Selasa, 04 September 2012

Si Tukang Tidur yang Telah Tidur Untuk Selamanya

sebuah nama, dengan pertemuan yang singkat, menyisakan berbagai kenangan..

Jika melihat gambar kucing, memori dalam otakku selalu mengingatkan kembali pada Chiko. kucing kesayanganku..

Ya, namanya Chiko. Adikku Farras yang memberi nama tersebut kepada seekor anak kucing lincah nan menggemaskan yang baru saja kami pelihara. Aku gak tau persisnya apakah dia jantan atau betina. tapi menurutku dia betina.. Tubuhnya kecil, mungil, dengan warna mata yang biru ke abu-abuan, bulunya didominasi warna putih namun ada juga warna kuningnya di bagian kepala, leher atas, dan ekor.

awalnya ia adalah kucing di rumah tanteku di kampung yang kebetulan bersebelahan dengan rumah nenek. ibunya bernama Jack. aku gak tau si Jack yang sekarang generasi ke berapa. yang jelas nenek moyang si Jack (yang bernama Jack juga) pertama kali datang ke rumah tante sekitar tahun 1998. awalnya ada seekor kucing liar berwarna campuran hitam, putih, dan kuning yang tiba2 datang ke rumah tante. saat itu neneknya tante merasa iba dengan kucing tersebut lalu memberinya makan dan membersihkan tubuh kucing tersebut. dan ternyata kucing itu memiliki perangai yang baik.. ia tak pernah mencuri ikan, dan ia membunuh tikus-tikus yang ada di rumah tante. tikus-tikus yang mati itu dikumpulkannya, tidak ia makan. namun anehnya, tidak ada bekas luka atau darah sedikitpun pada tubuh tikus-tikus itu.

suatu hari di tahun 1998 (tidak lama setelah kedatangan kucing tersebut), tanteku menonton film TITANIC dan terpesona dengan Leonardo DiCaprio yang berperan sebagai Jack. kemudian kucing tersebut ia namakan Jack.

Jack ini sangat jinak dan penurut. walaupun ia sedang bermain-main di rumah nenekku, tapi ketika tanteku memanggil namanya "Jaaaaaaaaaaackkkk...." ia langsung berlari dan menemui tanteku di rumahnya. selain itu ia tidak pernah mencuri makanan. ia makan ketika diberi makanan..

kemudian Jack tumbuh dengan sangat sehat dan beranak pinak di rumah tante.. sudah tak terhitung lagi berapa banyak anak cucu cicitnya di rumah tante.. semuanya memiliki nama yang sama, yaitu Jack.

kembali lagi ke Chiko.

Induknya Chiko, yaitu si Jack ini sudah sangat sangat jinak. jika melahirkan, ia biasanya menyembunyikan anaknya di rumah nenek dan ia tidak marah jika anaknya kami sentuh. bahkan ketika Chiko kami ambil pun ia ada di sebelah kami dan ia sama sekali tidak marah.

ide untuk memelihara kucing awalnya datang dari mamaku. akhir2 ini rumah kami banyak tikus. tikusnya berasal dari rawa-rawa di sebelah rumah. kebetulan di rumahku ada satu bagian yang memang sengaja dibuat terbuka agar sirkulasi udara lancar dan untuk membuat rumah menjadi lebih terang dan hemat listrik. dan ternyata tikus rawa itu masuk ke rumah kami melewati bagian yang terbuka itu. dan tanpa ada segan dan basa basi tikus-tikus tersebut melewati kami tanpa ada rasa takut. jadi, Chiko kami adopsi supaya tidak ada tikus lagi di rumah kami..

aku yang mengetahui tentang ini rasanya luar biasa senang. aku sejak kecil dulu memang menyukai kucing dan kelinci, tapi mamaku tidak pernah mengizinkanku untuk memelihara binatang sebab katanya binatang-binatang tersebut membawa banyak penyakit. jadi dulu aku suka mengendap-endap ke rumah tetangga untuk bermain-main dengan kucing tetangga. sebelum ada Chiko, binatang yang ada di rumah kami hanya kura-kura dan beberapa jenis ikan. hanya itu.

alasan mama memilih Chiko karena diantara semua anak si Jack, hanya si Chiko ini lah yang paling cantik. selain itu mama memilih anak kucing dengan tujuan agar dapat dilatih dari kecil. kalo yang diambil udah gede takutnya ga bisa diajarin lagi, begitu kata mama.

kehadiran Chiko memberikan keceriaan tersendiri bagi keluarga kami. tingkahnya yang manja dan lucu benar-benar menggemaskan. selain itu ia juga sangat lincah.

biasanya aku yang membuatkannya susu. susunya aku letakkan di dalam piring kecil, piring khusus susunya chiko. dalam sehari aku biasa mengganti susunya sampai 2 kali. aku selalu menungguinya ketika ia minum susu dan sambil membelai-belai tubuhnya.

setelah minum susu, ia biasanya akan memanjat naik ke atas tubuhku yang sedang duduk, lalu ia duduk dengan tenang di atas pahaku, kemudian aku mengusap keningnya dan ia pun tertidur. jika ia dipindahkan ke tempat lain, ia pasti akan terbangun dan memanjat ke pahaku lagi. benar-benar manja dan menggemaskan.



chiko memiliki kamarnya sendiri. jika sudah malam, ia akan masuk ke dalam kamarnya, dan faras membuatkannya kelambu. jika ketika ia bangun dari tidurnya dan ia melihat tidak ada siapa-siapa, maka ia akan mengeong-ngeong dengan keras. biasanya kalau sudah begitu aku akan turun dari kamarku yang terletak di lantai 2 lalu membuatkannya susu. dan ia pun biasanya tertidur lagi di atas pahaku. namun jika ia benar-benar sendiri di rumah, ketika ia mendengar pintu pagar dibuka, ia akan berlari ke arah pintu rumah. dan ketika pintu rumah dibuka, ia menyambut kami dengan suaranya yang menggemaskan, seolah mengatakan "selamat datang kembali" kepada kami..

ia juga suka mendengar kami berbicara. biasanya sebelum tidur aku suka berbincang-bincang  bersama mama dan farras di kamarnya mama. lampu depan TV sudah dimatikan, hanya lampu kamar mama yang masih hidup. jika belum tidur dan mendengarkan suara kami, biasanya ia akan mengeong-ngeong di depan kamar mama. meminta untuk dibukakan pintu.

selain itu ia juga sangat ramah. bila di rumah ada tamu, biasanya ia akan ikut melihat tamu tersebut, mencoba berkenalan dan beramah taman dengan caranya sendiri. benar-benar lucu.

cara untuk menidurkannya juga sangat mudah. belai saja keningnya. aku bahkan hanya menidurkannya dalam posisi menyamping, membelai keningnya sambil mengatakan "Chiko tidur yaa.." maka tak lama kemudian ia akan tidur dengan imutnya. ia sangat suka tidur. bentar aja udah tertidur. hingga mama pun menjulukinya sebagai "si tukang tidur".

tingkahnya yang benar-benar menggemaskan telah sangat banyak memberikan keceriaan bagi kami. kadang kami sampai tertawa terpingkal-pingkal sakit perut karena melihat tingkahnya yang benar-benar lucu. ia adalah pelipur sepi. kami sayang dia. ia adalah bagian dari keluarga kami juga, walaupun baru 10 hari kami memeliharanya.

hal yang menjengkelkan darinya hanya satu: suka buang air sembarangan. padahal udah diajari dimana harus buang air, tapi masih aja sembarangan. dan ternyata masalah buang air ini lah yang membawanya kepada maut..

pagi ini (selasa, 4 sept 2012), ketika aku bangun tidur aku dikejutkan oleh pemberitahuan dari Farras: "kak, Chiko udah mati."

sontak saja aku terkejut, dan bertanya: "kok bisa?"

kemudian mama bercerita, bahwa tadi pagi ketika ia bangun tidur, ia menunjukkan tanda-tanda seperti ingin buang air. karna takut ia akan buang air sembarangan di dalam rumah, maka mama mengeluarkannya lewat pintu samping agar ia buang air di tempat yang telah disediakan oleh mama. tak lama setelah itu mama mendengar suara aneh. ternyata tubuhnya telah berlumuran darah dan tampak ada seekor kucing hitam jelek sebagai pelakunya. mama mengusir kucing itu, sementara Chiko sedang sakratul maut. tubuhnya kejang-kejang dan kemudian ia pergi untuk selamanya.. :(

aku sedih. farras juga sedih. mama juga sedih. mama bilang kami harus belajar ikhlas. mama juga bilang semua ini ada hikmahnya.

farras yang saat itu sedang bersiap untuk pergi sekolah tak dapat menahan harunya. ia menangis. ia bilang ia ingin melihat pemakaman chiko tapi tidak diizinkan oleh mama karena takutnya ia akan terlambat ke sekolah. ia pun menangis lagi.. ia bilang ia tidak mau mengikuti pelajaran agama tambahan yang biasanya rutin diadakan tiap hari selasa. tapi dilarang sama mama. mama bilang ia harus tetap mengikuti pelajaran tambahan tersebut.. memang, farras itu perasaannya halus sekali..

kemudian chiko dikubur oleh Bang Uli di sebelah rumah..

dan aku, hari ini aku kurang bersemangat. biasanya sebelum kuliah aku main-main dulu sama chiko. kini chiko udah ga ada lagi.. aku cuma bisa memandangi fotonya dan video-video yang telah kami buat selama chiko masih ada..

kebetulan hari ini aku pulang sore dan farras juga pulang sore.. sebelum membuka pagar, kami melihat kuburan chiko. tidak ada tandanya, namun hanya tampak ada sebuah gundukan pasir seperti kuburan. aku dan farras jadi sedih. kemudian kami mencari sebuah batu yang ukurannya agak besar yang kemudian kami gunakan sebagai batu nisan atau penanda kuburan Chiko..

ketika kami masuk ke dalam rumah pun rasanya sepi dan sedih. biasanya ketika kami pulang sudah ada chiko yang menyambut kami dari ruang tamu, dan setelah itu pasti kami akan bermain bersama Chiko. tapi kini chiko sudah tidak ada lagi.. huaaaaaaaaaa.... :'(

selamat jalan, Chiko.. kami akan selalu merindukan saat-saat bersamamu..
terimakasih telah memberikan banyak keceriaan bagi keluarga kami, walaupun durasinya sangat singkat..
Sediihhhhhhhhh... pengen nangis lagiii... :'(

WE WILL ALWAYS LOVE YOU, CHIKO... HUAAAAAAAAA... :'((


Sabtu, 25 Agustus 2012

Lebaran Nano-nano

setelah melewati ibadah puasa selama kurang lebih 20 hari di Banda Aceh, kami memutuskan untuk melakukan ritual tahunan keluarga kami yaitu mudik ke kampung halaman yang terletak di Aceh Barat Daya.
setelah Tsunami hingga tahun 2010, saya agak-agak malas kalau mesti bolak-balik kampung-Banda Aceh. bukannya apa2, karena diakibatkan terputusnya jalan pasca tsunami, perjalanan yang biasanya ditempuh selama 8-9 jam melalui rute biasa, kemudian berubah menjadi 12-14 jam melalui jalur 'darurat' plus naik rakit 3 kali.. sebelum tsunami, biasanya kami melewati jalur pesisir barat-selatan dan melewati beberapa gunung. namun setelah tsunami, rute nya berubah menjadi banda aceh - bireun, kemudian melewati berbagai gunung, geumpang, kemudian barulah lewat calang dan pesisir barat-selatan dengan kondisi jalan berkerikil yang sangat mengenaskan plus harus antri rakit. kalau hari biasa, antrian tidak terlalu panjang. namun kalau lagi musim libur, untuk mengantri satu rakit saja butuh waktu berjam-jam..

tapi alhamdulillah sejak tahun 2010 jalan banda aceh- calang - meulaboh sudah sangat sangat sangat bagus.
ruas jalannya sudah sangat luas. seperti luasnya jalan tol. kemudian tidak melewati banyak gunung lagi karena  sudah ada jalan pintas yang membelah beberapa gunung. sehingga gunung yang dilewati hanya gunung kulu, paro, geurutee dan gunung tran. perjalanan dari banda aceh - meulaboh hanya sekitar 3-4 jam dan banda aceh - abdya sekitar 5-6 jam. bayangkan dulu sebelum tsunami, dari banda aceh - abdya 8-9 jam, dan pasca tsunami hingga tahun 2010 perjalanan banda aceh - abdya ditempuh selama 12- 14 jam.. jauh banget perbedaannya..

dulu saya sering mabuk darat, namun setelah berobat ke klinik tong fang, sekarang saya jadi mabuk kepayang.. (halah, apaan sih ini? ngaco aja deh! acuhkan saja yaa teman-teman... :p )

kembali ke topik. setelah proyek perbaikan jalan selesai, saya bisa katakan bahwa jalan barat-selatan adalah jalur mudik dengan kondisi jalan terbaik yang pernah ada di aceh. dengan ruas jalan yang luas, perjalanan pun terasa sangat menyenangkan dan disepanjang jalan mata kita juga terhibur karena disuguhi oleh pemandangan alam yang sangat cantik: pasir putih dan birunya laut. apalagi jika naik ke gunung geurute, benar-benar indah! dari gunung tampak birunya laut, dan ada pulau yang saya ga tau namanya, terus ada sawah-sawahnya gitu.. apalagi kalo sunset.. cantiiik banget!! semuanya berubah warna menjadi keemasan, dan terlihat benar-benar eksotis!

saya sangat menikmati perjalan kali ini. kali ini kami pergi berempat. biasanya berlima, namun kali ini tanpa ayah. dulu biasanya ayah yang mengendarai mobil, tapi kini tugas itu digantikan oleh wildan. mama duduk di depan, sementara aku dan farras duduk di barisan ke dua.

kami berangkat pukul 06.30 WIB dan sempat beberapa kali singgah: singgah di geurutee untuk foto-foto dan singgah di beberapa SPBU untuk buang air kecil dan mengisi bensin. kemudian tiba di kampung halaman dengan selamat sentosa pada pukul 12.30 WIB.

begitu nyampe di kampung, kami sudah ditunggu oleh para saudara yang ada di sana. kami turun di rumah nenek. setelah mengangkut barang dari mobil ke rumah, kami cerita-cerita, ngobrol-ngobrol, dan tertawa.
setelah shalat dhuhur, aku masuk ke kamar yang telah disiapkan oleh nenek, tentunya dengan tempat tidur yang ada kelambunya.

selama aku di rumah nenek, ada kejadian aneh yang aku alami.. setiap malam, aku tidur sendiri. aku memastikan bahwa tidak ada makhluk lain selain aku di dalam kamar itu. kemudian aku mengunci pintu dan tidur. aku bangun pada pukul 4.00 karena bunyi alarm yang sengaja aku stel untuk membangunkan aku sahur. dan betapa kagetnya aku ketika aku turun dari tempat tidur, di kaki tempat tidur ada seekor kucing hitam yang mengeong-ngeong kepadaku. aku mau jalan ke arah pintu untuk membuka kuci, tapi aku merasa takut. kucing hitam itu menatapku dengan tajam, seperti sedang mengawasi. aku takut dicakar. kemudian ketika kucing hitam itu menggesek-gesekkan punggungnya di kursi yang ada di dalam kamar, secepat kilat aku berlari ke arah pintu dan keluar dari kamar.

kemudian aku menceritakan perihal kucing itu pada mama dan nenek. sambil bercanda mereka bilang itu bagus, karena ada yang jagain aku tidur. sementara farras yang juga ikut mendengar malah bilang: "hayoo kak, kucing misterius tuh!", dan kejadian itu tidak hanya sekali kualami, tapi keesokan malamnya kucing itu juga ada di kamarku.

hari ke tiga, aku ke rumah ibu dan kakak sepupuku. jaraknya agak jauh dari rumah nenek sehingga harus ditempuh menggunakan sepeda motor. kalo lagi pulang kampung, biasanya aku menghabiskan waktu lebih sering di rumah mereka. paling di rumah nenek cuma 1-2 hari pertama dan hari terakhir sebelum pulang. bukannya apa-apa, tapi kalo di rumah nenek aku sendirian, ga ada teman. sedangkan di rumah ibu ada 2 orang kakak sepupuku di sana. jadi terasa lebih menyenangkan. apalagi rupanya kak misna udah masang wifi speedy di rumahnya. jadi bisa online terus 24 jam.. :D

yang paling menyenangkan adalah ketika lebaran. kami menggunakan baju yang sama-sama dari sulam bayang, tapi beda warna, motif, dan bentuknya. dan untuk lebaran ini aku pakai pashmina dan agak sedikit ribet dengan cara pemasangannya.

kami bertemu dengan banyak orang dan menyenangkan saja rasanya, kami dan semua orang yang kami temui dalam keadaan bersuka cita. makan lontong, ketupat, tapai, dan kue-kue manis lainnya. benar-benar memberikan energi positif.

tapi ada satu hal yang membuatku sedih yaitu ketika ziarah ke kuburan ayah. kami menangis di sana. sambil berdoa, aku dan adikku farras yang kebetulan ada di sebelahku juga menangis. aku teringat saat lebaran tahun lalu ayah masih ada bersama kami dan berbagi keceriaan lebaran: bercerita lucu dan tertawa bersama saudara-saudara semua..

aku menangis sesenggukan. make up ku luntur. aku sadar mukaku terlihat aneh, eyeliner dan maskara ku luntur bersama air mata dan mengotori pipiku yang ber-blush on. aku tak peduli. kemudian aku memeluk farras yang juga masih menangis. ayahku suka rendang yang dimasak mama, suka tapai dan ketupat buatan nenek, dan suka rambutan yang ada di rumah ibu yang kebetulan saat ini sedang berbuah. lebaran ini ayah ga bisa makan rendang buatan mama, tapai buatan nenek, dan rambutan dari kebun ibu. tapi aku yakin ayahku sedang makan sesuatu yang lebih enak dari rendang, ketupat, tapai, dan rambutan. ayahku memakan makanan yang disediakan Allah di surga. beliau orang baik. Allah memanggilnya lebih dahulu karena Allah sayang sama beliau.

oh iya, sebelum lebaran aku, kak ima, sama kak misna membuat brownies dan black forest.. agak nyeleneh sih.. brownies dan black forestnya kami buat dan hias sedemikian rupa sehingga namanya jadi "brownies galau" dan "black forest pagar makan tanaman". hihihi.. :D

oh iya, selama di sini aku bener-bener senang.. aku mandi di sungai yang airnya bener2 jernih dan dingin, ke kebun, ikut mancing, jalan-jalan, makan enak, ketemu sama banyak orang, ngumpul sama sodara2, ketawa2, dan ngeliat pemandangan hamparan sawah sepanjang mata memandang yang bener-bener luar biasa menurutku..

2 hari yang lalu aku nemenin kak ima ke blang pidie, berlebaran ke rumah calon mertuanya. sampai di sana kami disambut hangat sama kakak dan mamanya bang jal (pacar kak ima). keluarganya ramah, asik, dan enak diajar ngobrol.. pulang dari sana kami dikasih 4 buah durian yang berasal dari kebun mereka.. abis dari rumah bang jal kami ke toko komputer untuk nyari charger laptopku yang bermasalah. setelah itu kami makan mie kocok blang pidie yang terkenal kelezatannya hingga ke kabupaten sebelah.. sluuurrrrpppp.. ahhh... ueenaak tenan! :D

hari ini hari terakhir aku di kampung. besok pagi harus balik ke banda aceh dan memulai rutinitas baru sebagai mahasiswi yang baru masuk semester 7. sebel sih kenapa cepet bgt baliknya.. padahal kan pengen lebih lama lagi disini..

eh, btw kangen juga sama temen2 di banda aceh.. whoooa,, ntar kalo udah disana, kita jalan-jalan, hunting makanan enak, hunting tempat belanja murah n gila-gilaan lagi yukk.. :D

mumpung masih dalam suasana lebaran, ane mau ngucapin juga: Minnal Aidin wal Faidzin yah.. Mohon maaf lahir batin.. :D

Salam 'cheers' selalu


Silfana :)

Rabu, 27 Juni 2012

Broken Heart Quotes



"There is one pain I often feel which you will never know because it is caused by the absence of you."


A thousand words could not bring you back
I know because I have tried
Neither would a thousand Tears
I know because I have cried

You left behind a broken heart
And happy memories too
But I never wanted memories
I only wanted You

I can forget the tears and hurt you put me through
but I cant forget the laughs and special times I shared with you


I wish there were a way I could go back in time
To hold you in my arms
As if you were mine

I'm going to smile and make you think I'm happy, I'm going to laugh, so you don't see me cry, I'm going to let you go in style,
and even if it kills me- I'm going to smile.


The hardest part of loving someone
is knowing when to let go and knowing when to say goodbye



I don't know what to do
now that we're apart
I don't know how to live
without the other part of my heart


If tears could build a stairway on memories alone
I'd walk right up to heaven and bring you home again



Letting go is just another way of saying I love you so


Frustrated because I can't tell if it's real. Mad because I don't know how you feel. Upset because we can't make it right. Sad because I need you
day and night. Angry because you won't take my hand. Aggravated because you don't understand. Disappointed because we can't be together, but still I'll love you forever.

Today was just one of those days where everything I did reminded me of you and every song I heard somehow related to you. I hate days like today, because they remind me of the one thing I dont have.


If I could say anything, I envy happy couples. You don’t know how much it hurts , to look at someone you’re still madly in love with and not be able to do anything about it, to have you heart broken, and still want them, and to face the fact that they don’t want you anymore. It just hurts so much deep inside. There all you think about it, and people tell you just to give up , its not that easy to give up on someone you really love. The hardest part is that they’re happy and you’re not and you always wanted to be the reason why they were happy and this quote will never speak all the things I wish I could tell you about how it hurts. Its really not as easy people think it is.


The sadness comes from the solitude of the heart." 
Montesquieu 

“What is the opposite of two? A lonely me, a lonely you.” 
Richard Wilbur 

“I don’t know why they call it heartbreak. It feels like every other part of my body is broken too.” 
Missy Altijd 

"When you're dreaming with a broken heart, the waking up is the hardest part. You roll outta bed and down on your knees and for a moment you can hardly breathe." 
John Mayer 

Selasa, 26 Juni 2012

Jutaan Maaf Mungkin Tak Pernah Cukup

beberapa hari ini ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku: tentang kita!

ada hal yang masih belum ku mengerti tentang kita yang sekarang..
malam itu aku coba menanyakannya padamu, kau bilang aku hanya membuka kembali luka yang telah kau kubur dalam-dalam. padahal kau telah berusaha untuk berdamai dengan masa lalumu, masa lalu kita yang sama sekali tak indah untuk diceritakan...

sore itu kita menyepakati untuk bertemu. di cafe itu. hanya kau dan aku.
sambil menangis kau katakan kembali bahwa aku hanya membuka kembali luka yang telah kau coba untuk kau kubur dalam-dalam. dan ketika itu diungkit kembali, sakit sekali rasanya. kau ceritakan begitu banyak kekurangajaran ku, kejahatanku, perlakuan burukku terhadapmu hingga kau tak bisa melampiaskan emosimu. kau pun menangis.

aku pun sadar. keberadaanku selama ini hanya beban untukmu, hanya bisa membuatmu sedih dan terluka.
jangankan untuk memberi sesendok kebahagiaan, untuk memberikan setetes kebahagiaan pun aku tak sanggup, hingga kau berkata bahwa kau tak tahu bahagia itu seperti apa.

aku tahu, mungkin tidak ada lelaki lain yang mampu memperlakukanku sepertimu. kau begitu baik, begitu sabar menghadapi keanehan serta kelabilanku. kemudian apa balasanku padamu? hanya menggoreskan luka dalam hatimu. aku mungkin tipe wanita yang memiliki begitu banyak ketidakmampuan dan keterbatasan dalam diriku sehingga menjadikanku selalu absen saat kau sedang susah. hingga kau berkata bahwa kini tak ada lagi wanita di dunia ini yang kau percayai selain ibumu.

luka yang ada dalam hatimu mungkin ibarat kayu yang ditancapkan paku. walaupun kemudian paku itu dicabut kembali, namun tetap meninggalkan bekas pada kayu tersebut. walaupun berjuta maaf yang selalu kumohonkan padamu, dan walaupun kau bilang stok maafmu padaku akan selalu ada dan tak pernah habis, namun tetap tidak bisa menghilangkan bekas itu, kan? bekas itu akan selalu ada dan akan selalu membuatmu sedih, kesal, dan marah saat bekas itu dimunculkan kembali.

mungkin keputusan yang kita buat malam itu sudah tepat. aku dengan segala kelabilanku berpikir bahwa mungkin keberadaanku yang tidak pantas ini hanya bisa membuatmu terbebani, tidak bahagia, dan menyusahkanmu. dan aku merasa bahwa aku bukanlah jawaban atas kebahagiaan yang kau cari selama ini. aku mempersilahkan kau keluar dari sangkar yang selama ini menjadi penghambatmu, terbang mencari kebahagiaan yang lain walaupun sebenarnya rasa ini masih sebesar yang dulu.

selama 3 tahun kita bersama, ketika cerita ini kita ungkit lagi, ternyata kita berdua menangis. kau menangis karena luka hatimu yang kuungkit kembali, dan aku tidak peduli banyaknya manusia yang ada di hadapannku saat itu. ketika ingin menangis, aku mengangis. menangisi segala sikap burukku padamu dan menyadari betapa bodohnya aku. kemudian aku sadar bahwa kisah ini bukanlah kisah cinta yang kamu inginkan selama ini. maaf......

mungkin kau tidak nyaman dengan duniaku. bagimu duniaku hanya penuh dengan penghakiman sehingga kau merasa tidak nyaman karena dihakimi. kau menganggap bahwa duniaku tak menyukaimu. padahal semuanya tidak seperti yang kau pikirkan..

apapun itu aku hanya mengharapkan kebahagiaan bagimu. yang penting kamu bahagia. walaupun bahagiamu bukanlah bersamaku... :)

Senin, 25 Juni 2012

Perjalanan yang takkan pernah sama lagi

pagi ini sambil menunggu azan subuh, aku terbaring menatap langit-langit kamarku. pikiranku pun melayang entah kemana. tiba-tiba aku ingat dulu sewaktu ayah masih ada disini. dulu setiap pagi ketika aku masih sekolah aku selalu berangkat sekolah sama ayah. ketika jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi ayah selalu menyuh aku dan adik-adikku untuk lebih cepat agar tidak terlambat. ayah masuk kantor jam 8 pagi dan tidak mau terlambat..

kebiasaan itu pun berlanjut hingga aku kuliah. disaat teman-temanku berangkat dengan kendaraan pribadinya, aku tetap diantar oleh ayah. maklum, jangankan kendaraan roda empat, hingga kini kendaraan roda dua pun aku tak punya.

dengan menggunakan mobil ber plat merah ayah mengantar aku dan adik-adikku ke sekolah setiap pagi. namun karena jarak kampusku paling jauh dari rumah dan dari kantor, ayah menurunkanku di halte labi-labi (angkot), kemudian aku meneruskan perjalanan dengan labi-labi hingga sampai ke depan kampusku, Fakultas Kedokteran tercinta. begitu terus setiap pagi.

kemudian, jika aku pulang kuliah sekitar jam 12 atau jam 1, aku selalu telpon ayah. aku selalu menanyakan ayah sedang dimana? siang ini pulang atau tidak? kalau pulang, aku menunggu di halte depan rumah sakit umum. begitu setiap hari.

dengan menggunakan labi-labi atau damri aku berangkat dari kampus dan turun di halte yang ada di depan rumah sakit. biasanya sebelum aku tiba di halte aku akan menelepon ayah untuk mengabarkan bahwa aku sudah dekat sehingga ayah bisa langsung berangkat dari kantornya yang letaknya tidak terlalu jauh dari RSU ZA. biasanya ketika aku turun di depan halte, ayah sudah ada di sana, atau aku harus menunggu sebentar hingga mobil dinas ayah datang. setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan ke daerah pocut baren untuk menjemput adikku yang bersekolah disana. kemudian kami pulang dan menikmati santapan lezat yang dimasak oleh mama dengan penuh cinta. begitu terus setiap hari.

***

satu hal yang sangat aku rindukan saat ini adalah berada di mobil yang sama dengan ayah. duduk di sebelah ayah, mendengarkan siaran berita pagi via radio, menciumi tangan ayah sembari mengucapkan salam dan turun dari mobil. memang hal yang sangat sederhana, tapi ngangenin.

setiap aku berada di dalam mobil bersama ayah, aku selalu memperhatikan tangan ayah, terutama saat ayah mengganti gigi mobil dan ketika memegang stir. tangan ayahku terlihat kurus, dengan tulang-tulangnya dan urat-urat di punggung tangannya yang terlihat menonjol. ayah terlihat mulai tua dan lelah, tapi ayah tidak pernah mengeluh.. :(

***

kemudian memoriku berputar kembali pada sore itu, 8 November 2011. hari idul adha yang ketiga. suatu hari yang tidak akan pernah aku lupa. tanggal yang menjadi turning point bagi kehidupan keluarga kami. saat itu dengan segala keagungannya, sang Maha Pencipta memanggil ayahku. Ya, Ia memanggil ayahku kembali pada-Nya, untuk selamanya. aku lihat tubuh ayahku terbujur kaku. pucat. namun wajahnya tenang sekali, seperti sedang tidur. aku tak bisa melupakan wajah ayah saat itu. kulihat tangannya. kaku, tidak seperti biasanya.

disaat yang lain sedang bersuka cita, bergembira, suara takbir bergema di microphone mesjid, aku dan adikku sedang membaca yasin di sebelah jasad ayahku. aku tak bisa jelaskan bagaimana perasaanku saat itu. hancur.

disaat para jamaah haji lainnya sedang melaksanakan ibadah, ternyata Allah punya kehendak lain. padahal ayah sudah menunggu sekian lama untuk bisa berangkat haji berdua bersama mama. ayah menabung sedikit demi sedikit. setelah mencukupi, ayah mendaftar haji bersama mama. dan padahal saat itu masa tunggu keberangkatannya hanya sekitar 2-3 tahun lagi. tapi ternyata Allah berkehendak lain. tapi setidaknya Allah tau niat dan usaha Ayah untuk dapat menjadi tamu Allah.. :(

aku tak dapat menahan tangisanku ketika melihat jasad ayahku dimasukkan ke dalam tanah. sulit bagiku mendeskripsikan bagaimana perasaanku saat itu. rasanya seperti ada gemuruh di sini. di dalam dada ini. sakit sekali rasanya membayangkan bahwa beliau kini ada di sana, tidak bersama kami lagi.

ketika kami kembali ke rumah, rasanya seperti kosong, hampa. setiap sudut rumah mengingatkan kenangan tentang beliau. rasanya seperti baru kemarin ia duduk di kursi itu, berjalan ke arah dapur, menonton tv bersama disini.. tapi sekarang...........

***

kemudian suara azan menyadarkan aku dari lamunanku. segera aku berwudhu dan menghadap sang khalik. selalu ada tangis di dalam doa ku untuk Ayah. begitupun saat sedang menulis postingan ini. rasanya ada kepiluan yang mendalam dan rindu yang tak berujung untuk Ayah. dan ketika rindu itu datang, aku harus cukup puas dengan mendoakannya, berkomunikasi dengan sang penguasa alam dan dengan bulir-bulir air mata yang tak akan pernah kering untuknya, walaupun hasrat hati sebenarnya ingin memeluknya secara langsung.. :(

***

setiap kali aku naik angkot dan melewati deretan bangku yang ada di sana. batinku selalu berkata "dulu biasanya aku ada di sana, menunggu ayah.."

kini, setiap kali aku melewati halte, aku tidak lagi memencet bel untuk turun. tiada lagi yang aku tunggu di halte itu. angkot terus berjalan. dan perjalanan ini takkan sama lagi...

ah, ayah, mengapa terlalu cepat engkau pergi? walaupun hingga kini aku hanya bisa naik angkot, tapi aku pernah berniat jika aku sukses nanti aku mau beli mobil untuk ayah.. aku ingin ayah lihat hasil perjuanganku, aku ingin ayah juga menikmatinya.. aku ingin ayah bangga karena memilikiku..


dari anakmu yang dulu selalu menunggumu di halte itu,



Silfana Amalia Nasri binti Fadhli Nasri.. :)

Kamis, 14 Juni 2012

Jika Aku Menikah Nanti


jika aku menikah nanti... aku ingin menikah di usia 23, 24, atau 25 tahun dan dengan seorang pria yang usianya tidak terlalu berbeda jauh denganku..

bagiku, menikah bukanlah hanya semata-mata hal yang harus dilakukan untuk sekedar hidup bersama pasangan atau untuk melegalkan (maaf) hubungan seks..

menikah itu harus punya visi!

ya. ibaratnya ketika kita menikah, kita sedang mengarungi lautan kehidupan yang luas.
kita ada dalam sebuah bahtera. kita dan pasangan yang menentukan kemana arahnya dan bagaimana mengarunginya.. dan ketika ada badai, maka bagaimana cara menghadapinya adalah tergantung dari kita dan pasangan..

memilih pasangan, pentingkah?


Rasulullah pernah bersabda bahwa pasangan itu dipilih berdasarkan 4 kriteria: hartanya, keturunannya, wajahnya, dan agamanya. maka pilihlah yang beragama, niscaya kamu akan bahagia.

dalam islam sangat dianjurkan untuk mencari pasangan yang beragama. dalam konteks ini yang disebut dengan beragama bukanlah hanya sekedar memiliki agama, namun juga bagaimana ketaatan serta ketakwaannya dalam menjalankan perintah Tuhannya.

jika urusannya dengan Tuhannya yang menciptakannya saja tidak beres, bagaimana dengan urusan-urusan yang lain?

bagiku, suami yang baik agamanya adalah suatu keharusan. menjadi suami bukanlah hanya sekedar urusan menafkahi lahir-batin. menjadi suami adalah menjadi imam, bukan hanya imam di dunia, namun juga imam yang dapat menuntun keluarganya menuju surga. karena di akhirat kelak, seorang suami harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan mengenai keluarganya.

selain masalah agama, masalah ilmu dan akhlak juga tidak kalah pentingnya.

laki-laki yang memiliki keistimewaan adalah laki-laki yang memiliki ketakwaan serta kesalihan akhlak. ia mengetahui hukum-hukum Allah mengenai bagaimana cara memperlakukan istri dan anak-anaknya, menjaga kehormatan dirinya, keluarga dan agamanya, sehingga dengan demikian ia dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna sebagai suami, mendidik anak, dan memenuhi kebutuhan keluarganya dengan harta yang halal.

mengenai harta dan wajah, itu tidak menjadi prioritas utamaku.
bagiku, harta bisa dicari jika mau berusaha. karena sesungguhnya rezeki dari Allah pasti akan datang kepada hambanya yang bersungguh-sungguh.

dan mengenai wajah, jika hatinya baik, maka wajahnya pasti akan terlihat menarik.. :)

menjadi ibu rumah tangga, kenapa tidak?


mungkin bagi sebagian besar wanita ingin tetap bekerja setelah memiliki anak. menjadi wanita karir (mungkin) kelihatannya lebih keren dan prestisius jika dibandingkan dengan menjadi ibu rumah tangga.
menjadi wanita karir akan selalu berpenampilan rapi dan wangi, sedangkan menjadi ibu rumah tangga kesannya adalah berbaju daster dan bau asap dapur. begitulah kira-kira.

sebagian besar wanita berpikir bahwa ia pastilah bisa menyeimbangkan antara karir, rumah, dan suami. tapi kenyataannya tidak seindah apa yang dibayangkan. pasti akan ada salah satu pihak yang dikorbankan. dalam konteks ini biasanya yang menjadi korban adalah anak.

bagiku, pekerjaan paling mulia di dunia adalah menjadi ibu rumah tangga.
aku tidak butuh materi, aku hanya ingin membangun keluarga yang baik dari rumah..
aku ingin mendidik anak-anakku agar dapat menjadi sukses..

aku ingin mendidik anakku agar tidak salah gaul..

aku ingin membuatkan bekal makanan untuk anakku,
menyambutnya dengan hangat ketika ia pulang,
mendengar ceritanya sepulang sekolah,
membantunya membuat pekerjaan rumah,
menemaninya menonton TV,
membacakan dongeng sebelum ia tidur,
mengecup keningnya..

aku ingin menjadi istri yang baik suamiku, dan ibu yang baik bagi anak-anakku..

bagiku, kesuksesan dalam hal materi itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kesuksesan dalam mendidik anak menjadi anak yang sukses.

karena sesungguhnya dibalik anak yang sukses ada ibu yang luar biasa.

anak adalah amanah dari Allah yang nantinya pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. bagaimana anak kita nantinya, ya tergantung bagaimana kita membentuknya..

aku tak ingin menelantarkan anak-anakku sehingga mereka mencari kesenangan lain dan terjerumus dalam hal-hal yang negatif..

Seandainya harus bekerja pun, aku ingin pekerjaan yang tidak terlalu menguras waktu dan dapat bisa bersama dengan anak-anakku..

... because your children need your presence (kehadiran) more than your presents (hadiah)..



Jumat, 02 Maret 2012

masihkah kamu berpikir tentang ke-'aku'-an?

tadi pagi, sebelum masuk, beberapa orang temanku bercerita dengan antusias terkait short course di luar negeri selama 2 bulan..

aku kurang tertarik.. aku bilang ke mereka: "bagiku, itu buang-buang waktu, dan ga enak banget kalo mesti ngulang2 mata kuliah lagi.."

kemudian salah satu dari mereka bilang: "tapi kan kalo udah ikut itu pengalaman kita banyak.. untuk ke depannya kita butuh banyak pengalaman."

"iya, banyak memang.. tapi ketika ngulang, kita harus bayar SPP lagi, dan membuang waktu. aku tidak suka mengulang.. aku tidak suka buang2 waktu. aku mau selesai kuliah tepat waktu."

"tapi pengalaman yang akan kita dapatkan itu lebih dari sekedar nilai SPP kita yang 2.310.000 itu.."

kemudian seorang teman menengahi "mungkin kita punya persepsi yang berbeda2.."

iya, kita punya persepsi yang berbeda....

seandainya Ayah saya masih hidup, mungkin apa yang saya pikirkan masih sama dengan apa yang kalian pikirkan, masih seputar ke-"aku"-an..
apa yg nyaman menurut "aku",
apa yang baik untuk "aku",
dan hal lain yang bersifat ke-"aku"-an...

tapi........
sejak detik pertama beliau pergi, ada rencana hidup yang harus aku ubah..


aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara..
adikku yang kedua kuliah di luar dengan biaya kuliah belasan juta pertahunnya..
adikku yang paling kecil masih kelas 4 SD,
ibuku adalah seorang Ibu Rumah Tangga.


sekarang, aku ga mau jauh-jauh dari keluargaku..
kalau ada apa-apa dengan ibuku, bagaimana?


ibuku pastilah berharap agar aku segera selesai kuliah..
orang tua mana sih yang mau anaknya lama-lama selesain kuliah?

aku memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari pada kalian..
aku adalah anak pertama. tumpuan harapan orang tuaku..

tentunya aku harus berpikir lebih jauh,
tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, tapi juga kepentingan bersama..
harus mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi...

aku berpikir, jika memang ada rezeki ku untuk "itu",
pastilah akan ALLAH tunjukkan padaku jalannya..

nah, sekarang, coba seandainya kita balik nih posisinya..
kamu ada di posisi aku sekarang ini...

masihkan kamu berpikir tentang ke-'aku'-an?