Jumat, 26 Agustus 2011

Untukmu Guru


Sebelumnya saya minta maaf, tujuan saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan profesi guru sebagai tenaga pengaajar, namun hanya sebagai ajang untuk membuka pikiran kita mengenai dunia pendidikan semata.

Dikutip dari Wikipedia.org , Guru (dari Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Orang India, China, Mesir, dan Israel menerima pengajaran dari guru yang merupakan seorang imam atau nabi. Oleh sebab itu seorang guru sangat dihormati dan terkenal di masyarakat serta menganggap guru sebagai pembimbing untuk mendapat keselamatan dan dihormati bahkan lebih dari orang tua mereka.

Dari penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Untuk dapat mendidik, seorang guru tentulah harus lebih pintar daripada muridnya, berwawasan luas, serta paham betul mengenai pelajaran yang ia sampaikan kepada muridnya. Jika tidak lebih pintar dari murid, bukan guru namanya.

Selain pintar, untuk menjadi guru juga diperlukan kesabaran dan kelembutan hati. Menghadapi banyak murid dengan berbagai macam tingkah laku memang bukan suatu perkara mudah, terlebih lagi setiap murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami apa yang telah disampaikan oleh gurunya. Oleh karena itu, selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, guru juga harus cerdik, dalam artian mampu menggunakan berbagai macam metode untuk menangani berbagai macam tingkah laku dan kemampuan peserta didik.

Saya ingat betul, sekitar dua tahun yang lalu, saat saya baru saja diterima di program studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, saya bersama beberapa orang teman menjumpai bapak dr. M. Yani, dosen wali kami yang saat itu sedang menjabat sebagai Kepala Program Studi sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Beliau memberikan kami beberapa arahan dan berbagai masukan mengenai kehidupan sebagai mahasiswa.

Beliau berkata: “sebenarnya untuk menjadi dokter dan psikolog itu tidak harus pintar, yang penting mampu memahami dan memiliki skill yang baik saja.”

“Orang pintar itu diperlukan di jurusan Teknik. Mereka harus pintar matematika, fisika, dan ilmu-ilmu lainnya. Bagaimana mau bangun rumah orang kalo matematikanya gak kuat. Salah-salah nanti roboh bangunannya karena hitungannya gak pas.” Sambung Pak Yani.

“Selain itu, orang-orang ekonomi juga harus pintar, karena mereka adalah para pemikir, penentu kebijakan, serta harus mampu melihat peluang, melihat kondisi pasar.”

“Tahukah kalian apa satu lagi pekerjaan yang didalamnya harus ada orang pintar?” tanya Pak Yani.

“ Guru, pak!” jawabku spontan.

“Iya. Betul sekali. Guru.”

“Hanya saja sekarang yang terjadi malah sebaliknya. Orang-orang berbondong-bondong masuk kedokteran. Jika dibandingkan antara kedokteran dan guru, maka yg memilih guru sebagai pilihan pertama sangat sedikit sekali. Akhirnya sekarang, anak-anak pintar banyak di kedokteran, dan anak-anak yang kurang pintar malah banyak ada di FKIP. Walaupun ga semua, ada juga di FKIP yang pintar-pintar.” Kata Pak Yani.

Jika ditelusuri lagi, maka apa yang dikatakan oleh pak Yani ada benarnya juga. Saya memiliki beberapa orang teman saat SMA yang saya anggap kurang pintar (terlihat dari bagaimana kesehariannya dan nilai-nilai pelajarannya), namun kemudian mereka menjadi mahasiswa FKIP, terutama FKIP matematika, fisika, kimia, biologi. Saya heran bukan main. Namun ada juga teman-teman yang benar-benar pintar dan kemudian kuliah di FKIP.

Mungkin pihak universitas perlu melakukan kajian lagi, terutama dalam hal seleksi mahasiswa baru, bagaimana caranya agar program studi keguruan ini diminati oleh para calon mahasiswa baru yang berotak cemerlang, menentukan passing grade yang lebih tinggi, serta tidak memasukkan program studi keguruan ke dalam program studi pilihan dalam Ujian Mandiri untuk tetap menjaga kualitas calon tenaga pendidik yang nantinya akan bertugas untuk mencerdaskan bangsa.

Selain itu pacar saya juga pernah punya pengalaman bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah bimbingan belajar. Setiap orang yang melamar menjadi tenaga pengajar harus melalui tahap seleksi. Nah, pacar saya ini termasuk dalam bagian orang yang menyeleksi calon tentor. Menurut penuturannya, tak sedikit calon tentor yang berasal dari FKIP tidak bisa micro teaching dan memiliki skill penanganan kelas yang buruk. Namun ada juga calon tentor dari FKIP yang mampu melakukan dengan baik. Hanya yang terbaik saja yang terpilih.

Saya ingat saat saya masih duduk di bangku SMA, saat itu semester genap dan ada banyak guru PPL di sekolah kami. Pada suatu hari ada seorang guru PPL wanita mengajar di kelas kami menggantikan guru kami yang sedang berhalangan hadir. Guru PPL tersebut mengajar dengan suara yang terbata-bata, kelihatannya gugup, dan tak satupun dari kami mengerti apa yang ia sampaikan.

Kebetulan di kelas kami ada seorang murid yang terkenal bandel se-SMA 3, sebut saja A. Si A tampak bosan, kemudian ia menghujani guru PPL tersebut dengan berbagai pertanyaan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan materi yang disampaikan, sedangkan murid-murid lain ikut tertawa melihat interaksi antara si A dan guru PPL tersebut yang menurut mereka lucu.

Guru PPL tersebut terlihat semakin gugup dan salah tingkah. Ia tak mampu melawan, memberi peringatan kepada A dan tidak mampu menertibkan suasana kelas yang riuh. Mukanya memerah, dan kelihatan seperti sedang menahan sesuatu. Kemudian pada saat bel istirahat berbunyi, secepat mungkin guru PPL tersebut pergi meninggalkan kelas dengan membawa semua peralatan yang tadi ia gunakan saat mengaajar.

Ketika saya dan teman-teman saya sedang berjalan menuju kantin, kami melewati lab. Kaca lab yang berwarna transparan itu memungkinkan kami untuk melihat ke dalam lab. Tampak guru PPL yang tadi mengajar di kelas kami kini sedang menangis terisak-isak dan beberapa guru PPL lain sedang mengelilinginya dan mencoba menenangkannya.

Dari kejadian itu saya dapat menarik kesimpulan : sepertinya guru tersebut kurang siap secara mental. Ia tampaknya belum mempersiapkan dirinya atas situasi terburuk yang menimpanya, ia belum mempersiapkan apa-apa saja yang harus ia lakukan jika ia ‘diserang’ oleh murid seperti A, dan belum mempersiapkan langkah apa yang harus dilakukannya jika suasana kelas menjadi riuh dan tak terkendali.

Saya pernah bertanya kepada teman saya mengenai kondisi tenaga pendidik saat ini yang menurut saya sangat disayangkan dari segi kualitas. Dan teman saya itu berkata “yah, mereka kan jadi guru karena biar bisa jadi PNS aja. Datang ke kelas, ngajar, yg diajar entah apa, terus pulang. Makanya beginilah kondisi pendidikan Indonesia sekarang.”

Ah, saya rasa tidak begitu juga. Saya percaya bahwa masih banyak guru-guru di luar sana yang berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan dan tidak berorientasi pada materi semata. Bagaimanapun pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan yang tidak mudah dan juga melelahkan. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, begitu pula dengan guru. Karena Guru juga manusia.


Sekali saya minta maaf, tujuan saya menulis ini bukan untuk mendiskreditkan profesi guru sebagai tenaga pengajar, namun hanya sebagai ajang untuk membuka pikiran kita mengenai dunia pendidikan. Bagaimanapun saya sangat menghormati dan menghargai profesi guru. Banyak sanak saudara saya yang berprofesi sebagai guru: alm. Nenek saya, kakek saya, tante, om, sepupu saya dan juga saudara-saudara saya yang lain juga banyak yang bekerja sebagai guru.




(Berhubung ini hampir tanggal 2 September, jadi saya sekalian mau mengucapkan SELAMAT HARI PENDIDIKAN DAERAH NANGGROE ACEH DARUSSALAM. MAJU TERUS DUNIA PENDIDIKAN ACEH! J )

Saya, lima tahun yang akan datang


Mari berkhayal sejenak…

Apa yang kamu bayangkan tentang 5 tahun yang akan datang?
Seperti apa dirimu kelak?

Hmmm… 
Saya sedang membayangkan diri saya sendiri 5 tahun yang akan datang..

Lima tahun yang akan datang….

Saya akan berumur 25 tahun. Belum terlalu tua kan?
Tubuh saya sedikit lebih langsing (ngarep),

Saya mungkin (insya Allah) telah menyelesaikan studi saya..
Nama saya mungkin akan menjadi:
SILFANA AMALIA NASRI, S.PSI, M.PSI, PSIKOLOG.

Nama yang lumayan panjang, bukan?


Lima tahun yang akan datang..
Mungkin saya akan sedang berdiri di depan kelas..
Mengajar mahasiswa..

Atau mungkin saya sedang di dalam ruang praktek..
Sibuk dengan klien..

Atau mungkin saya melakukan keduanya:
Mengajar dan membuka praktek..
Kedengarannya menarik..

Lima tahun yang akan datang…..
Insya Allah saya akan lebih mapan..

Lima tahun yang akan datang..
Mungkin saya memiliki cita-cita yang baru,
Cita-cita yang berbeda dengan yang saya miliki sekarang..
Atau justru masih mengejar impian yang sama..

Lima tahun yang akan datang..
Saya harap Tuhan masih memberi saya umur, kesehatan, dan kesempatan..

Lima tahun yang akan datang..
Mungkin saya akan sedang mem-flash back apa yang telah saya lakukan di waktu sekarang..

Ah, lima tahun yang akan datang…
Terlalu banyak yang ingin saya tuangkan di sini..

Maaf, baru bisa berkhayal.

Biarlah Tuhan, tulisan ini, dan Anda yang membacanya yang menjadi saksi
Bahwa saya pernah mengkhayalkan kehidupan saya di masa lima tahun yang akan datang..

Maaf baru bisa berkhayal..

Ibarat sebuah sistem, saya sedang memprogam diri saya agar menjadi ‘sesuatu’ di kemudian hari..
Berhasil atau tidaknya sebuah program tergantung siapa yang menjalankannya, dan bagaimana ia menjalankan program tersebut..

Berharap tuhan memudahkan jalan saya..
Ya, tunggu saya lima tahun yang akan datang..


Banda Aceh, 27 Agustus 2011, 0:27 am

Di hadapan notebook, sedang menulis dan bermain Sudoku (level: Expert) sambil mendengarkan lantunan suara merdu Taylor Swift.

Rabu, 27 Juli 2011

change - I

finally I got my passion !

yeah, dalam beberapa hari ke depan bakalan ada perubahan.
perombakan abis2an..

penasaran? nanti deh saya update lagi perkembangannya.. ;)

Selasa, 07 Juni 2011

WISATA SEJARAH TIGA SEKAWAN (THE BEAUTY OF BANDA ACEH)

Siang ini sehabis ujian Tes Inteligensi yang super geje, Rahmi, Debi, Kiki, dan kawan2 ngajakin ke Pasar Aceh. Nemenin Rahmi belanja, katanya. ciee,, Mentang2 awal bulan bawaannya pengen shopping2.. :p Debi ngajak aku sama Gina. Kami bilang kami ga bisa. Lagi ga ada duit.

"Gak papa, Debi juga ga belanja. Cuma liat-liat aja. Ayolah.."

Nah! Pasal 'liat-liat' itu lah yang paling engga bisa. Kalo uda liat2, trus ngeliat ada yg cocok pasti bawaannya pengen beli.. Lagian aku sama gina sama. Kami bukan anak kos, ga dapat kiriman perbulan. Cuma dapet jajan kalo pergi ke kampus/kuliah aja. Selebihnya ya kalo ada yg ngasih duit secara ikhlas ya pasti kita terima dengan senang hati. Heheheee... :p

Akhirnya dengan berat hati kami tolak permintaan Debi. Pengen sih sebenarnya nemenin mereka belanja. Cuma keadaan lagi engga memungkinkan. Ya langsung pulang saja lah !

Kebetulan karena arah pulang kami sejalan sama Yanis, jadi kami (aku sama Gina) iring-iringan di jalan sama Yaniz.

"Langsung pulang kita ini?" tanya Gina.
"Hm,, emangnya ada mau kemana lagi?" tanyaku.
"Minum es kelapa dua ribu yok?" ajak Gina.
"Ayoklah. Ajak Yaniz juga."

FYI, aku sama Gina dan temen2 yang lainnya suka banget hunting tempat makan/minum murah. Es kelapa ini salah satunya! Cuma dengan merogoh kocek dua ribu rupiah, kamu bisa menikmati segelas es kelapa yang nikmat. Apalagi kalau dinikmati di siang hari, saat cuaca sedang panas-panasnya, wah, maknyooss!!

Es kelapa ini sangat sangat murah dibanding es kelapa lain yang di jual di kawasan Banda Aceh dan sekitarnya. Untuk harga standar (seperti yang dijual di pinggiran Lapangan Neusu dan Blang Padang), untuk menikmati segelas es kelapa kamu harus merogoh kocek lima ribu rupiah. Lain lagi kalau di pantai, harganya bisa mencapai RP 8.000/buah !

Awalnya Yaniz setuju mau ikut minum es kelapa dua ribu. Namun kemudian Yaniz berubah pikiran..

"Eh, ke Museum Tsunami yok?" ajak Yaniz.
"Ngapain?"
"Liat-liat aja. Semalam aku liat liputannya di Aceh TV bagus kali. Kalian udah pernah pergi?" tanya Yaniz.
"Belom." jawabku dan Gina.

Kemudian kami memutuskan untuk pergi ke Museum Tsunami. Museum Tsunami ini adalah museum khusus yang didirikan dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan mengenai gempa dan tsunami beserta alat peraga yang canggih dan menarik, pameran bagaimana keadaan Banda Aceh sebelum dan sesudah tsunami, ada ruang audio visual untuk menonton, bahkan ada ruang nonton 4 Dimensi juga loh! Dengan arsitektur yang sangat sangat luar biasa dan dilengkapi dengan teknologi yang canggih menyebabkan Museum ini tidak hanya menarik perhatian wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara.

Sesampai di depan Museum, seorang tukang parkir melambai-lambaikan tangannya kepada kami. Menyuruh kami untuk memarkirkan motor di areanya.

"Dua ribu, dek." kata si abang tukang parkir. "bayar langsung." sambung si abang tadi.

"Loh, kok dua ribu, bang? Bukannya menurut Perda aturannya untuk kendaraan roda dua tarifnya lima ratus perak?" protesku.

Terus Gina sama Yaniz ngasih kode. Yaudah deh, bayar dua ribu aja daripada ribut. Maklum yah, aku orangnya kadang blak-blakan. Ngerasa aneh aja. Ini kan objek wisata, kok parkirnya bisa sampe 4 kali lipat dari aturan yang udah ditetapin sama pemerintah? Padahal kan pemerintah lagi gencar-gencarnya menggalakkan program "Visit Banda Aceh Year 2011."

Sebelum masuk ke dalam museum, pengunjung diwajibkan untuk menitipkan tasnya ke tempat penitipan yang terletak sebelum pintu masuk. Setelah menitipkan tas, baru boleh masuk.

Begitu masuk ke dalam museum, suasananya agak horror. Kita seperti masuk ke dalam lorong gelap berwarna hitam yang di sekitar dindingnya dialiri air, serta ada percikan-percikan air saat kita melewati lorong 'angker' tersebut. Yang terlihat hanya cahaya berwarna jingga yang terdapat di bagian bawah dinding. Bagi yang memiliki fobia kegelapan dan fobia ruangan sempit sangat tidak disarankan untuk lewat jalur ini. :D


tampak luar


 lorong sempit dan remang2


gambar2 keadaan Aceh saat gempa dan tsunami dalam bentuk slide




sumur doa. begitu masuk ke sini terdengar lantunan ayat suci Al-Quran. kalau kita ngelliat ke atas (langit2) ada tulisan ALLAH. disekitar dindingnya ada sebagian kecil nama-nama korban Tsunami.



tampak bawah: jembatan perdamaian dan kolam yang terdapat ikan koi di dalamnya.


tampak atas


miniatur kondisi saat air laut surut, sesaat sebelum tsunami.






bendera dari berbagai negara di belahan bumi yang telah membantu Aceh untuk bangkit.


 Desain ini juga sarat dengan konten lokal. Tarian saman dan persahabatan sebagai cerminan Hablumminannas (konsep hubungan antar manusia dalam Islam) distilasi kedalam pola fasade bangunan.


“lorong Kebingungan” .  Lorong ini mengambarkan suasana masyarakat yang kebingungan ketika musibah tsunami dating. Kebingungan mencari sanak saudara yang hilang dan kebingungan dalam mencari tempat untuk menyelamatkan diri dari musibah.



Diorama yang menggambarkan saat tsunami datang


area pertunjukan




gimana, keren kan?

selama disana kami melihat banyak hal yang berhubungan dengan gempa dan tsunami. kami juga nonton. tapi buka yang 4 dimensi (lagi rusak). cuma nonton biasa tentang bagaimana situasi Aceh saat Tsunami terjadi. kita  mutar2 dari lantai satu sampai lantai tiga. seru! banyak pengetahuan baru yang kami dapatin.

setelah mengunjungi museum tsunami, kami mengunjungi kerkhoff yang letaknya persis di samping museum tsunami. kerkhoff ini merupakan kuburan serdadu belanda yang tewas saat perang Aceh. menurut kabar yang beredar, katanya kurang lebih ada sekitar 2000 serdadu belanda yang dimakamkan disini.

Sebagaimana diketahui bahwa Kerajaan Aceh dan rakyatnya sangat gigih melawan Belanda yang memerangi Aceh. Rakyat Aceh mempertahankan Negerinya dengan harta dan nyawa. Perlawanan yang cukup lama mengakibatkan banyak korban dikedua belah pihak.

Bukti sejarah ini dapat ditemukan di pekuburan Belanda Kerkhoff ini. Disini dikuburkan kurang lebih 2000 orang serdadu Belanda, dan termasuk di antaranya serdadu Jawa, Batak, Ambon dan beberapa serdadu suku lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda. yang kuburannya masih dirawat dengan baik. Hingga saat ini Pemerintah Kerajaan Belanda sangat haru dan menghormati warga Banda Aceh yang merawat dengan rapi kuburan tersebut.

Kuburan Kerkhoff Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Balanda yang terluas di dunia. Dalam sejarah Belanda, Perang Aceh merupakan perang paling pahit yang melebihi pahitnya pengalaman mereka pada saat Perang Napoleon.

Sebaliknya tidak terhitung banyaknya rakyat Aceh yang tewas dalam mempertahankan setiap jengkal tanah airnya. bagi rakyat Aceh, pantang sekali untuk menyerah kepada Belanda yang mereka anggap sebagai "awak kaphe" (orang kafir). rakyat Aceh pada saat itu berani mati untuk melawan belanda. mereka menganggap jika mereka mati dalam memerangi kaum kafir, maka mereka mati syahid dan akan masuk surga. 

perang tidak hanya dilakoni oleh kaum lelaki saja. kaum wanita pun juga ikut berperan, bahkan tak sedikit jumlah dari para wanita Aceh yang menjadi panglima perang, beberapa diantaranya bahkan berasal dari kalangan bangsawan, sebut saja Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Baren, dll. dari sini saya berpikir, bahkan emansipasi wanita pun sudah lebih dahulu ada di Aceh, jauh sebelum R.A Kartini menggembar-gemborkan mengenai emansipasi wanita. tidak hanya menjadi yang terdepan dalam berperang, wanita Aceh juga mengambil posisi penting dalam pemerintahan kerajaan. sejarah mencatat bahwa kerajaan Aceh telah beberapa kali dipimpin oleh ratu/sultanah, serta banyak wanita2 aceh yang menjabat sebagai anggota parlemen (kayak anggota DPR gitu kali yaaa..)

balik lagi ke masalah perang, di Indonesia, Aceh adalah daerah yang paling sulit ditaklukan oleh Belanda. Belanda membutuhkan waktu 31 tahun untuk dapat menaklukan aceh. berbeda dengan daerah-daerah lain yang hanya dalam kurun waktu sekian tahun sudah dapat ditaklukan. bahkan belanda sampai kehabisan akal bagaimana caranya untuk dapat menaklukan aceh, sehingga belanda mengutus snouck hurgonje yang telah mempelajari Islam hingga ke Arab, berpura2 menjadi muallaf agar dapat mendekati rakyat aceh yang terkenal akan kefanatikannya akan Islam.


selain itu, di Kerkhoff turut dimakamkan pula anak dari Sultan Iskandar Muda, yaitu Amat popok. Sultan Iskandar Muda merupakan raja Aceh yang terkenal sangat tegas. beliaulah yang membawa Aceh menuju puncak kejayaan. beliau sangat taat beragama, menjunjung tinggi hukum syariah. bahkan saat anaknya sendiripun yang melakukan pelanggaran (berzina), beliau tidak segan-segan memenggal kepala anaknya sendiri. padahal konon katanya anaknya ini adalah seorang putera mahkota, yang nantinya akan mengganti posisi sultan dalam memimpin.

kerkhoff ini juga menjadi salah satu objek wisata yang menarik, khususnya bagi wisatawan asal belanda..

gerbang kerkhoff



sebagian kecil nama-nama serdadu belanda yang dimakamkan di kerkhoff


ada beethoven?

 tsunami pada tahun 2004 mengakibatkan hilangnya 50 buah palang salib sebagai tanda makam/kuburan








ada beberapa nama jawa, marga minahasa, marga ambon.
apakah mereka antek-antek belanda dulunya?


 lihat kuburan ini? besar bukan?
nah, lihat kelanjutannya!

kuburan sebesar itu bisa sampai bergeser karena tsunami? 

 awalnya kami bingung, apa arti 'hier rust' ini, kenapa di setiap kuburan ada tulisan hier rust?
kemudian yaniz bilang: "oh mungkin itu sebagai penghormatan dalam bahasa mereka."
kemudian aku mikir, kayaknya pernah denger deh. semacam bahasa jerman yang pernah kupelajari (nb: bahasa jerman, mirip sama bahasa belanda, dan agak2 mirip dikit sama bahasa inggris)

"oh, bukan, yan! hier rust itu dalam bahasa belanda sama kayak 'here rest' dalam bahasa inggris." jawabku.

jadi berdasarkan bahasa diatas, dapat diterjemahkan Hier Rust, Ons geliefde moeder = disini beristirahat , Ibu (eng: mother, ger; mutter, ned: moeder) kita (eng:our, ger:uns, ned:ons) tercinta (eng:beloved, ger:geliebte, ned:geliefde).


emang dasar si gina, pikirannya masih di soal ujian. ngeliat nama kohler (org belanda yang tewas di halaman mesjid raya baiturrahman saat perang), eh dia malah kebacanya kohlbert (orang yang mengemukakan teori moral remaja).. hadeeeuhh :p

abis dari kerkhoff, kita istirahat sejenak. makan mie ayam jamur murah *horeeee* di daerah blower.
biasanya, untuk mie ayam jamur di banda aceh harganya berkisar anatara 8 ribu sampai 10 ribu. tapi ini, harganya CUMA LIMA RIBU! porsinya banyak, ayamnya enak. ditambah sama teh manis dingin, jadi totalnya semua CUMA DELAPAN RIBU! KENYANG! :D

abis dari makan, renacananya mau pulang, eh mampir lagi ke taman putroe phang..



mungkin banyak orang bertanya, apa itu putroe phang? secara bahasa, putroe phang berarti Putri Pahang, atau putri yang berasal dari negeri Pahang.

dulu, ceritanya setelah berhasil menaklukkan negeri pahang, Sultan Iskandar Muda menikahi seorang putri dari negri pahang (yang kemudian dikenal dengan sebutan putroe phang). jadi, saat pindah ke Aceh, sang puteri merasa kesepian dan selalu teringat akan kampung halamannya di Pahang, Malaysia. untuk itu Sultan membuat taman putroe phang sebagai tempat mandi si putri (dulu airnya jernih dan banyak), dan membuat gunongan, yang didesain berbentuk seperti bukit --dengan tangga dibagian dalamnya hingga ke puncak, menyerupai daerah pahang yang berbukit-bukit-- sebagai tempat bermain si puteri agar ia tidak murung lagi.

gunongan

dulu sebelum tsunami, taman putroe phang ini kayak ga keurus. kayu jembatannya lapuk, banyak bolong2nya, sungainya penuh sampah. wah, kayak ga keurus deh! tapi setelah tsunami, udah berubah jadi sangat cantik. di seputaran taman ada wahana bermain untuk anak2, ada beberapa kursi beton dipinggir sungai, ada jalan setapaknya, sudah banyak pohon yang rindang, gapuranya bergaya minimalis. wah pokoknya udah keren banget deh!

tapi tadi sayangnya kami gak sempat datang ke gunongan yang jaraknya hanya berseberangan dengan taman putroe phang.. udah keburu sore soalnya. maybe next time lah mungkin kita akan berwisata sejarah lagi (plus wisata kuliner murah meriah pastinya :p ). Museum Aceh, Gunongan, Rumoh Aceh, dan Rumoh Tjut Njak Dhien, mungkin akan menjadi destinasi kami selanjutnya..

siapa yang mau ikut? :D

Rabu, 25 Mei 2011

OBSERVED BEAUTIFULLY

lately, i feel that i was obserbed by some people (not someone)..
it's not just an empty feeling, but i have some evidence..

yaahh,, i won't mad at you..
walaupun saya di observasi, diperhatikan, atau bahkan dimata-matai, tapi saya ga akan marah..
malahan saya senaang..:D

itu membuktikan ke-'eksis'-an saya sebagai orang yang anda anggap penting..
kenapa penting?
berkacalah pada diri anda sendiri! tanyakan pada diri anda sendiri..
karena sekarang saya yakin anda (orang yang saya maksud) pasti sedang membaca tulisan saya ini..
saya mendapati kamu mengakses blog saya beberapa kali. saya cek ip addressnya, kemuadian saya tau ternyata andalah orangnyaa... dan itu diperkuat oleh statement seseorang..
wooohoooo.. thanks a lot, yaaa !  :D

saya tau saya penting.. saya tau ada 'something special' dalam diri saya yang membuat anda memperhatikan saya.

oke oke terima kasih..

sekarang saya cukup mengerti saya ini siapa.

well, saya adalah seorang artis, kan? seorang public figure.. setidaknya bagi diri anda.. ;)

kenapa saya bisa bicara seperti ini?
karena ibarat seorang artis, orang lain selalu ingin tahu apapun tentangnya, termasuk tentang kehidupan pribadinya..

saya menulisnya disini, anda memperhatikannya, dan kemudian hal itu menjadi catatan tersendiri bagi anda.
gapapa, sekali lagi makasih.. :D

and thanks God, i have protected my twitter..

i also have protected my facebook account. i did my privacy setting.
dan berhubung account facebook saya sudah 3x full (i don't know why), jadi saya hanya mengkonfirmasi orang2 yang saya kenal dan memiliki mutual friends yang saya kenal dengan baik juga..

biarlah blog ini yang menjadi umum. supaya kamu tahu betapa indahnya dunia yang saya buat untuk diri saya sendiri..

what can i say?
hanya orang2 yang ga ada kerjaan lah yang suka 'mengintip' dan mencari tahu tentang orang lain.
kamu ngga ada kerjaan yaa? hahahaha.. shame on you!

dari pada ngga ada kerjaan, lebih baik lakukan sesuatu yang lebih bermanfaat, misalnya menulis..
sapa tau kamu juga bisa buat blog yang lebih bermutu dari pada blog saya ini. atau mungkin someday bisa setenar raditya dika, maybe.

i know i am beautiful in my way.
that's why you observe on me..

hahaha.. thanks for being my fans..

tetep update terus yaa berita selanjutnya dari akuuu... hahahhaha... *sengaja* :D

C U.. :D

Selasa, 24 Mei 2011

TRIO 4L4Y

pagi ini kami janjian ngerjain tugas kuliah di kampus jam 9.30.
dari kemaren sih janjinya jam 9.30, tapi ujung2nya jam 10 jugaa.. :p

tapi yang namanya bikin tugas, pasti ga murni bikin tugas.. ada gosip2nya juga. kalo enggak kan mana asiiikk..
ibaratnya tugas 30 %, gosip 70 %.. well, banyakan gosip yah dari pada tugas.. sampai2 yaniz yang satu2nya cowo di kelompok kami pun ikutan nimbrung gosssiiippp... :p

sambil buat tugas, aku, lia, sama umay sambilan download.. maap yaa perusahaan download + subtitle kami pake sm*rt. speed nyaa wokeeehh bgt.. :D

yang menariknya, we found someone on fb with super '4L4Y' style..
kita ketawain itu orang. gayanya itu loooohh.. ga banget!!!

terus pas ketemu sama rahmi, kita foto alay style tersebut lewat webcamnya lia, terus di upload..
inilah hasilnya.. jangan mabok, jangan sesak boker, jangan lissoi yaa... ini gaya alay yang super memuakkan..


TRIO ALAY
(kiri-kanan: rahmi, rahma, me)

ini mah belum seberapa gaul.. masih ada foto2 rena beserta topi dan pistolnya yang jauh lebih 'imud', yahud, spektakuler, 'unyu' dan gaul, sehingga mengalahkan umay si mantan anak gaul..

and finally, kita make simbol itu (tangan yang di foto) untuk menjelaskan sesuatu. hanya kita dan tuhan yang tahu.. hahahahahha.. XD

emang dasar kalo udah ke kantin ada2 aja yang di bahas..
mulai dari berita di internet tentang bayi tabung, sampe celetukan gw: "emang orang mati bisa c**i dalam kubur?" yang sukses bikin umay ngakak2 ga berenti2, sementara rahmi sama lia super super lugu, ga tau itu artinya apaan (umay bilang: ah, ga gaol banget sih lo!), bahkan rahmi sempat ngira itu nama bakteri.. maap yaa... -__-

kadang bahasa aku sama gina emang aneh2..
aku suka nyeletuk spontan apa yang aku pikirin. tapi yang denger jadi ketawa..
sedangkan gina, hobi banget menggunakan sinonim 'barang' untuk menjelaskan sesuatu (yang hanya kami yang tau)..
sampe kemaren pas seorang dosen lagi ngomong tentang sesuatu yang super instan, gw ama gina ngakak2 di belakang tentang masalah "3 hari langsung jadi.."
dan gina ngeluarin statemen: "itu dia sil pake barang super ***.." sampe sakit perut aku nahan ketawa di barisan paling belakang..

ketika aku ceritain tadi ke temen2 pas di kantin, mereka ketawa gueeeedeeee bgt..
rahmalia bilang ke mereka: "maap yaa, orang ni bahasanya emang aneh2 sikit.." :p

btw, next post i'll post some picture about our trip to lampuuk (sama ibu yulia and her lovely family), and petualangan ke hill side lanjut ke leupung yang super2 lucu..
wait meeee yaaaa... ;)

C U... ;)

Minggu, 22 Mei 2011

Hello Stranger




saat lagi nulis postingan ini, aku baru aja selesai nonton "HELLO STRANGER"..
bela2in pengen bgt nonton film ini.. dan thanks God, akhirnya bisa di download.. fiuuhhh,,, -__-'

u know what?
i am speechless now !

endingnya itu lohhh...
gantung bgt... :(

ceritanya gini,

Menentukan tempat berlibur memang tak mudah. Harus ada alasan kuat agar liburan ini tak jadi sesuatu yang membosankan. Sebagian memilih tempat berlibur yang menjanjikan lokasi belanja yang murah sementara yang lain lebih suka ke tempat terasing yang jauh dari keramaian. Apapun alasannya, yang jelas tak mungkin berlibur tanpa tujuan jelas.

Kalau karakter yang diperankan Neungtida Sophon memilih berlibur di Korea dengan tujuan yang jelas, karakter yang diperankan oleh Chantavit Dhanasevi justru malah tak punya tujuan yang pasti. Dua orang ini memang tak saling kenal namun meskipun tak saling kenal, keduanya ternyata menemukan kecocokan.

Sang cewek berlibur ke Korea karena ia memang tergila-gila semua yang berbau Korea, terutama drama televisi Korea. Sang pria hanya ingin berlibur agar ia tak kesepian. Saat bertemu, dua orang asing ini memilih untuk tidak saling menyebutkan nama karena mereka tak ingin merasakan beratnya perpisahan. Nyatanya, dengan atau tanpa nama, dua orang ini seolah memang ditakdirkan untuk bersama. 

Kita kadang merasa lebih nyaman, lebih jujur, dan lebih tulus kepada orang lain yang tidak kita kenal, daripada kepada teman, sahabat, pasangan, atau orang terdekat kita lainnya. Ada semacam "barrier" yang kadang membuat kita merasa tidak nyaman ketika kita berinteraksi dengan orang-orang terdekat, karena kita harus menjaga perasaan orang-orang yang kita sayangi tersebut agar tidak terluka.

Contoh gampangnya, acara curhat di radio pernah (atau masih?) populer dilakukan, karena si penyurhat merasa nyaman dan aman, berlindung dalam anonimitas. Dengan anonim, kita kadang merasa lebih bebas dan nyaman, bukan?

Film Hello Stranger menggambarkan apa yang saya ungkapkan di atas: kita bisa berbuat lebih jujur dan apa adanya kepada orang yang tidak kita kenal.

Memang rasanya kurang masuk akal, namun apa yang digambarkan dalam film ini cukup logis. Bertemu di negara asing, sendirian, dan perasaan senasib, membuat Chantawich Tanasewi (pemeran utama pria) dan Nuengtida Sopon (pemeran utama wanita) menjadi dekat, namun tetap menjaga diri agar tetap berjarak.

Mereka pun sepakat untuk tidak saling mengenal lebih jauh, bahkan untuk saling tahu nama, agar pada pertemanan singkat mereka ini, mereka bisa lebih bebas, jujur, tulus, bahkan melakukan hal-hal tolol, tanpa perlu menjaga perasaan masing-masing.

Namun rupanya takdir berbicara lain. Namanya juga film romantis, perjalanan mereka pun akhirnya menimbulkan benih-benih cinta di antara mereka, meski sekali lagi, mereka tetap berusaha menjaga jarak.

Apakah kisah mereka berakhir happy ending, atau bahkan sad ending? Banjong Pisanthanaku rupanya lebih suka menyerahkan ending ini kepada pemirsa. Ia mengakhiri film komedi-romantis ini layaknya film horor bikinannya: tak terduga dan menggantung. Aha, sedikit spoiler di sini.

Selain cinta, film ini memberikan sentilan-sentilan segar akan situasi yang tengah berkembang di Thailand. Serbuan film-film drama Korea yang termehek-mehek bikin mewek, rupanya bisa menjadi bahan yang menarik untuk difilmkan. Lihat saja ulah fans yang lebay ketika mengunjungi lokasi-lokasi syuting (yang dengan jeli dijadikan obyek wisata baru), menjadi sindiran yang dalam banget.

Bandingkan saja dengan film-film kita, yang sepertinya jalan di tempat, dengan ide yang itu-itu saja, meski ada beberapa yang bagus, namun rasanya belum banyak yang berakar dari kondisi dan situasi negeri kita.

Humor-humor segar yang nampol banget (terutama bagi penggemar film drama Korea) sukses membuat saya ngakak.

Belum lagi soal culture-shock, karena film ini juga sedikit mengangkat kehidupan pejalan, yang mana bagi pejalan macam saya, pernah merasakan kelucuan serupa akibat kesalahpahaman bahasa.

Overall menurut gw filmnya bagus bagus bagus. 9/10 lah. 10/10 deh kalo nonton dengan orang yang tepat. Huahahaha

Ceritanya ringan, enak, mengalir. Ga kerasa lah 130 menit, ga bikin bosen. Mengaduk-aduk emosi, ngakak-ngakak terus sedih, ngakak-ngakak-ngakak terus sedih, terus ngakak-ngakak lagi deh. Pemainnya oke (dan oh gw ga nyangka ternyata si cowo itu 9 tahun lebih tua dari si cewe di dunia asli. sumpah, ini baru namanya awet muda!). Soundtrack nya oke. Belum lagi pemandangan Korea yang baguuus bagus bagus.

Adegan paling gw suka di film ini tuh pas si cewe KAYANG di akhir lagu “Sorry, Sorry” nya Super Junior pas lagi di bar gtu. Dahsyat lah. Jago banget!

Abis nonton film ini SUNGGUH gw pengen ke luar negeri sendirian. Ketemu cowo keren dan berpetualang bersama. #ngasal

Sungguh gw pengen ke Korea sendirian! Ke Seoul Tower untuk pasang gembok pasangan. Ke Nami Island untuk liat patung Bae Yong Jun nya Winter Sonata. Ke tempat syutingnya Princess Hours. Pake baju kembaran sama si stranger. Maen roulette, menang jutaan won, bergaya cem milyarder, dan keliling Korea pake mobil Porsche. Ke museum dinosaurus. Makan jajjangmyun. Minum soju. Tiduran di tengah jalan sambil ngeliat bintang-bintang. Loncat-loncat di tengah salju pake *****. (oke, ini mulai aneh. sebaiknya gw hentikan -_- )

Daripada makin ngaco, sekian aja lah review asal dari gw. Pokoknya filmnya highly recommended. :D