi pengen juga.. alhasil sebelum tangan mereka ngambil duren, tanganku duluan yang nyentuh.. padahal tadinya ga mau.. huuuuuuu.. wkwkwkkk.. :p
di warung kopi itu kami yang paling heboh, paling ribut, dan menjadi perhatian seluruh pengunjung warung kopi. mulai dari belah duren yang susah, rebutan golok, sampe rebutan duren.. pengunjung warung kopi ketawa senyum2 gitu liat hebohnya kami. kemudian semuanya pada setuju mau nambah duren lagi. duren kedua dipilih oleh yaniz.. setelah sekian lama menunggu, datanglah duren ke dua. ukurannya sebesar duren yang pertama juga, hanya saja warnanya yang agak berbeda. kemudian urusan jagal-menjagal kami serahkan kepada debi..
debi ini walaupun suaranya paling imut, badannya paling bagus diantara kami yang bohay-bohay ini (gak termasuk resti yaa..), tapi siapa sangka debi ini sangat terampil dalam mengoperasikan golok. istilahnya tukang jagal duren. kalo ada duren kami biasanya kasih ke debi. debi paling jago dalam urusan membelah duren.
ternyata durennya yaniz ini susah bgt dibelahnya. butuh waktu lama. kemudian dibantu oleh rahmi yang tenaganya sebelas dua belas deh sama hulk. kemudian setelah sekian lama menunggu dan dengan proses yang membutuhkan tenaga ekstra, ternyata durennya masih muda. masih keras dan tawar. Anti klimaks! (-__-)
kemudian kami pada nyalahin yaniz.. hooo salah yaniz nih ga pinter milih, bla bla blaa..
kemudian salah satu pengunjung warung kopi itu tertawa dan bilang "memang duren itu kalo yang pilihnya manis, durennya manis juga. kalo yang pilihnya jelek, durennya gak enak.."
yaniz ga sanggup membela diri. tertohok sekali rasanya, teman-teman. wakakakakakakaka..
mukanya langsung ga enak.. kami tertawa ngakak2 dengarnya.. wakakakakakakak...
dan statement dari bapak di warung kopi itu langsung menjadi 'quote of the day'-nya kami.. :D
setelah makan duren, ternyata hidung kami digoda oleh aroma mie dari warung di depan sekolah tempat berteduh tadi.. ternyata hujan memang bikin lapar. kami mampir ke warung itu, pesan mie goren 2 porsi, dibagi 7 orang. pas makan mie, lewat abang bakso goreng. rena sama yaniz pesan bakso goreng, dibagi 7.
setelah puas makan mie dan makan bakso goreng, kami pun memutuskan untuk pulang. lagipula hari udah hampir maghrib. perjalanan sibreh-banda aceh memakan waktu 30-45 menit.
aku pulang diantar yaniz. pas sampe di lorong rumahku, rantai motornya putus, dan saat itu udah maghrib, bengkel udah pada tutup. wawawawa.. panik nih ceritanya. tapi aku malah ketawa. muka yaniz kalo panik jadi lucu.. apa karna kami sama2 gendut yah makanya rantai nya copot? :p
akhirnya aku telpon bang uli, abang sepupuku. bang uli yang kemudian bantuin yaniz cari bengkel motor. aku pulang terus, soalnya udah maghrib, ga enak diliat orang masih berkeliaran..
besoknya ternyata cerita putus rantai ini menjadi bahan tertawaan kami. wakakakakaaka..
kata rahmi: "yan, waktu aku naek motor sama qe, qe bilang motor qe berasap-asap. pas si cipa naek motor sama qe, bukan berasap lagi, tapi langsung putus rante. dahsyat kali si cipa tuh!"
umay: "motor yaniz memang susah dibawa pergi jauh, kalo pergi jauh udah berasap-asap kayak orang jualan putu bambu. tulah yan, makanya jangan malas servis motor.." :p
yah begitulah teman-teman.. hari yang panjang dan melelahkan. walaupun melelahkan tapi menyenangkan. see you another time... :D
Minggu, 28 Oktober 2012
What the future will bring
beberapa hari yang lalu, kira-kira saat sedang kuliah di siang hari, aku duduk di bangku paling belakang, di dekat colokan listrik sambil men-charge handphone ku yang low batt. aku sedang memperhatikan penjelasan dosen sambil sesekali memberhatikan handphoneku, menanti kabar dalam bentuk sms, email ataupun bbm dari kolegaku yang jauh disana mengenai sesuatu yang penting.
tak lama kemudian salah seorang teman sekelasku datang agak terlambat. namanya bayu, tapi kami memanggilnya mas bay karena ia lebih tua dari kami.
siang itu mas bay datang terlambat, namun karena tidak ada lagi kursi yang kosong jadilah ia duduk disebelahku. awalnya baik-baik saja. aku dan bang bayu sama-sama memperhatikan penjelasan dosen. namun tiba-tiba ada sesuatu yang berkecamuk dalam pikiranku, sesuatu yang dulu sempat membuatku bertanya-tanya tanpa tahu jawabannya. sesuatu tentang rumah, desain rumah, dan arsitektur.
FYI, mas bay ini dulunya satu SD, SMP, dan SMA sama bang fairuz, saudaraku. sebenarnya mas bay ini angkatan 2007 di fakultas teknik jurusan arsitektur, namun kemudian ia kuliah di psikologi dan tidak melanjutkan studi arsitekturnya.
karena kebetulan mas bay mengerti tentang arsitektur, jadi aku tanyakan langsung pada mas bay dan pertanyaanku dijawab dengan lengkap selengkap-lengkapnya oleh mas bay, sampai-sampai pertanyaannya ngawur ke masalah teknik sipil, elektro, dll.
jujur, dulunya aku ingin sekali kuliah di jurusan arsitektur. aku suka menggambar dan mendesain. tapi karena orang tuaku mengharuskan aku untuk mengambil pilihan pendidikan dokter saat mengikuti UMB dan SNMPTN, maka aku harus mempertimbangkan lagi untuk mengambil jurusan arsitektur.
waktu UMB, aku mengambil IPC, yang mana harus memilih 4 pilihan jurusan dari minimal 2 universitas. jadilah pilihan yang aku ambil adalah pendidikan dokter unsyiah, psikologi unsyiah, dan dua jurusan lain di USU. ternyata yang lewat di psikologi unsyiah.
sedangkan waktu SNMPTN aku juga ngambil IPC dan memilih pendidikan dokter (lagi!), hukum unsyiah, dan FKIP bahasa inggris. kemudian lewat di hukum.
saat itu aku harus memilih: psikologi atau hukum? dan akhirnya aku memilih psikologi dengan pertimbangan bahwa psikologi masih baru di aceh, otomatis akan lebih mudah prospek kedepannya.
awal kuliah di psikologi, rasanya agak bosan. pelajarannya mirip filsafat, yaitu apa itu berpikir, bagaimana hakikat jiwa manusia, apa itu pengetahuan, gangguan jiwa, stress, dan berbagai teori2 yang harus ditelan bulat-bulat. pada saat itu, masih ada keinginan untuk kuliah di arsitek..
akhirnya aku menemukan kecintaanku terhadap psikologi saat semester 4. aku merasa bahwa memahami manusia dan perilakunya itu menarik. unik. aku mulai suka mengobservasi orang-orang yang aku temui di halte, bus, labi-labi, pasar, dimanapun.. tidak terlalu terlambat untuk mulai mencintai apa yang sedang aku jalani sekarang. aku percaya Tuhan menempatkan aku di psikologi bukanlah suatu kebetulan, pasti ada alasan tertentu...
kembali ke aku dan mas bay..
setelah mas bay menjelaskan tentang dunia teknik, akupun bertanya:
"abis lulus S1 ini mas bay mau ngapain?"
kemudian mas bay jawab: "aku mau ngelanjut kuliah, cip."
"S2? kemana mas?"
"rencana mau ke Thailand, ngambil tentang psikologi lingkungan.."
"oh, bagus tuh!" ujarku.
"Cipa sendiri mau ngapain abis kuliah?" mas bay balas bertanya..
aku pun diam sejenak.
"ga tau juga mas. pengennya sih lanjut S2 juga, tapi kalo biaya sendiri gak sanggup."
"cari beasiswa aja.."
"iya, ini makanya tiap semester dipertahankan IP nya biar IPK nya bisa diatas 3,2.."
"pengennya ngambil kemana?"
"kalo di indonesia sih pengennya ke UGM atau UI. tapi kalo di luar negeri sih pengennya ke Jerman, tapi untuk jurusan Psikologi, pemerintah Aceh belum buka hubungan dengan Jerman. Ya, palingan yang udah ada di Malaysia sama Taiwan.."
kemudian aku dan mas bay saling sharing tentang profesi di bidang psikologi. aku bilang padanya aku tertarik pada bidang psikologi kebencanaan, karena bagiku menarik untuk mempelajari bencana, sebab indonesia adalah daerah yang rawan bencana. selain itu juga karena psikologi bencana ini sangat jarang ada orang yang tertarik di bidang ini, dan karena sejak kecil dulu aku selalu tertarik dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap bidang geografi, tentang bumi dan segala fakta dan fenomenanya yang menarik, maka aku rasa bidang kebencanaan adalah sesuatu yang menarik untuk dipelajari.
selain itu aku juga tertarik dengan psikologi kesehatan. psikologi kesehatan disini lebih kepada upaya promotif, preventif terhadap isu-isu kesehatan dan membuat program pemberdayaan masyarakat. aku suka pekerjaan-pekerjaan seperti itu. tidak suka dengan pekerjaan yang terlalu klinis dan berpusat pada gangguan-gangguan.
ya. aku punya banyak impian. tapu aku nggak tau apa yang harus aku lakukan setelah wisuda.. aku nggak mau nganggur, tapi aku juga gak tau apa yang harus dikerjakan..
beberapa teman memutuskan untuk menikah setelah tamat kuliah.
aku? langsung menikah?
pertama, calonnya belum ada.
kedua, sebelum menikah aku ingin membantu keuangan keluarga dengan cara membiayai kebutuhan ibu dan adikku dengan uangku sendiri
tidak bagus rasanya jika aku se-egois itu..
mau kuliah?
harus tunggu beasiswa..
mau kerja?
saat ini sudah semester 7 dan belum bekerja..
orang-orang banyak berprinsip biarkan hidup berjalan seperti air mengalir..
aku memiliki prinsip yang berbeda. menurutku, coba lihat air di sungai yang ada ikannya. yang mengikuti aliran air sungai adalah ikan yang mati. karena ia sudah mati, tak berdaya, sehingga mudah untuk dibawa arus.
aku tidak mau menjadi ikan mati.
aku mau jadi ikan yang hidup, ikan kuat, ikan yang berenang melawan arus..
aku pasti punya masa depan yang cerah!
tak lama kemudian salah seorang teman sekelasku datang agak terlambat. namanya bayu, tapi kami memanggilnya mas bay karena ia lebih tua dari kami.
siang itu mas bay datang terlambat, namun karena tidak ada lagi kursi yang kosong jadilah ia duduk disebelahku. awalnya baik-baik saja. aku dan bang bayu sama-sama memperhatikan penjelasan dosen. namun tiba-tiba ada sesuatu yang berkecamuk dalam pikiranku, sesuatu yang dulu sempat membuatku bertanya-tanya tanpa tahu jawabannya. sesuatu tentang rumah, desain rumah, dan arsitektur.
FYI, mas bay ini dulunya satu SD, SMP, dan SMA sama bang fairuz, saudaraku. sebenarnya mas bay ini angkatan 2007 di fakultas teknik jurusan arsitektur, namun kemudian ia kuliah di psikologi dan tidak melanjutkan studi arsitekturnya.
karena kebetulan mas bay mengerti tentang arsitektur, jadi aku tanyakan langsung pada mas bay dan pertanyaanku dijawab dengan lengkap selengkap-lengkapnya oleh mas bay, sampai-sampai pertanyaannya ngawur ke masalah teknik sipil, elektro, dll.
jujur, dulunya aku ingin sekali kuliah di jurusan arsitektur. aku suka menggambar dan mendesain. tapi karena orang tuaku mengharuskan aku untuk mengambil pilihan pendidikan dokter saat mengikuti UMB dan SNMPTN, maka aku harus mempertimbangkan lagi untuk mengambil jurusan arsitektur.
waktu UMB, aku mengambil IPC, yang mana harus memilih 4 pilihan jurusan dari minimal 2 universitas. jadilah pilihan yang aku ambil adalah pendidikan dokter unsyiah, psikologi unsyiah, dan dua jurusan lain di USU. ternyata yang lewat di psikologi unsyiah.
sedangkan waktu SNMPTN aku juga ngambil IPC dan memilih pendidikan dokter (lagi!), hukum unsyiah, dan FKIP bahasa inggris. kemudian lewat di hukum.
saat itu aku harus memilih: psikologi atau hukum? dan akhirnya aku memilih psikologi dengan pertimbangan bahwa psikologi masih baru di aceh, otomatis akan lebih mudah prospek kedepannya.
awal kuliah di psikologi, rasanya agak bosan. pelajarannya mirip filsafat, yaitu apa itu berpikir, bagaimana hakikat jiwa manusia, apa itu pengetahuan, gangguan jiwa, stress, dan berbagai teori2 yang harus ditelan bulat-bulat. pada saat itu, masih ada keinginan untuk kuliah di arsitek..
akhirnya aku menemukan kecintaanku terhadap psikologi saat semester 4. aku merasa bahwa memahami manusia dan perilakunya itu menarik. unik. aku mulai suka mengobservasi orang-orang yang aku temui di halte, bus, labi-labi, pasar, dimanapun.. tidak terlalu terlambat untuk mulai mencintai apa yang sedang aku jalani sekarang. aku percaya Tuhan menempatkan aku di psikologi bukanlah suatu kebetulan, pasti ada alasan tertentu...
kembali ke aku dan mas bay..
setelah mas bay menjelaskan tentang dunia teknik, akupun bertanya:
"abis lulus S1 ini mas bay mau ngapain?"
kemudian mas bay jawab: "aku mau ngelanjut kuliah, cip."
"S2? kemana mas?"
"rencana mau ke Thailand, ngambil tentang psikologi lingkungan.."
"oh, bagus tuh!" ujarku.
"Cipa sendiri mau ngapain abis kuliah?" mas bay balas bertanya..
aku pun diam sejenak.
"ga tau juga mas. pengennya sih lanjut S2 juga, tapi kalo biaya sendiri gak sanggup."
"cari beasiswa aja.."
"iya, ini makanya tiap semester dipertahankan IP nya biar IPK nya bisa diatas 3,2.."
"pengennya ngambil kemana?"
"kalo di indonesia sih pengennya ke UGM atau UI. tapi kalo di luar negeri sih pengennya ke Jerman, tapi untuk jurusan Psikologi, pemerintah Aceh belum buka hubungan dengan Jerman. Ya, palingan yang udah ada di Malaysia sama Taiwan.."
kemudian aku dan mas bay saling sharing tentang profesi di bidang psikologi. aku bilang padanya aku tertarik pada bidang psikologi kebencanaan, karena bagiku menarik untuk mempelajari bencana, sebab indonesia adalah daerah yang rawan bencana. selain itu juga karena psikologi bencana ini sangat jarang ada orang yang tertarik di bidang ini, dan karena sejak kecil dulu aku selalu tertarik dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap bidang geografi, tentang bumi dan segala fakta dan fenomenanya yang menarik, maka aku rasa bidang kebencanaan adalah sesuatu yang menarik untuk dipelajari.
selain itu aku juga tertarik dengan psikologi kesehatan. psikologi kesehatan disini lebih kepada upaya promotif, preventif terhadap isu-isu kesehatan dan membuat program pemberdayaan masyarakat. aku suka pekerjaan-pekerjaan seperti itu. tidak suka dengan pekerjaan yang terlalu klinis dan berpusat pada gangguan-gangguan.
ya. aku punya banyak impian. tapu aku nggak tau apa yang harus aku lakukan setelah wisuda.. aku nggak mau nganggur, tapi aku juga gak tau apa yang harus dikerjakan..
beberapa teman memutuskan untuk menikah setelah tamat kuliah.
aku? langsung menikah?
pertama, calonnya belum ada.
kedua, sebelum menikah aku ingin membantu keuangan keluarga dengan cara membiayai kebutuhan ibu dan adikku dengan uangku sendiri
tidak bagus rasanya jika aku se-egois itu..
mau kuliah?
harus tunggu beasiswa..
mau kerja?
saat ini sudah semester 7 dan belum bekerja..
orang-orang banyak berprinsip biarkan hidup berjalan seperti air mengalir..
aku memiliki prinsip yang berbeda. menurutku, coba lihat air di sungai yang ada ikannya. yang mengikuti aliran air sungai adalah ikan yang mati. karena ia sudah mati, tak berdaya, sehingga mudah untuk dibawa arus.
aku tidak mau menjadi ikan mati.
aku mau jadi ikan yang hidup, ikan kuat, ikan yang berenang melawan arus..
aku pasti punya masa depan yang cerah!
Selasa, 04 September 2012
Si Tukang Tidur yang Telah Tidur Untuk Selamanya
sebuah nama, dengan pertemuan yang singkat, menyisakan berbagai kenangan..
Jika melihat gambar kucing, memori dalam otakku selalu mengingatkan kembali pada Chiko. kucing kesayanganku..
Ya, namanya Chiko. Adikku Farras yang memberi nama tersebut kepada seekor anak kucing lincah nan menggemaskan yang baru saja kami pelihara. Aku gak tau persisnya apakah dia jantan atau betina. tapi menurutku dia betina.. Tubuhnya kecil, mungil, dengan warna mata yang biru ke abu-abuan, bulunya didominasi warna putih namun ada juga warna kuningnya di bagian kepala, leher atas, dan ekor.
awalnya ia adalah kucing di rumah tanteku di kampung yang kebetulan bersebelahan dengan rumah nenek. ibunya bernama Jack. aku gak tau si Jack yang sekarang generasi ke berapa. yang jelas nenek moyang si Jack (yang bernama Jack juga) pertama kali datang ke rumah tante sekitar tahun 1998. awalnya ada seekor kucing liar berwarna campuran hitam, putih, dan kuning yang tiba2 datang ke rumah tante. saat itu neneknya tante merasa iba dengan kucing tersebut lalu memberinya makan dan membersihkan tubuh kucing tersebut. dan ternyata kucing itu memiliki perangai yang baik.. ia tak pernah mencuri ikan, dan ia membunuh tikus-tikus yang ada di rumah tante. tikus-tikus yang mati itu dikumpulkannya, tidak ia makan. namun anehnya, tidak ada bekas luka atau darah sedikitpun pada tubuh tikus-tikus itu.
suatu hari di tahun 1998 (tidak lama setelah kedatangan kucing tersebut), tanteku menonton film TITANIC dan terpesona dengan Leonardo DiCaprio yang berperan sebagai Jack. kemudian kucing tersebut ia namakan Jack.
Jack ini sangat jinak dan penurut. walaupun ia sedang bermain-main di rumah nenekku, tapi ketika tanteku memanggil namanya "Jaaaaaaaaaaackkkk...." ia langsung berlari dan menemui tanteku di rumahnya. selain itu ia tidak pernah mencuri makanan. ia makan ketika diberi makanan..
kemudian Jack tumbuh dengan sangat sehat dan beranak pinak di rumah tante.. sudah tak terhitung lagi berapa banyak anak cucu cicitnya di rumah tante.. semuanya memiliki nama yang sama, yaitu Jack.
kembali lagi ke Chiko.
Induknya Chiko, yaitu si Jack ini sudah sangat sangat jinak. jika melahirkan, ia biasanya menyembunyikan anaknya di rumah nenek dan ia tidak marah jika anaknya kami sentuh. bahkan ketika Chiko kami ambil pun ia ada di sebelah kami dan ia sama sekali tidak marah.
ide untuk memelihara kucing awalnya datang dari mamaku. akhir2 ini rumah kami banyak tikus. tikusnya berasal dari rawa-rawa di sebelah rumah. kebetulan di rumahku ada satu bagian yang memang sengaja dibuat terbuka agar sirkulasi udara lancar dan untuk membuat rumah menjadi lebih terang dan hemat listrik. dan ternyata tikus rawa itu masuk ke rumah kami melewati bagian yang terbuka itu. dan tanpa ada segan dan basa basi tikus-tikus tersebut melewati kami tanpa ada rasa takut. jadi, Chiko kami adopsi supaya tidak ada tikus lagi di rumah kami..
aku yang mengetahui tentang ini rasanya luar biasa senang. aku sejak kecil dulu memang menyukai kucing dan kelinci, tapi mamaku tidak pernah mengizinkanku untuk memelihara binatang sebab katanya binatang-binatang tersebut membawa banyak penyakit. jadi dulu aku suka mengendap-endap ke rumah tetangga untuk bermain-main dengan kucing tetangga. sebelum ada Chiko, binatang yang ada di rumah kami hanya kura-kura dan beberapa jenis ikan. hanya itu.
alasan mama memilih Chiko karena diantara semua anak si Jack, hanya si Chiko ini lah yang paling cantik. selain itu mama memilih anak kucing dengan tujuan agar dapat dilatih dari kecil. kalo yang diambil udah gede takutnya ga bisa diajarin lagi, begitu kata mama.
kehadiran Chiko memberikan keceriaan tersendiri bagi keluarga kami. tingkahnya yang manja dan lucu benar-benar menggemaskan. selain itu ia juga sangat lincah.
biasanya aku yang membuatkannya susu. susunya aku letakkan di dalam piring kecil, piring khusus susunya chiko. dalam sehari aku biasa mengganti susunya sampai 2 kali. aku selalu menungguinya ketika ia minum susu dan sambil membelai-belai tubuhnya.
setelah minum susu, ia biasanya akan memanjat naik ke atas tubuhku yang sedang duduk, lalu ia duduk dengan tenang di atas pahaku, kemudian aku mengusap keningnya dan ia pun tertidur. jika ia dipindahkan ke tempat lain, ia pasti akan terbangun dan memanjat ke pahaku lagi. benar-benar manja dan menggemaskan.
chiko memiliki kamarnya sendiri. jika sudah malam, ia akan masuk ke dalam kamarnya, dan faras membuatkannya kelambu. jika ketika ia bangun dari tidurnya dan ia melihat tidak ada siapa-siapa, maka ia akan mengeong-ngeong dengan keras. biasanya kalau sudah begitu aku akan turun dari kamarku yang terletak di lantai 2 lalu membuatkannya susu. dan ia pun biasanya tertidur lagi di atas pahaku. namun jika ia benar-benar sendiri di rumah, ketika ia mendengar pintu pagar dibuka, ia akan berlari ke arah pintu rumah. dan ketika pintu rumah dibuka, ia menyambut kami dengan suaranya yang menggemaskan, seolah mengatakan "selamat datang kembali" kepada kami..
ia juga suka mendengar kami berbicara. biasanya sebelum tidur aku suka berbincang-bincang bersama mama dan farras di kamarnya mama. lampu depan TV sudah dimatikan, hanya lampu kamar mama yang masih hidup. jika belum tidur dan mendengarkan suara kami, biasanya ia akan mengeong-ngeong di depan kamar mama. meminta untuk dibukakan pintu.
selain itu ia juga sangat ramah. bila di rumah ada tamu, biasanya ia akan ikut melihat tamu tersebut, mencoba berkenalan dan beramah taman dengan caranya sendiri. benar-benar lucu.
cara untuk menidurkannya juga sangat mudah. belai saja keningnya. aku bahkan hanya menidurkannya dalam posisi menyamping, membelai keningnya sambil mengatakan "Chiko tidur yaa.." maka tak lama kemudian ia akan tidur dengan imutnya. ia sangat suka tidur. bentar aja udah tertidur. hingga mama pun menjulukinya sebagai "si tukang tidur".
tingkahnya yang benar-benar menggemaskan telah sangat banyak memberikan keceriaan bagi kami. kadang kami sampai tertawa terpingkal-pingkal sakit perut karena melihat tingkahnya yang benar-benar lucu. ia adalah pelipur sepi. kami sayang dia. ia adalah bagian dari keluarga kami juga, walaupun baru 10 hari kami memeliharanya.
hal yang menjengkelkan darinya hanya satu: suka buang air sembarangan. padahal udah diajari dimana harus buang air, tapi masih aja sembarangan. dan ternyata masalah buang air ini lah yang membawanya kepada maut..
pagi ini (selasa, 4 sept 2012), ketika aku bangun tidur aku dikejutkan oleh pemberitahuan dari Farras: "kak, Chiko udah mati."
sontak saja aku terkejut, dan bertanya: "kok bisa?"
kemudian mama bercerita, bahwa tadi pagi ketika ia bangun tidur, ia menunjukkan tanda-tanda seperti ingin buang air. karna takut ia akan buang air sembarangan di dalam rumah, maka mama mengeluarkannya lewat pintu samping agar ia buang air di tempat yang telah disediakan oleh mama. tak lama setelah itu mama mendengar suara aneh. ternyata tubuhnya telah berlumuran darah dan tampak ada seekor kucing hitam jelek sebagai pelakunya. mama mengusir kucing itu, sementara Chiko sedang sakratul maut. tubuhnya kejang-kejang dan kemudian ia pergi untuk selamanya.. :(
aku sedih. farras juga sedih. mama juga sedih. mama bilang kami harus belajar ikhlas. mama juga bilang semua ini ada hikmahnya.
farras yang saat itu sedang bersiap untuk pergi sekolah tak dapat menahan harunya. ia menangis. ia bilang ia ingin melihat pemakaman chiko tapi tidak diizinkan oleh mama karena takutnya ia akan terlambat ke sekolah. ia pun menangis lagi.. ia bilang ia tidak mau mengikuti pelajaran agama tambahan yang biasanya rutin diadakan tiap hari selasa. tapi dilarang sama mama. mama bilang ia harus tetap mengikuti pelajaran tambahan tersebut.. memang, farras itu perasaannya halus sekali..
kemudian chiko dikubur oleh Bang Uli di sebelah rumah..
dan aku, hari ini aku kurang bersemangat. biasanya sebelum kuliah aku main-main dulu sama chiko. kini chiko udah ga ada lagi.. aku cuma bisa memandangi fotonya dan video-video yang telah kami buat selama chiko masih ada..
kebetulan hari ini aku pulang sore dan farras juga pulang sore.. sebelum membuka pagar, kami melihat kuburan chiko. tidak ada tandanya, namun hanya tampak ada sebuah gundukan pasir seperti kuburan. aku dan farras jadi sedih. kemudian kami mencari sebuah batu yang ukurannya agak besar yang kemudian kami gunakan sebagai batu nisan atau penanda kuburan Chiko..
ketika kami masuk ke dalam rumah pun rasanya sepi dan sedih. biasanya ketika kami pulang sudah ada chiko yang menyambut kami dari ruang tamu, dan setelah itu pasti kami akan bermain bersama Chiko. tapi kini chiko sudah tidak ada lagi.. huaaaaaaaaaa.... :'(
selamat jalan, Chiko.. kami akan selalu merindukan saat-saat bersamamu..
terimakasih telah memberikan banyak keceriaan bagi keluarga kami, walaupun durasinya sangat singkat..
Sediihhhhhhhhh... pengen nangis lagiii... :'(
WE WILL ALWAYS LOVE YOU, CHIKO... HUAAAAAAAAA... :'((
Jika melihat gambar kucing, memori dalam otakku selalu mengingatkan kembali pada Chiko. kucing kesayanganku..
Ya, namanya Chiko. Adikku Farras yang memberi nama tersebut kepada seekor anak kucing lincah nan menggemaskan yang baru saja kami pelihara. Aku gak tau persisnya apakah dia jantan atau betina. tapi menurutku dia betina.. Tubuhnya kecil, mungil, dengan warna mata yang biru ke abu-abuan, bulunya didominasi warna putih namun ada juga warna kuningnya di bagian kepala, leher atas, dan ekor.
awalnya ia adalah kucing di rumah tanteku di kampung yang kebetulan bersebelahan dengan rumah nenek. ibunya bernama Jack. aku gak tau si Jack yang sekarang generasi ke berapa. yang jelas nenek moyang si Jack (yang bernama Jack juga) pertama kali datang ke rumah tante sekitar tahun 1998. awalnya ada seekor kucing liar berwarna campuran hitam, putih, dan kuning yang tiba2 datang ke rumah tante. saat itu neneknya tante merasa iba dengan kucing tersebut lalu memberinya makan dan membersihkan tubuh kucing tersebut. dan ternyata kucing itu memiliki perangai yang baik.. ia tak pernah mencuri ikan, dan ia membunuh tikus-tikus yang ada di rumah tante. tikus-tikus yang mati itu dikumpulkannya, tidak ia makan. namun anehnya, tidak ada bekas luka atau darah sedikitpun pada tubuh tikus-tikus itu.
suatu hari di tahun 1998 (tidak lama setelah kedatangan kucing tersebut), tanteku menonton film TITANIC dan terpesona dengan Leonardo DiCaprio yang berperan sebagai Jack. kemudian kucing tersebut ia namakan Jack.
Jack ini sangat jinak dan penurut. walaupun ia sedang bermain-main di rumah nenekku, tapi ketika tanteku memanggil namanya "Jaaaaaaaaaaackkkk...." ia langsung berlari dan menemui tanteku di rumahnya. selain itu ia tidak pernah mencuri makanan. ia makan ketika diberi makanan..
kemudian Jack tumbuh dengan sangat sehat dan beranak pinak di rumah tante.. sudah tak terhitung lagi berapa banyak anak cucu cicitnya di rumah tante.. semuanya memiliki nama yang sama, yaitu Jack.
kembali lagi ke Chiko.
Induknya Chiko, yaitu si Jack ini sudah sangat sangat jinak. jika melahirkan, ia biasanya menyembunyikan anaknya di rumah nenek dan ia tidak marah jika anaknya kami sentuh. bahkan ketika Chiko kami ambil pun ia ada di sebelah kami dan ia sama sekali tidak marah.
ide untuk memelihara kucing awalnya datang dari mamaku. akhir2 ini rumah kami banyak tikus. tikusnya berasal dari rawa-rawa di sebelah rumah. kebetulan di rumahku ada satu bagian yang memang sengaja dibuat terbuka agar sirkulasi udara lancar dan untuk membuat rumah menjadi lebih terang dan hemat listrik. dan ternyata tikus rawa itu masuk ke rumah kami melewati bagian yang terbuka itu. dan tanpa ada segan dan basa basi tikus-tikus tersebut melewati kami tanpa ada rasa takut. jadi, Chiko kami adopsi supaya tidak ada tikus lagi di rumah kami..
aku yang mengetahui tentang ini rasanya luar biasa senang. aku sejak kecil dulu memang menyukai kucing dan kelinci, tapi mamaku tidak pernah mengizinkanku untuk memelihara binatang sebab katanya binatang-binatang tersebut membawa banyak penyakit. jadi dulu aku suka mengendap-endap ke rumah tetangga untuk bermain-main dengan kucing tetangga. sebelum ada Chiko, binatang yang ada di rumah kami hanya kura-kura dan beberapa jenis ikan. hanya itu.
alasan mama memilih Chiko karena diantara semua anak si Jack, hanya si Chiko ini lah yang paling cantik. selain itu mama memilih anak kucing dengan tujuan agar dapat dilatih dari kecil. kalo yang diambil udah gede takutnya ga bisa diajarin lagi, begitu kata mama.
kehadiran Chiko memberikan keceriaan tersendiri bagi keluarga kami. tingkahnya yang manja dan lucu benar-benar menggemaskan. selain itu ia juga sangat lincah.
biasanya aku yang membuatkannya susu. susunya aku letakkan di dalam piring kecil, piring khusus susunya chiko. dalam sehari aku biasa mengganti susunya sampai 2 kali. aku selalu menungguinya ketika ia minum susu dan sambil membelai-belai tubuhnya.
setelah minum susu, ia biasanya akan memanjat naik ke atas tubuhku yang sedang duduk, lalu ia duduk dengan tenang di atas pahaku, kemudian aku mengusap keningnya dan ia pun tertidur. jika ia dipindahkan ke tempat lain, ia pasti akan terbangun dan memanjat ke pahaku lagi. benar-benar manja dan menggemaskan.
chiko memiliki kamarnya sendiri. jika sudah malam, ia akan masuk ke dalam kamarnya, dan faras membuatkannya kelambu. jika ketika ia bangun dari tidurnya dan ia melihat tidak ada siapa-siapa, maka ia akan mengeong-ngeong dengan keras. biasanya kalau sudah begitu aku akan turun dari kamarku yang terletak di lantai 2 lalu membuatkannya susu. dan ia pun biasanya tertidur lagi di atas pahaku. namun jika ia benar-benar sendiri di rumah, ketika ia mendengar pintu pagar dibuka, ia akan berlari ke arah pintu rumah. dan ketika pintu rumah dibuka, ia menyambut kami dengan suaranya yang menggemaskan, seolah mengatakan "selamat datang kembali" kepada kami..
ia juga suka mendengar kami berbicara. biasanya sebelum tidur aku suka berbincang-bincang bersama mama dan farras di kamarnya mama. lampu depan TV sudah dimatikan, hanya lampu kamar mama yang masih hidup. jika belum tidur dan mendengarkan suara kami, biasanya ia akan mengeong-ngeong di depan kamar mama. meminta untuk dibukakan pintu.
selain itu ia juga sangat ramah. bila di rumah ada tamu, biasanya ia akan ikut melihat tamu tersebut, mencoba berkenalan dan beramah taman dengan caranya sendiri. benar-benar lucu.
cara untuk menidurkannya juga sangat mudah. belai saja keningnya. aku bahkan hanya menidurkannya dalam posisi menyamping, membelai keningnya sambil mengatakan "Chiko tidur yaa.." maka tak lama kemudian ia akan tidur dengan imutnya. ia sangat suka tidur. bentar aja udah tertidur. hingga mama pun menjulukinya sebagai "si tukang tidur".
tingkahnya yang benar-benar menggemaskan telah sangat banyak memberikan keceriaan bagi kami. kadang kami sampai tertawa terpingkal-pingkal sakit perut karena melihat tingkahnya yang benar-benar lucu. ia adalah pelipur sepi. kami sayang dia. ia adalah bagian dari keluarga kami juga, walaupun baru 10 hari kami memeliharanya.
hal yang menjengkelkan darinya hanya satu: suka buang air sembarangan. padahal udah diajari dimana harus buang air, tapi masih aja sembarangan. dan ternyata masalah buang air ini lah yang membawanya kepada maut..
pagi ini (selasa, 4 sept 2012), ketika aku bangun tidur aku dikejutkan oleh pemberitahuan dari Farras: "kak, Chiko udah mati."
sontak saja aku terkejut, dan bertanya: "kok bisa?"
kemudian mama bercerita, bahwa tadi pagi ketika ia bangun tidur, ia menunjukkan tanda-tanda seperti ingin buang air. karna takut ia akan buang air sembarangan di dalam rumah, maka mama mengeluarkannya lewat pintu samping agar ia buang air di tempat yang telah disediakan oleh mama. tak lama setelah itu mama mendengar suara aneh. ternyata tubuhnya telah berlumuran darah dan tampak ada seekor kucing hitam jelek sebagai pelakunya. mama mengusir kucing itu, sementara Chiko sedang sakratul maut. tubuhnya kejang-kejang dan kemudian ia pergi untuk selamanya.. :(
aku sedih. farras juga sedih. mama juga sedih. mama bilang kami harus belajar ikhlas. mama juga bilang semua ini ada hikmahnya.
farras yang saat itu sedang bersiap untuk pergi sekolah tak dapat menahan harunya. ia menangis. ia bilang ia ingin melihat pemakaman chiko tapi tidak diizinkan oleh mama karena takutnya ia akan terlambat ke sekolah. ia pun menangis lagi.. ia bilang ia tidak mau mengikuti pelajaran agama tambahan yang biasanya rutin diadakan tiap hari selasa. tapi dilarang sama mama. mama bilang ia harus tetap mengikuti pelajaran tambahan tersebut.. memang, farras itu perasaannya halus sekali..
kemudian chiko dikubur oleh Bang Uli di sebelah rumah..
dan aku, hari ini aku kurang bersemangat. biasanya sebelum kuliah aku main-main dulu sama chiko. kini chiko udah ga ada lagi.. aku cuma bisa memandangi fotonya dan video-video yang telah kami buat selama chiko masih ada..
kebetulan hari ini aku pulang sore dan farras juga pulang sore.. sebelum membuka pagar, kami melihat kuburan chiko. tidak ada tandanya, namun hanya tampak ada sebuah gundukan pasir seperti kuburan. aku dan farras jadi sedih. kemudian kami mencari sebuah batu yang ukurannya agak besar yang kemudian kami gunakan sebagai batu nisan atau penanda kuburan Chiko..
ketika kami masuk ke dalam rumah pun rasanya sepi dan sedih. biasanya ketika kami pulang sudah ada chiko yang menyambut kami dari ruang tamu, dan setelah itu pasti kami akan bermain bersama Chiko. tapi kini chiko sudah tidak ada lagi.. huaaaaaaaaaa.... :'(
selamat jalan, Chiko.. kami akan selalu merindukan saat-saat bersamamu..
terimakasih telah memberikan banyak keceriaan bagi keluarga kami, walaupun durasinya sangat singkat..
Sediihhhhhhhhh... pengen nangis lagiii... :'(
WE WILL ALWAYS LOVE YOU, CHIKO... HUAAAAAAAAA... :'((
Langganan:
Postingan (Atom)





