Sabtu, 25 Agustus 2012

Lebaran Nano-nano

setelah melewati ibadah puasa selama kurang lebih 20 hari di Banda Aceh, kami memutuskan untuk melakukan ritual tahunan keluarga kami yaitu mudik ke kampung halaman yang terletak di Aceh Barat Daya.
setelah Tsunami hingga tahun 2010, saya agak-agak malas kalau mesti bolak-balik kampung-Banda Aceh. bukannya apa2, karena diakibatkan terputusnya jalan pasca tsunami, perjalanan yang biasanya ditempuh selama 8-9 jam melalui rute biasa, kemudian berubah menjadi 12-14 jam melalui jalur 'darurat' plus naik rakit 3 kali.. sebelum tsunami, biasanya kami melewati jalur pesisir barat-selatan dan melewati beberapa gunung. namun setelah tsunami, rute nya berubah menjadi banda aceh - bireun, kemudian melewati berbagai gunung, geumpang, kemudian barulah lewat calang dan pesisir barat-selatan dengan kondisi jalan berkerikil yang sangat mengenaskan plus harus antri rakit. kalau hari biasa, antrian tidak terlalu panjang. namun kalau lagi musim libur, untuk mengantri satu rakit saja butuh waktu berjam-jam..

tapi alhamdulillah sejak tahun 2010 jalan banda aceh- calang - meulaboh sudah sangat sangat sangat bagus.
ruas jalannya sudah sangat luas. seperti luasnya jalan tol. kemudian tidak melewati banyak gunung lagi karena  sudah ada jalan pintas yang membelah beberapa gunung. sehingga gunung yang dilewati hanya gunung kulu, paro, geurutee dan gunung tran. perjalanan dari banda aceh - meulaboh hanya sekitar 3-4 jam dan banda aceh - abdya sekitar 5-6 jam. bayangkan dulu sebelum tsunami, dari banda aceh - abdya 8-9 jam, dan pasca tsunami hingga tahun 2010 perjalanan banda aceh - abdya ditempuh selama 12- 14 jam.. jauh banget perbedaannya..

dulu saya sering mabuk darat, namun setelah berobat ke klinik tong fang, sekarang saya jadi mabuk kepayang.. (halah, apaan sih ini? ngaco aja deh! acuhkan saja yaa teman-teman... :p )

kembali ke topik. setelah proyek perbaikan jalan selesai, saya bisa katakan bahwa jalan barat-selatan adalah jalur mudik dengan kondisi jalan terbaik yang pernah ada di aceh. dengan ruas jalan yang luas, perjalanan pun terasa sangat menyenangkan dan disepanjang jalan mata kita juga terhibur karena disuguhi oleh pemandangan alam yang sangat cantik: pasir putih dan birunya laut. apalagi jika naik ke gunung geurute, benar-benar indah! dari gunung tampak birunya laut, dan ada pulau yang saya ga tau namanya, terus ada sawah-sawahnya gitu.. apalagi kalo sunset.. cantiiik banget!! semuanya berubah warna menjadi keemasan, dan terlihat benar-benar eksotis!

saya sangat menikmati perjalan kali ini. kali ini kami pergi berempat. biasanya berlima, namun kali ini tanpa ayah. dulu biasanya ayah yang mengendarai mobil, tapi kini tugas itu digantikan oleh wildan. mama duduk di depan, sementara aku dan farras duduk di barisan ke dua.

kami berangkat pukul 06.30 WIB dan sempat beberapa kali singgah: singgah di geurutee untuk foto-foto dan singgah di beberapa SPBU untuk buang air kecil dan mengisi bensin. kemudian tiba di kampung halaman dengan selamat sentosa pada pukul 12.30 WIB.

begitu nyampe di kampung, kami sudah ditunggu oleh para saudara yang ada di sana. kami turun di rumah nenek. setelah mengangkut barang dari mobil ke rumah, kami cerita-cerita, ngobrol-ngobrol, dan tertawa.
setelah shalat dhuhur, aku masuk ke kamar yang telah disiapkan oleh nenek, tentunya dengan tempat tidur yang ada kelambunya.

selama aku di rumah nenek, ada kejadian aneh yang aku alami.. setiap malam, aku tidur sendiri. aku memastikan bahwa tidak ada makhluk lain selain aku di dalam kamar itu. kemudian aku mengunci pintu dan tidur. aku bangun pada pukul 4.00 karena bunyi alarm yang sengaja aku stel untuk membangunkan aku sahur. dan betapa kagetnya aku ketika aku turun dari tempat tidur, di kaki tempat tidur ada seekor kucing hitam yang mengeong-ngeong kepadaku. aku mau jalan ke arah pintu untuk membuka kuci, tapi aku merasa takut. kucing hitam itu menatapku dengan tajam, seperti sedang mengawasi. aku takut dicakar. kemudian ketika kucing hitam itu menggesek-gesekkan punggungnya di kursi yang ada di dalam kamar, secepat kilat aku berlari ke arah pintu dan keluar dari kamar.

kemudian aku menceritakan perihal kucing itu pada mama dan nenek. sambil bercanda mereka bilang itu bagus, karena ada yang jagain aku tidur. sementara farras yang juga ikut mendengar malah bilang: "hayoo kak, kucing misterius tuh!", dan kejadian itu tidak hanya sekali kualami, tapi keesokan malamnya kucing itu juga ada di kamarku.

hari ke tiga, aku ke rumah ibu dan kakak sepupuku. jaraknya agak jauh dari rumah nenek sehingga harus ditempuh menggunakan sepeda motor. kalo lagi pulang kampung, biasanya aku menghabiskan waktu lebih sering di rumah mereka. paling di rumah nenek cuma 1-2 hari pertama dan hari terakhir sebelum pulang. bukannya apa-apa, tapi kalo di rumah nenek aku sendirian, ga ada teman. sedangkan di rumah ibu ada 2 orang kakak sepupuku di sana. jadi terasa lebih menyenangkan. apalagi rupanya kak misna udah masang wifi speedy di rumahnya. jadi bisa online terus 24 jam.. :D

yang paling menyenangkan adalah ketika lebaran. kami menggunakan baju yang sama-sama dari sulam bayang, tapi beda warna, motif, dan bentuknya. dan untuk lebaran ini aku pakai pashmina dan agak sedikit ribet dengan cara pemasangannya.

kami bertemu dengan banyak orang dan menyenangkan saja rasanya, kami dan semua orang yang kami temui dalam keadaan bersuka cita. makan lontong, ketupat, tapai, dan kue-kue manis lainnya. benar-benar memberikan energi positif.

tapi ada satu hal yang membuatku sedih yaitu ketika ziarah ke kuburan ayah. kami menangis di sana. sambil berdoa, aku dan adikku farras yang kebetulan ada di sebelahku juga menangis. aku teringat saat lebaran tahun lalu ayah masih ada bersama kami dan berbagi keceriaan lebaran: bercerita lucu dan tertawa bersama saudara-saudara semua..

aku menangis sesenggukan. make up ku luntur. aku sadar mukaku terlihat aneh, eyeliner dan maskara ku luntur bersama air mata dan mengotori pipiku yang ber-blush on. aku tak peduli. kemudian aku memeluk farras yang juga masih menangis. ayahku suka rendang yang dimasak mama, suka tapai dan ketupat buatan nenek, dan suka rambutan yang ada di rumah ibu yang kebetulan saat ini sedang berbuah. lebaran ini ayah ga bisa makan rendang buatan mama, tapai buatan nenek, dan rambutan dari kebun ibu. tapi aku yakin ayahku sedang makan sesuatu yang lebih enak dari rendang, ketupat, tapai, dan rambutan. ayahku memakan makanan yang disediakan Allah di surga. beliau orang baik. Allah memanggilnya lebih dahulu karena Allah sayang sama beliau.

oh iya, sebelum lebaran aku, kak ima, sama kak misna membuat brownies dan black forest.. agak nyeleneh sih.. brownies dan black forestnya kami buat dan hias sedemikian rupa sehingga namanya jadi "brownies galau" dan "black forest pagar makan tanaman". hihihi.. :D

oh iya, selama di sini aku bener-bener senang.. aku mandi di sungai yang airnya bener2 jernih dan dingin, ke kebun, ikut mancing, jalan-jalan, makan enak, ketemu sama banyak orang, ngumpul sama sodara2, ketawa2, dan ngeliat pemandangan hamparan sawah sepanjang mata memandang yang bener-bener luar biasa menurutku..

2 hari yang lalu aku nemenin kak ima ke blang pidie, berlebaran ke rumah calon mertuanya. sampai di sana kami disambut hangat sama kakak dan mamanya bang jal (pacar kak ima). keluarganya ramah, asik, dan enak diajar ngobrol.. pulang dari sana kami dikasih 4 buah durian yang berasal dari kebun mereka.. abis dari rumah bang jal kami ke toko komputer untuk nyari charger laptopku yang bermasalah. setelah itu kami makan mie kocok blang pidie yang terkenal kelezatannya hingga ke kabupaten sebelah.. sluuurrrrpppp.. ahhh... ueenaak tenan! :D

hari ini hari terakhir aku di kampung. besok pagi harus balik ke banda aceh dan memulai rutinitas baru sebagai mahasiswi yang baru masuk semester 7. sebel sih kenapa cepet bgt baliknya.. padahal kan pengen lebih lama lagi disini..

eh, btw kangen juga sama temen2 di banda aceh.. whoooa,, ntar kalo udah disana, kita jalan-jalan, hunting makanan enak, hunting tempat belanja murah n gila-gilaan lagi yukk.. :D

mumpung masih dalam suasana lebaran, ane mau ngucapin juga: Minnal Aidin wal Faidzin yah.. Mohon maaf lahir batin.. :D

Salam 'cheers' selalu


Silfana :)

Rabu, 27 Juni 2012

Broken Heart Quotes



"There is one pain I often feel which you will never know because it is caused by the absence of you."


A thousand words could not bring you back
I know because I have tried
Neither would a thousand Tears
I know because I have cried

You left behind a broken heart
And happy memories too
But I never wanted memories
I only wanted You

I can forget the tears and hurt you put me through
but I cant forget the laughs and special times I shared with you


I wish there were a way I could go back in time
To hold you in my arms
As if you were mine

I'm going to smile and make you think I'm happy, I'm going to laugh, so you don't see me cry, I'm going to let you go in style,
and even if it kills me- I'm going to smile.


The hardest part of loving someone
is knowing when to let go and knowing when to say goodbye



I don't know what to do
now that we're apart
I don't know how to live
without the other part of my heart


If tears could build a stairway on memories alone
I'd walk right up to heaven and bring you home again



Letting go is just another way of saying I love you so


Frustrated because I can't tell if it's real. Mad because I don't know how you feel. Upset because we can't make it right. Sad because I need you
day and night. Angry because you won't take my hand. Aggravated because you don't understand. Disappointed because we can't be together, but still I'll love you forever.

Today was just one of those days where everything I did reminded me of you and every song I heard somehow related to you. I hate days like today, because they remind me of the one thing I dont have.


If I could say anything, I envy happy couples. You don’t know how much it hurts , to look at someone you’re still madly in love with and not be able to do anything about it, to have you heart broken, and still want them, and to face the fact that they don’t want you anymore. It just hurts so much deep inside. There all you think about it, and people tell you just to give up , its not that easy to give up on someone you really love. The hardest part is that they’re happy and you’re not and you always wanted to be the reason why they were happy and this quote will never speak all the things I wish I could tell you about how it hurts. Its really not as easy people think it is.


The sadness comes from the solitude of the heart." 
Montesquieu 

“What is the opposite of two? A lonely me, a lonely you.” 
Richard Wilbur 

“I don’t know why they call it heartbreak. It feels like every other part of my body is broken too.” 
Missy Altijd 

"When you're dreaming with a broken heart, the waking up is the hardest part. You roll outta bed and down on your knees and for a moment you can hardly breathe." 
John Mayer 

Selasa, 26 Juni 2012

Jutaan Maaf Mungkin Tak Pernah Cukup

beberapa hari ini ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku: tentang kita!

ada hal yang masih belum ku mengerti tentang kita yang sekarang..
malam itu aku coba menanyakannya padamu, kau bilang aku hanya membuka kembali luka yang telah kau kubur dalam-dalam. padahal kau telah berusaha untuk berdamai dengan masa lalumu, masa lalu kita yang sama sekali tak indah untuk diceritakan...

sore itu kita menyepakati untuk bertemu. di cafe itu. hanya kau dan aku.
sambil menangis kau katakan kembali bahwa aku hanya membuka kembali luka yang telah kau coba untuk kau kubur dalam-dalam. dan ketika itu diungkit kembali, sakit sekali rasanya. kau ceritakan begitu banyak kekurangajaran ku, kejahatanku, perlakuan burukku terhadapmu hingga kau tak bisa melampiaskan emosimu. kau pun menangis.

aku pun sadar. keberadaanku selama ini hanya beban untukmu, hanya bisa membuatmu sedih dan terluka.
jangankan untuk memberi sesendok kebahagiaan, untuk memberikan setetes kebahagiaan pun aku tak sanggup, hingga kau berkata bahwa kau tak tahu bahagia itu seperti apa.

aku tahu, mungkin tidak ada lelaki lain yang mampu memperlakukanku sepertimu. kau begitu baik, begitu sabar menghadapi keanehan serta kelabilanku. kemudian apa balasanku padamu? hanya menggoreskan luka dalam hatimu. aku mungkin tipe wanita yang memiliki begitu banyak ketidakmampuan dan keterbatasan dalam diriku sehingga menjadikanku selalu absen saat kau sedang susah. hingga kau berkata bahwa kini tak ada lagi wanita di dunia ini yang kau percayai selain ibumu.

luka yang ada dalam hatimu mungkin ibarat kayu yang ditancapkan paku. walaupun kemudian paku itu dicabut kembali, namun tetap meninggalkan bekas pada kayu tersebut. walaupun berjuta maaf yang selalu kumohonkan padamu, dan walaupun kau bilang stok maafmu padaku akan selalu ada dan tak pernah habis, namun tetap tidak bisa menghilangkan bekas itu, kan? bekas itu akan selalu ada dan akan selalu membuatmu sedih, kesal, dan marah saat bekas itu dimunculkan kembali.

mungkin keputusan yang kita buat malam itu sudah tepat. aku dengan segala kelabilanku berpikir bahwa mungkin keberadaanku yang tidak pantas ini hanya bisa membuatmu terbebani, tidak bahagia, dan menyusahkanmu. dan aku merasa bahwa aku bukanlah jawaban atas kebahagiaan yang kau cari selama ini. aku mempersilahkan kau keluar dari sangkar yang selama ini menjadi penghambatmu, terbang mencari kebahagiaan yang lain walaupun sebenarnya rasa ini masih sebesar yang dulu.

selama 3 tahun kita bersama, ketika cerita ini kita ungkit lagi, ternyata kita berdua menangis. kau menangis karena luka hatimu yang kuungkit kembali, dan aku tidak peduli banyaknya manusia yang ada di hadapannku saat itu. ketika ingin menangis, aku mengangis. menangisi segala sikap burukku padamu dan menyadari betapa bodohnya aku. kemudian aku sadar bahwa kisah ini bukanlah kisah cinta yang kamu inginkan selama ini. maaf......

mungkin kau tidak nyaman dengan duniaku. bagimu duniaku hanya penuh dengan penghakiman sehingga kau merasa tidak nyaman karena dihakimi. kau menganggap bahwa duniaku tak menyukaimu. padahal semuanya tidak seperti yang kau pikirkan..

apapun itu aku hanya mengharapkan kebahagiaan bagimu. yang penting kamu bahagia. walaupun bahagiamu bukanlah bersamaku... :)

Senin, 25 Juni 2012

Perjalanan yang takkan pernah sama lagi

pagi ini sambil menunggu azan subuh, aku terbaring menatap langit-langit kamarku. pikiranku pun melayang entah kemana. tiba-tiba aku ingat dulu sewaktu ayah masih ada disini. dulu setiap pagi ketika aku masih sekolah aku selalu berangkat sekolah sama ayah. ketika jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi ayah selalu menyuh aku dan adik-adikku untuk lebih cepat agar tidak terlambat. ayah masuk kantor jam 8 pagi dan tidak mau terlambat..

kebiasaan itu pun berlanjut hingga aku kuliah. disaat teman-temanku berangkat dengan kendaraan pribadinya, aku tetap diantar oleh ayah. maklum, jangankan kendaraan roda empat, hingga kini kendaraan roda dua pun aku tak punya.

dengan menggunakan mobil ber plat merah ayah mengantar aku dan adik-adikku ke sekolah setiap pagi. namun karena jarak kampusku paling jauh dari rumah dan dari kantor, ayah menurunkanku di halte labi-labi (angkot), kemudian aku meneruskan perjalanan dengan labi-labi hingga sampai ke depan kampusku, Fakultas Kedokteran tercinta. begitu terus setiap pagi.

kemudian, jika aku pulang kuliah sekitar jam 12 atau jam 1, aku selalu telpon ayah. aku selalu menanyakan ayah sedang dimana? siang ini pulang atau tidak? kalau pulang, aku menunggu di halte depan rumah sakit umum. begitu setiap hari.

dengan menggunakan labi-labi atau damri aku berangkat dari kampus dan turun di halte yang ada di depan rumah sakit. biasanya sebelum aku tiba di halte aku akan menelepon ayah untuk mengabarkan bahwa aku sudah dekat sehingga ayah bisa langsung berangkat dari kantornya yang letaknya tidak terlalu jauh dari RSU ZA. biasanya ketika aku turun di depan halte, ayah sudah ada di sana, atau aku harus menunggu sebentar hingga mobil dinas ayah datang. setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan ke daerah pocut baren untuk menjemput adikku yang bersekolah disana. kemudian kami pulang dan menikmati santapan lezat yang dimasak oleh mama dengan penuh cinta. begitu terus setiap hari.

***

satu hal yang sangat aku rindukan saat ini adalah berada di mobil yang sama dengan ayah. duduk di sebelah ayah, mendengarkan siaran berita pagi via radio, menciumi tangan ayah sembari mengucapkan salam dan turun dari mobil. memang hal yang sangat sederhana, tapi ngangenin.

setiap aku berada di dalam mobil bersama ayah, aku selalu memperhatikan tangan ayah, terutama saat ayah mengganti gigi mobil dan ketika memegang stir. tangan ayahku terlihat kurus, dengan tulang-tulangnya dan urat-urat di punggung tangannya yang terlihat menonjol. ayah terlihat mulai tua dan lelah, tapi ayah tidak pernah mengeluh.. :(

***

kemudian memoriku berputar kembali pada sore itu, 8 November 2011. hari idul adha yang ketiga. suatu hari yang tidak akan pernah aku lupa. tanggal yang menjadi turning point bagi kehidupan keluarga kami. saat itu dengan segala keagungannya, sang Maha Pencipta memanggil ayahku. Ya, Ia memanggil ayahku kembali pada-Nya, untuk selamanya. aku lihat tubuh ayahku terbujur kaku. pucat. namun wajahnya tenang sekali, seperti sedang tidur. aku tak bisa melupakan wajah ayah saat itu. kulihat tangannya. kaku, tidak seperti biasanya.

disaat yang lain sedang bersuka cita, bergembira, suara takbir bergema di microphone mesjid, aku dan adikku sedang membaca yasin di sebelah jasad ayahku. aku tak bisa jelaskan bagaimana perasaanku saat itu. hancur.

disaat para jamaah haji lainnya sedang melaksanakan ibadah, ternyata Allah punya kehendak lain. padahal ayah sudah menunggu sekian lama untuk bisa berangkat haji berdua bersama mama. ayah menabung sedikit demi sedikit. setelah mencukupi, ayah mendaftar haji bersama mama. dan padahal saat itu masa tunggu keberangkatannya hanya sekitar 2-3 tahun lagi. tapi ternyata Allah berkehendak lain. tapi setidaknya Allah tau niat dan usaha Ayah untuk dapat menjadi tamu Allah.. :(

aku tak dapat menahan tangisanku ketika melihat jasad ayahku dimasukkan ke dalam tanah. sulit bagiku mendeskripsikan bagaimana perasaanku saat itu. rasanya seperti ada gemuruh di sini. di dalam dada ini. sakit sekali rasanya membayangkan bahwa beliau kini ada di sana, tidak bersama kami lagi.

ketika kami kembali ke rumah, rasanya seperti kosong, hampa. setiap sudut rumah mengingatkan kenangan tentang beliau. rasanya seperti baru kemarin ia duduk di kursi itu, berjalan ke arah dapur, menonton tv bersama disini.. tapi sekarang...........

***

kemudian suara azan menyadarkan aku dari lamunanku. segera aku berwudhu dan menghadap sang khalik. selalu ada tangis di dalam doa ku untuk Ayah. begitupun saat sedang menulis postingan ini. rasanya ada kepiluan yang mendalam dan rindu yang tak berujung untuk Ayah. dan ketika rindu itu datang, aku harus cukup puas dengan mendoakannya, berkomunikasi dengan sang penguasa alam dan dengan bulir-bulir air mata yang tak akan pernah kering untuknya, walaupun hasrat hati sebenarnya ingin memeluknya secara langsung.. :(

***

setiap kali aku naik angkot dan melewati deretan bangku yang ada di sana. batinku selalu berkata "dulu biasanya aku ada di sana, menunggu ayah.."

kini, setiap kali aku melewati halte, aku tidak lagi memencet bel untuk turun. tiada lagi yang aku tunggu di halte itu. angkot terus berjalan. dan perjalanan ini takkan sama lagi...

ah, ayah, mengapa terlalu cepat engkau pergi? walaupun hingga kini aku hanya bisa naik angkot, tapi aku pernah berniat jika aku sukses nanti aku mau beli mobil untuk ayah.. aku ingin ayah lihat hasil perjuanganku, aku ingin ayah juga menikmatinya.. aku ingin ayah bangga karena memilikiku..


dari anakmu yang dulu selalu menunggumu di halte itu,



Silfana Amalia Nasri binti Fadhli Nasri.. :)

Kamis, 14 Juni 2012

Jika Aku Menikah Nanti


jika aku menikah nanti... aku ingin menikah di usia 23, 24, atau 25 tahun dan dengan seorang pria yang usianya tidak terlalu berbeda jauh denganku..

bagiku, menikah bukanlah hanya semata-mata hal yang harus dilakukan untuk sekedar hidup bersama pasangan atau untuk melegalkan (maaf) hubungan seks..

menikah itu harus punya visi!

ya. ibaratnya ketika kita menikah, kita sedang mengarungi lautan kehidupan yang luas.
kita ada dalam sebuah bahtera. kita dan pasangan yang menentukan kemana arahnya dan bagaimana mengarunginya.. dan ketika ada badai, maka bagaimana cara menghadapinya adalah tergantung dari kita dan pasangan..

memilih pasangan, pentingkah?


Rasulullah pernah bersabda bahwa pasangan itu dipilih berdasarkan 4 kriteria: hartanya, keturunannya, wajahnya, dan agamanya. maka pilihlah yang beragama, niscaya kamu akan bahagia.

dalam islam sangat dianjurkan untuk mencari pasangan yang beragama. dalam konteks ini yang disebut dengan beragama bukanlah hanya sekedar memiliki agama, namun juga bagaimana ketaatan serta ketakwaannya dalam menjalankan perintah Tuhannya.

jika urusannya dengan Tuhannya yang menciptakannya saja tidak beres, bagaimana dengan urusan-urusan yang lain?

bagiku, suami yang baik agamanya adalah suatu keharusan. menjadi suami bukanlah hanya sekedar urusan menafkahi lahir-batin. menjadi suami adalah menjadi imam, bukan hanya imam di dunia, namun juga imam yang dapat menuntun keluarganya menuju surga. karena di akhirat kelak, seorang suami harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan mengenai keluarganya.

selain masalah agama, masalah ilmu dan akhlak juga tidak kalah pentingnya.

laki-laki yang memiliki keistimewaan adalah laki-laki yang memiliki ketakwaan serta kesalihan akhlak. ia mengetahui hukum-hukum Allah mengenai bagaimana cara memperlakukan istri dan anak-anaknya, menjaga kehormatan dirinya, keluarga dan agamanya, sehingga dengan demikian ia dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna sebagai suami, mendidik anak, dan memenuhi kebutuhan keluarganya dengan harta yang halal.

mengenai harta dan wajah, itu tidak menjadi prioritas utamaku.
bagiku, harta bisa dicari jika mau berusaha. karena sesungguhnya rezeki dari Allah pasti akan datang kepada hambanya yang bersungguh-sungguh.

dan mengenai wajah, jika hatinya baik, maka wajahnya pasti akan terlihat menarik.. :)

menjadi ibu rumah tangga, kenapa tidak?


mungkin bagi sebagian besar wanita ingin tetap bekerja setelah memiliki anak. menjadi wanita karir (mungkin) kelihatannya lebih keren dan prestisius jika dibandingkan dengan menjadi ibu rumah tangga.
menjadi wanita karir akan selalu berpenampilan rapi dan wangi, sedangkan menjadi ibu rumah tangga kesannya adalah berbaju daster dan bau asap dapur. begitulah kira-kira.

sebagian besar wanita berpikir bahwa ia pastilah bisa menyeimbangkan antara karir, rumah, dan suami. tapi kenyataannya tidak seindah apa yang dibayangkan. pasti akan ada salah satu pihak yang dikorbankan. dalam konteks ini biasanya yang menjadi korban adalah anak.

bagiku, pekerjaan paling mulia di dunia adalah menjadi ibu rumah tangga.
aku tidak butuh materi, aku hanya ingin membangun keluarga yang baik dari rumah..
aku ingin mendidik anak-anakku agar dapat menjadi sukses..

aku ingin mendidik anakku agar tidak salah gaul..

aku ingin membuatkan bekal makanan untuk anakku,
menyambutnya dengan hangat ketika ia pulang,
mendengar ceritanya sepulang sekolah,
membantunya membuat pekerjaan rumah,
menemaninya menonton TV,
membacakan dongeng sebelum ia tidur,
mengecup keningnya..

aku ingin menjadi istri yang baik suamiku, dan ibu yang baik bagi anak-anakku..

bagiku, kesuksesan dalam hal materi itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kesuksesan dalam mendidik anak menjadi anak yang sukses.

karena sesungguhnya dibalik anak yang sukses ada ibu yang luar biasa.

anak adalah amanah dari Allah yang nantinya pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. bagaimana anak kita nantinya, ya tergantung bagaimana kita membentuknya..

aku tak ingin menelantarkan anak-anakku sehingga mereka mencari kesenangan lain dan terjerumus dalam hal-hal yang negatif..

Seandainya harus bekerja pun, aku ingin pekerjaan yang tidak terlalu menguras waktu dan dapat bisa bersama dengan anak-anakku..

... because your children need your presence (kehadiran) more than your presents (hadiah)..



Jumat, 02 Maret 2012

masihkah kamu berpikir tentang ke-'aku'-an?

tadi pagi, sebelum masuk, beberapa orang temanku bercerita dengan antusias terkait short course di luar negeri selama 2 bulan..

aku kurang tertarik.. aku bilang ke mereka: "bagiku, itu buang-buang waktu, dan ga enak banget kalo mesti ngulang2 mata kuliah lagi.."

kemudian salah satu dari mereka bilang: "tapi kan kalo udah ikut itu pengalaman kita banyak.. untuk ke depannya kita butuh banyak pengalaman."

"iya, banyak memang.. tapi ketika ngulang, kita harus bayar SPP lagi, dan membuang waktu. aku tidak suka mengulang.. aku tidak suka buang2 waktu. aku mau selesai kuliah tepat waktu."

"tapi pengalaman yang akan kita dapatkan itu lebih dari sekedar nilai SPP kita yang 2.310.000 itu.."

kemudian seorang teman menengahi "mungkin kita punya persepsi yang berbeda2.."

iya, kita punya persepsi yang berbeda....

seandainya Ayah saya masih hidup, mungkin apa yang saya pikirkan masih sama dengan apa yang kalian pikirkan, masih seputar ke-"aku"-an..
apa yg nyaman menurut "aku",
apa yang baik untuk "aku",
dan hal lain yang bersifat ke-"aku"-an...

tapi........
sejak detik pertama beliau pergi, ada rencana hidup yang harus aku ubah..


aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara..
adikku yang kedua kuliah di luar dengan biaya kuliah belasan juta pertahunnya..
adikku yang paling kecil masih kelas 4 SD,
ibuku adalah seorang Ibu Rumah Tangga.


sekarang, aku ga mau jauh-jauh dari keluargaku..
kalau ada apa-apa dengan ibuku, bagaimana?


ibuku pastilah berharap agar aku segera selesai kuliah..
orang tua mana sih yang mau anaknya lama-lama selesain kuliah?

aku memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari pada kalian..
aku adalah anak pertama. tumpuan harapan orang tuaku..

tentunya aku harus berpikir lebih jauh,
tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, tapi juga kepentingan bersama..
harus mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi...

aku berpikir, jika memang ada rezeki ku untuk "itu",
pastilah akan ALLAH tunjukkan padaku jalannya..

nah, sekarang, coba seandainya kita balik nih posisinya..
kamu ada di posisi aku sekarang ini...

masihkan kamu berpikir tentang ke-'aku'-an?

Senin, 27 Februari 2012

Sebuah Kisah Tentang Beliau

seharian ini aku disibukkan dengan kuliah dan mengurusi asuransi credit card alm ayahku.. agak ribet sih berurusan sama pihak asuransi, pihak bank, dan juga harus melihat form yg isinya pertanyaan2 yang aneh itu..

kemudian dari situ lahirlah berbagai cerita...

ketika masih tinggal di Manado, ayah punya 5 (atau lebih) credit card yang tiap belanja gonta-ganti make nya.. Alhamdulillah selama tinggal disana diberi banyak kemudahan sama Allah SWT, sehingga dapat menikmati segalanya..

aku tanya sama mama, "kok bisa melimpah kali rejeki kita disana?"

kata mama: "itu karena ayah ke (kamu), pemurah, dermawan, suka bagi2 rejeki sama pegawai2 lain.."

"maksudnya?"


"gini, diantara bidang2  lain yang ada di kantor, bidangnya Ayah yang paling banyak kerjaan, paling banyak duit masuk.."

"duit masuk dari mana? dari dinas?"

"iya. pegawai lain dari bidang Tata Usaha (TU) kan paling banyak yg nganggur, jadi kalo ada dinas gitu Ayah suka ajak mereka juga. mereka senang karena dapat duit dari dinas2 itu. mereka senang semua sama Ayah karena Ayah suka bagi2 rejeki sama mereka. Ayah udah kayak atasan nya mereka sendiri, padahal Ayah kabid di bidang lain.."

"kalo kita baek sama orang, bisa menghindari kecemburuan sosial.. semua orang suka sama Ayah, buktinya waktu perpisahan kita pindah, orang2 pada nangis, sampe ibu2 ada bikin group vokal, ada yg baca puisi.. acara perpisahan kita lebih meriah dari pada acara perpisahannya Kaper (kepala perwakilan). orang disana sampe nangis2 dan pengen Ayah balik lagi ke Manado untuk jadi Kaper di sana.."

"ayah itu orangnya pendiam, ga sombong.. walaupun OB, sekuriti, atau sama pegawai2 bawahan lain Ayah tetep menghargai, tetap dibantu dan diajak ngobrol sama Ayah.. itulah ya kalo kita baek sama orang lain, dimudahkan semua jalan kita sama Allah, kalo kita rajin sedekah, banyak berbagi, dilipatgandakan rejeki kita sama Allah.."

kadang Ayahku punya sesuatu tapi kaminya suka ga tau, termasuk mamaku.. sampai tadi ketika membuka file2 penting, kami malah terkaget2, ternyata ayah punya saham di salah satu perusahaannya B.J Habibie yang Ayah beli pada tahun 90-an, sebelum Habibie menjadi presiden RI.. dan mama ga pernah tau tentang itu. ayah ga pernah cerita.

kemudian mamaku menambahkan:

"ini ya, aku kasih tau sama ke apa aja harta peninggalan aku sama Ayah.. entah nanti aku pendek umur, setidaknya ke tau. ada bla bla di bla bla bla bla...."

"itu harta jangan sampe gara2 itu kalian beradek2 jadi berantam. jangan tiru yang lain2 itu yg gara2 harta hilang persaudaraan. ini peninggalan dari kami digunakan baek2, untuk pendidikan, sekolah setinggi2 mungkin. untuk apa kita harta banyak2, yang penting punya ilmu.. kalo masalah harta untuk memperkaya diri masing2, itu urusan kalian lah. kalian cari masing2.."

***

ayahku bukanlah dari keluarga kaya raya. ayahku sejak kecil dibiasakan hidup sederhana. nenekku adalah seorang guru, sedangkan kakekku hanyalah seorang pegawai pos biasa. ayah telah terbiasa hidup susah sejak masih kecil. untuk menuju sekolah, ayah harus bangun pagi2, membantu nenek menyuci dan menyiapkan makanan, dan kemudian menempuh jarak puluhan kilometer dengan mengayuh sepeda butut utuk mencapai sekolah.

ayahku adalah orang yang cemerlang disekolah.. selalu dapat peringkat pertama di kelas, namun tetap rendah hati.. dari berbagai orang yang aku lihat, Ayahku adalah orang yang benar2 mampu mengkombinasikan kemampuan IQ, EQ, dan SQ nya.. tak heran mengapa beliau dapat meraih kesuksesan di usia muda.


aku ngeliat, ayahku itu memang orang yang bener2 rapi, detail, dan teliti.. setiap pemasukan dan pengeluarannya per bulan selalu beliau catat..
ayah selalu menyimpan struk/ bon pembelian di dalam dompetnya..
beliau adalah seorang hardworker dan pemimpin yang baik..

ketika mama menikah dengan Ayah, mama ga perlu merasakan sulitnya hidup berumah tangga. karena ketika menikah, Ayah sudah memiliki penghasilan tetap sebagai pegawai pemerintah pusat. dan mama hidup di kota besar, bergaul dengan orang2 dari berbagai daerah, belajar banyak dari teman2nya yang berasal dari berbagai daerah..

tidak hanya mama, tapi aku dan adik2 juga merasakan hal yang sama. ikut menikmati hasil keringat Ayah..

secara pribadi,

sejak kecil kedua orang tuaku sangat memanjakan aku. dari umur tiga tahun mereka telah mengasah bakatku.
aku diikutkan dalam sekolah menggambar untuk merangsang kemampuan motorik, kreativitas dan daya imajinasiku.

ketika masuk usia SD aku dibelikan piano, keyboard dan alat musik lainnya.. agar aku dan adik2ku pintar bermusik..

sejak SD ayah mengajarkanku bahasa Inggris, memasukkanku dalam berbagai kursus keterampilan, membelikanku berbagai macam buku pelajaran, buku pengetahuan umum, peralatan melukis, peralatan menggambar, berbagai CD edukasi, perangkat pembelajaran, dan lain sebagainya.

selain itu mama mengajarkan berbagai macam seni rupa seperti menjahit, menyulam, merajut, membuat kerajinan tangan, dll.

orang tua ku ingin aku menjadi anak yang serba bisa..

sejak kecil aku telah diberikan berbagai fasilitas yang (bisa dikatakan) terlalu mewah untuk anak seusiaku..

sejak kelas satu SMP (tahun 2003) aku udah punya HP sendiri, hadiah ulang tahun.. dimana pada jaman itu, HP merupakan barang mewah dan langka, ga semua orang punya.. dan aku menggunakan provider kelas atas di Indonesia: Kartu Halo, yang jaman itu tarifnya super duper mahal kalo dibandingkan sama tarifnya sekarang.. tiap bulan tagihan kartu halo ku mencapai jutaan rupiah..

aku udah ngerasain nikmatnya menggunakan berbagai macam kartu kredit, beli apa aja tinggal geseeeeeekk...
aku mendapatkan itu ketika umurku masih 15 tahun, sekitar kelas satu SMA..

dan pada usia yang sama, aku telah dibebaskan untuk beberapa kali jalan2 seorang diri dari Indonesia bagian timur ke Indonesia bagian barat HANYA SEORANG DIRI..
menikmati fasilitas eksklusif di airport lounge bagi pemegang credit card tertentu dan ga perlu berada di waiting room yang membosankan..

aku udah ngerasain asiknya nginap dan liburan di hotel internasional yang kelasnya bintang lima ke atas, swimming di kolam renang hotel berbintang, mengikuti jamuan makan malam, dan dengan segala kemewahan yang ditawarkannya..

aku udah pernah rasa yang namanya gonta ganti hape terbaru dari berbagai merek terkenal,

udah rasa yang namanya tiap liburan pasti jalan2 keluar kota dan berwisata ke tempat2 asik..

udah rasa yang namanya mejeng di mall2 tiap pulang sekolah n tiap weekend.,
tiap hari ada supir khusus untuk antar-jemput aku dan adikku ke sekolah..


dan semua itu aku rasain bukan saat aku tinggal di 'kota kecil' Banda Aceh ini.. tapi di sebuah kota metropolitan yang kalo dibandingkan dengan banda aceh dan medan, banda aceh dan medan ini ga ada apa2nya..

bahkan aku heran sama orang2 sombong di banda Aceh ini..
hello, masih dalam ruang lingkup banda aceh, kota kecil ini aja kok sombong?


walaupun begitu, aku ngerasainnya biasa aja.. ga sedikitpun aku sombong atau sok elit di hadapan teman2ku..
aku tetep Silfana yg mereka kenal, yang sering kemana2 berpanas2an naik angkot sama temen2 semua..
bahkan sampai sekarang pun aku masih sering naik angkot dan naik damri..
aku suka mengamati perilaku orang2 di angkutan umum..
aku suka keramahan bapak kondektur damri yang biasa aku temui..

for some reasons, ayahku ga mengizinkan aku untuk membeli motor. dan aku turuti sampai sekarang.
jadi ya kemana2 aku naik angkot atau nebeng sama temen..

aku inget ayahku pernah bilang bahwa ayah sengaja ingin aku capek, panas-panasan dalam berjuang (sekolah, kuliah). ayah dulu juga gitu, capek kuliah-pulang. seperti kata pepatah: bersakit2 dahulu, bersenang2 kemudian. ayah ingin aku ngerasain yang susah2 dulu, berjuang dulu, panas2an dulu. ayah yakin, Allah menghitung setiap jerih payah yg kita lakukan dan kemudian akan membalasnya dengan sesuatu yang berbuah manis kemudian. seperti yang Ayah rasa.

aku udah lewatin masa2 itu semua.. dan aku bersyukur pernah ada disana...
jadi bagiku bukan masanya lagi buat nikmatin hasil keringat ayahku..

udah cukup bagiku merasakan segala kemewahan yang dulu pernah kurasa, yang ga mungkin kuceritakan semuanya secara rinci disini..
udah cukup masanya bagiku untuk disegani karena aku anak 'siapa'..

sekarang masanya aku berusaha untuk mengembalikan semua keadaan agar seindah dulu..
sekarang masanya aku berusaha  biar mamaku, adik2ku dan keluargaku nantinya dapat merasakan kembali hidup enak kita dulu..

aku pengen kayak ayah, meskipun telah terkenal oleh rekan2 se-profesi se-indonesia, namun tetap rendah hati..
aku pengen kayak ayah, meskipun punya jabatan yg cukup penting, tapi masih tetap mengayomi para pekerja bawahan seperti OB, sekuriti, dll..
aku pengen kayak ayah, meskipun dekat dengan para pejabat dan petinggi daerah, namun tidak gentar: yang salah tetap salah, yang benar tetap benar..

aku kangen kesederhanaan ayah,
aku kangen cara ayah mendidik kami..

aku merindukan masa dimana kita pergi shalat maghrib bersama, melewati parit2 disekitar komplek yang gelap gulita hanya demi bisa tiba di mesjid..

aku rindu masa dimana kita shalat tarawih berjamaah di rumah dengan ayah sebagai imamnya.. dan kemudian kita mengakhiri shalat dengan syahdunya ritual salam-salaman..

aku rindu saat setiap malam kita ada di ranjang yang sama: aku, ayah, mama, dan adik2 berbaring di ranjang besar di kamar mama, bercanda, hingga kemudian kembali ke kamar masing2 untuk tidur..

aku rindu ayah mengantarkanku setiap pagi ke kampus sambilan ayah pergi ke kantor dengan mobil dinas..

aku rindu mengantarkan ayah ke bandara untuk pergi dinas: entah itu ke Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, dll..

kemudian menghitung hari kapan ayah akan kembali...

setiap Ayah kembali ayah pasti membawakan sesuatu yang selalu jadi kesukaanku: Dunkin Donut berkotak2!
ayah selalu tahu apa yang aku sukai...

dan kini, ketika Ayah telah tiada, rumah rasanya sepi..
hanya kami bertiga: aku, mama, dan Farras..

dan kini, setiap aku melihat ke lantai bawah, selalu terbayang suasana dulu, dan berharap ayah ada di sana dan keluar dari kamar untuk makan malam sambi nonton siaran di TV One..

setiap pagi aku hendak berangkat ke kampus, selalu berharap ada ayah sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran, menungguiku memakai sepatu..

banyak cerita tentang ayah.. banyak kenangan yang tak terlupakan..
semua kenangan adalah kenangan yang indah, yang ketika dikenang ada rasa sedih, dan juga senang karena pernah ada disana, menjalani hidup kita yang begitu indah..

dan kini, setelah ayah pergi, aku mencoba untuk berdamai dengan diriku sendiri, mencoba berdamai dengan perasaanku..

aku tanamkan dalam pikiranku: "Anggap saja sekarang ini ayah lagi pergi dinas.. ga usah dihitung berapa lama lagi Ayah akan kembali.. Untuk dinas kali ini, ketika Ayah pergi, mungkin ayah lupa kasih tahu kapan ayah akan kembali.. dan semoga ketika Ayah kembali nantinya, selain membawa setumpuk baju kotor, ayah juga akan membawa beberapa kotak Donut lezat dengan aneka rasa yang akan kita nikmati bersama.."


We Love You, Daddy.. Always.. :)