Jumat, 24 Mei 2013

Ketika tak ada kata yang terucap, bahasa yang tertinggal hanyalah perasaan

Cinta memang aneh. Tiba-tiba saja ada, tiba-tiba saja muncul tak terduga, lalu menjerat hati dalam jalinan perasaan yang halus dan sulit diuraikan.

 Biarlah dunia mengetahui perasaanku padanya melalui tulisan-tulisanku tentangnya. Ia adalah anonym. Akan selalu anonym dalam setiap tulisanku. Tak perlu berspekulasi, tak perlu mencari tahu, cukup baca dan pahami.

***

Aku tak pernah tahu bagaimana takdir ini bisa membawaku padanya. Tak pernah terpikirkan sebelumnya hati ini akan tertambat padanya. Ya, aku tak pernah tahu mengapa dan bagaimana waktu mampu menenggelamkanku padanya.

Namun entahlah, hati ini begitu bergemuruh akhir-akhir ini. Aku tahu aku pernah merasakan perasaan yang seperti ini sebelumnya. Ketakutan pun menyeruak. Bukan karena dulu aku pernah kecewa, namun aku takut mencintai di saat yang tidak tepat, ketika cinta datang bukan pada waktunya.

Lamunanku pun kembali tak tentu arah. Sungguh, begitu banyak kenangan yang terukir. Ada seseorang yang begitu berbeda. Pertama melihatnya biasa saja, namun akhir-akhir ini sosoknya selalu mampu mendebarkan hati ini, membuatku mendambakan berhentinya waktu setiap kali bersamanya, berbicara dengannya, atau bahkan saat tak sengaja bertatapan mata dengannya.

Semakin lama aku mengenalnya, semakin aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Aku mengaguminya, mengagumi sosoknya yang begitu menghargai wanita, tutur katanya yang santun, serta pengetahuannya yang begitu luas. Namun yang paling aku sukai darinya adalah ketaatannya kepada Sang Maha Pencipta. Sungguh, bukannya aku membeda-bedakan, namun ia memang berbeda.

Aku tahu tak ada yang perlu ditakutkan. Cinta itu fitrah dan atas kehendak Sang Maha Kuasa. Kita tak dapat menolaknya, namun yang jadi masalah adalah bagaimana cara kita menyikapinya.
Kucoba menyerahkan segalanya kepada sang Maha membolak-balikkan hati. Aku tak ingin terjebak dalam cinta semu yang dapat menjauhkan aku dari-Mu. Kucoba menitipkan ia pada-Mu disaat penjagaanku tak sampai kepadanya.

Sebaris waktu aku mengenalnya, ia mengajariku banyak hal. Ia sering menasehatiku dikala aku lemah, memberikan masukan-masukan positif dalam langkahku, dan selalu mengingatkanku dalam kebaikan. Tak ada yang bisa aku lakukan selain mengadu pada Rabb-ku dalam barisan doa setiap kali rasa ini menyeruak. Aku paham jika Allah menghendaki, suatu saat nanti kami akan bertemu kembali di waktu yang tepat dan dalam keadaan yang siap.

Aku tak ingin ada janji dan komitmen sebelum waktunya. Aku tak ingin ada kata cinta dan rindu sebelum waktunya. Aku tak ingin ada yang memberatkan jika mungkin suatu saat nanti Engkau berkehendak lain, jika nanti mungkin ia menemukan perempuan yang lebih shalihah, atau jika perasaan ini hilang dengan sendirinya.

Aku pun mulai berkaca. Aku bukan bidadari surga nan jelita yang Engkau kirimkan untuk laki-laki saleh. Aku hanya wanita biasa yang selalu ingin memperbaiki diri, menebus segala kesalahan yang pernah tergores dalam kisah hidupku. Biarlah Allah yang menjaga aku dan dia. Aku yakin bahwa memanglah Allah sebaik-baiknya penjaga. Aku hanya mampu menahan semua rasa dalam diam. Semakin aku mengaguminya, semakin enggan aku ‘tuk mendekatinya. Aku ingin menyayanginya dengan cara menjaga kehormatannya.

Jika suatu saat nanti waktu akan memisahkan aku dan dia, tak ada yang perlu diakhiri, karena kita memang tak pernah memulainya. Satu hal yang harus ia tahu bahwa hanya dengan mengenalnya saja itu sudah cukup membuatku merasa bahagia. Ya, bahagia itu memang sederhana, sesederhana angin yang sayup-sayup yang akan membawa berita bahwa ia berada dalam lindungan-Mu, dan sesederhana senyum yang terukir tatkala melihat satu demi satu impiannya yang tercapai di masa yang akan datang.

Aku bertemu dengannya karena-Mu, dan biarlah jika nanti aku harus berpisah dengannya itu jua karena-Mu. Aku tahu bahwa terkadang cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat, oleh karena itu jika Engkau berkehendak, siapapun ia yang tertulis dalam Lauh Mahfudz ku, dengan segala kekurangan dan kesederhanaanku, kunantikan ia di batas waktu.

***

Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?
Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.

Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati-hatian, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.

― Tere Liye

Selasa, 07 Mei 2013

Tuhan Tahu Betapa Aku Menginginkanmu

sebelumnya aku sulit jatuh cinta,
bagiku selalu harus ada alasan logis
untuk menambatkan hati
pada sosok yang tepat

tapi sosokmu entah mengapa
mampu mengetuk lembut pintu hatiku
membuatku menolehkan pandanganku padamu
sehingga aku menyadari
kau adalah salah satu maha karya Tuhan yang terindah

aku tahu kau hanya manusia biasa
aku tahu mungkin banyak ketidaksempurnaan yang ada pada dirimu
tapi segala kebaikan yang kau miliki,
segala kebaikan yang telah kau lakukan
seolah meruntuhkan segala ketidaksempurnaanmu di mataku

aku suka caramu memanggil namaku
aku suka caramu menyemangatiku
aku suka perhatianmu

aku suka sosokmu yang hangat dan dewasa
kau selalu punya telinga untuk mendengarkan
kau selalu mampu menenangkan ketidaktenanganku

aku suka caramu berargumen dan memberi pendapat
aku suka caramu menasehatiku
kau selalu mampu memberikan nasehat terbaik
tanpa membuatku merasa digurui

aku suka candaanmu
aku suka sosokmu yang dewasa
aku suka caramu tersenyum
aku suka caramu tertawa
aku suka matamu yang tiba-tiba menghilang saat kau tertawa

aku suka saat kita saling bercerita dan berbagi
berbagi pengalaman, saling menyemangati
bercerita tentang asa dan angan
bercerita tentang cita dan cinta
bercerita tentang kau dan aku

semakin lama aku mengenalmu
semakin aku sadari bahwa kau lah sosok lelaki yang aku cari
kau baik, pintar, sederhana, dan soleh..
Tuhan tahu betapa aku menginginkanmu..


sekian lama aku mengenalmu
entah mengapa benih-benih asmara mulai tumbuh
dan sayangnya mengapa harus di saat seperti ini


dear pria soleh nan baik hati,
akan ku simpan rasa ini di dalam hati
tak akan kubiarkan sedikitpun engkau mengetahuinya
meskipun begitu besar hasrat ini untuk memilikimu

dear pria soleh nan baik hati,
saat ini aku tak ingin terlalu berharap padamu
jika Allah menuliskan namamu di lauh mahfuzh untukku
aku hanya berharap semoga Allah selalu menjagamu
hingga saat itu tiba

jika kau memang ditakdirkan untukku
dimanapun kau berada, sejauh apapun kau melangkah,
aku yakin Allah akan menuntun jalanku padamu
hingga suatu saat nanti kau akan kembali padaku

dear pria soleh nan baik hati,
biarlah aku mengagumimu dalam diam,
dalam tatap yang kupalingkan
kala kita bertemu pandang..

dear pria soleh nan baik hati,
izinkan aku mengagumimu
dalam kata yang terbata kuucapkan,
dalam kesendirian yang terkadang menjemukan,
dalam rangkai aksara yang kusulam,
dalam syair-syair yang bergulir
dari lubuk hati terdalam



Banda Aceh, 7 Mei 2013
ditulis dengan perasaan yang teramat dalam.

Kamis, 18 April 2013

sebongkah cinta dari batas kota

Aku berterima kasih Allah mempertemukan aku dan teman2 dengan seorang wanita tangguh yang kami panggil 'Bunda'..

Selama beberapa bulan ini Bunda memberikan kami begitu banyak pelajaran yg tidak kami dapatkan dari bangku kuliah; tentang arti kepedulian terhadap mereka yg kurang dipedulikan, tentang kejujuran, kemandirian, komitmen, dan dedikasi yang tinggi.


Bunda mengajarkan kami bahwa seberat apapun masalah hidup kita, kita harus selalu bersyukur dan optimis bahwa akan selalu ada jalan keluarnya jika kita mau berusaha..

Bunda mengajarkan tentang arti kerja keras, tentang jangan berputus asa, tentang keikhlasan dan kejujuran dalam bekerja..

Dari Bunda kami paham makna sesungguhnya bahwa sesuatu yang datang dari hati akan sampai ke hati pula..

Dari bunda kami memahami cinta dalam bentuk yang lain; tentang cinta yang tulus, penuh pengorbanan, ikhlas, dan tanpa pamrih..


Bunda mengajarkan kami tentang arti cinta yang dibalut dengan kesabaran, ketulusan, dan perjuangan dan pengorbanan. Dari Bunda kini kami mengerti bahwa separah-parahnya manusia, ia memiliki potensi dan pasti bisa berubah ke arah yang lebih baik..

Bunda berhasil mengubah Sayed yang awalnya begitu liar; berasal dari tambang batu bara, tidak bisa berbicara, kotor, kumal, tidak pernah mengenakan alas kaki (sehingga kakinya terluka dan daging dari telapak kakinya tampak mengerikan), tidak tahu agama, suka merusak, hingga menjadi Sayed yang sekarang: penurut, suka menolong, bisa berbicara, bersih, dan selalu mengingatkan anak2 lain untuk shalat..


Bunda berhasil mengubah Juanda yang awalnya minder, dikira bisu oleh keluarganya sendiri, menjadi Juanda yang percaya diri, Juanda yang membuat Ibunya menangis haru karna seumur hidup baru pertama kali mendengar anaknya mengeluarkan suara dan berbicara.

Bunda berhasil mengubah Nanda, anak down syndrome yang sangat cantik yang awalnya sangat pendiam, bicaranya masih sangat kurang, suka mengurung diri, hingga menjadi Nanda yang periang, suka bernyanyi, suka bershalawat, bisa membuat kue, dan kini pun kosa katanya sudah mulai bertambah.

Bunda berhasil mengubah Altaf, anak autis/ADHD yang sangat hiperaktif dan agresif, yang berasal dari keluarga broken home, dianggap tak berguna (bahkan -maaf- diibaratkan dengan Anjing oleh keluarganya). kini Altaf sudah penurut, sudah mengerti instruksi, dan secara perlahan hiperaktif dan agresif nya sudah mulai berkurang..

Itu hanya 4 anak yang aku ceritakan. masih banyak anak-anak lain yang ada di YPAB yang sudah menunjukkan perubahan ke arah lebih baik dengan bantuan Bunda.

Bunda mengajarkan kami untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus tidak perlu standar kurikulum, yang penting anak-anak bisa berubah perilaku nya sedikit saja, misalnya sudah bisa membersihkan dirinya, sudah mau duduk tenang, adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

Dari Bunda aku belajar bahwa cinta yang tulus mampu mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin; bahwa seburuk apapun manusia, sehina apapun ia, ia pasti memiliki potensi untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Bekerja sebagai volunteer bersama Bunda di bidang pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus mengajarkanku banyak hal: bahwa segala sesuatu yang datang dari hati akan sampai ke hati pula. Bekerja di bidang ini memberikan aku banyak pengalaman dan pelajaran berharga, membuatku banyak berempati dan bersyukur, serta memahami konsep habluminannas (hubungan manusia dengan sesamanya) menjadi lebih luas..

Terima kasih, Bunda... Terima kasih banyak.


Orang bijak mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman mengajarkanku banyak hal, dan aku merasa sangat beruntung Allah menakdirkanku untuk bertemu dengan Bunda dan adik2 di YPAB. Sungguh, pengalaman ini tidak akan pernah aku lupakan..

Aku akan selalu merindukan saat2 menghabiskan waktu di bangunan itu, di tepian batas kota, menyusuri jalan kecil dengan hamparan sawah yang membentang luas di seberang kiri dan kanan jalan, serta senyuman adik2 yang selalu merindukan kedatangan kami.. :)


Jumat, 08 Maret 2013

how to know that he is 'the one' ?

hallo DC-ers.. kali ini aku bikin postingan yang temanya agak-agak galau.


sering gak, merasa dekat sama seseorang, tapi dalam hati masih bertanya-tanya: apa bener dia ini jodohku?
is he 'the one' for me?

kalo kamu pernah ngerasa kayak gitu, well, we are in the same boat! :D

hingga suatu saat ketika aku bertemu dengan teman-temanku yang usianya jauh di atasku. mulai lah topik-topik yang berhubungan dengan asmara. diantara teman-temanku, aku yang paling muda dengan usia 21 tahun. yang lain ada yang 26, 29, 32, 34, dan 37 tahun. 4 diantara kami sudah menikah dan memiliki anak. 1 orang sudah bertunangan, dan hanya aku yang single.

ketika mereka menceritakan tentang pasangan mereka masing-masing, spontan aku tanya:
"how do you know he's the one?"

dan jawaban yang aku dapatkan pun beragam:

karin, yang saat ini sudah tunangan, dan akan menikah 4 bulan lagi bilang kayak gini:

"kalo gw ya sil, waktu itu cuma pake firasat n insting aja, kayaknya nih orang kalo gw bawa kerumah n gw kenalin ke keluarga, kayanya sih bakal direstuin, soalnya gw sih simpel aja, selama itu orang direstuin keluarga gw, ya hayoklah jadi pasangan gw. tapi selama keluarga gw merasa ada yg ga sreg sama orang yg gw kenalain, ya gw pun ga ambil pusing langsung goodbye babay.. hahaha.."

***

Alin:

"Sebenarnya how to know he's the one or not adalah dari sense of safeness and security bahwa he loves you unconditionally.. loves you for you, not what you have, what you are or what you will be..
Klo di kasus gw adalah selama 37 tahun hidup gw, gw baru nemuin bahwa ada orang yg bisa jadi my rock and berani berkorban buat gw..which make me love him more and more, is his characters dan values yg dia punya to stand up for me to anyone at anytime, even to his parents.. ini penting buat gw..so after long time waiting, last May I said I do.."

***

Fitri:

"kalo aku dulunya itu udah putus 5 kali, nyambungnya ke dia2 juga. Bukannya karena ga ada cowok lain. Tapi setiap ada cowok lain yg deketin, bawaannya ga selera aja, kurang ini lah kurang itu lah. Nah, ama dia ini aku bawaannya jadi merasa tenang dan nyaman aja. Padahal kadang bedua masing2 baca buku sendiri2, tapi seneng aja bawaannya.

Trus, cuman sama dia yg aku kepikiran buat aku ajak mudik buat dikenalin ke keluarga.

Dulu juga takut mengambil keputusan apakah aku akan menikah dg orang yg tepat. Tapi, aku percaya kalo disetiap keputusan pasti ada godaan. Jadi aku tetap percaya dg kata hati aja kalo dia adalah orang yg akan menemaniku sampai akhir.

Dan sekarang kami udah menikah 2.5 tahun. Dan sekarang malah sering ga kebayang kalo ga nikah sama dia gimana jadinya."

***

Rianty:

I know he's the one because my heart told me so.. as simple as that..
Pernah pacaran 4 taun tp hati ga mantep2 eh sama suami yang skrg cuma pacaran less than 1 year hati langsung mantep dan ga ragu lagi sama sekali.
Semua memang indah pada waktunya.

***

Fanny:

Menurut gue he's the one atau bukan itu g perlu dtanyain dan dpikir dalam2. gaa perlu dcari tau trus dicocok2in..ga usahhhh..
karena ada saatnya nanti kamu ketemu orang yg langsung buat kamu yakin dia ditakdirkan tuhan untuk kamu, untuk menjaga kamu di dunia,  mengimami kamu untuk dapat tempat terbaik di akhirat nanti. Ada saatnya kamu bertemu orang yg kamu bisa sangat berkrompomi dg semuaaaaaaa kekurangannya.. bisa memaafkannya dan berusaha menjadi seperti yg dia inginkan. yang buat kamu suddenly yakin walaupun belum begitu lama kenal.

kejadian banget di gw, sebelumnya gw pacaran 4 tahun sama mantan, dia baik benerrr ke gw, sepertinya cow idaman banegt tapi gw ga pernah punya keyakinan untuk menikah dgnya, and then aku ketemu org 'ajaib' ini, dan akhirnya gw putus m mantan gw dan akhirnya nikah sama dia.. 


***

Helga:

i know that he is the one when he decided to leave his girlfriend for 5 years to be with me, hahahaha.. jahat ya gw.. dulu pas masih ama cewenya dia bilang ke orang2 kalo dia ngga suka ama komitment dan ngga suka anak kecil, tapi pas dia mau ninggalin pacarnya demi gw dia langsung ngelamar, mau masuk islam dan akhirnya kita merit setelah 2 bulan kita jadian, now we have a beautiful daughter, beautiful life together and love each other to death... pointnya.. kalo udah jodoh kita ngga akan bisa ngehindar meskipun orang itu udh ama siapa atau dimana.. dan kita juga ngga bisa maksain orang itu "is the one", kalo bukan jodoh mau dipaksa2in sampe gimana2 juga ngga akan bisa.. believe me it happened to me

***

jadi intinya, perasaan he's 'the one' itu datangnya dari hati, dan tercermin lewat sikapnya yang bikin kamu nyaman, rela berkorban untukmu, dan direstui oleh orang tua mu, hingga akhirnya muncul keyakinan bahwa he's really 'the one' for you.. :)

Kamis, 07 Maret 2013

hey kamu, semua karenamu :)

hey kamu..
beberapa bulan yang lalu kita berkenalan rasanya biasa saja.

aku masih ingat sore itu kau menyapaku,
berkenalan denganku
lalu menanyakan pin bb ku..
kemudian dari situ kita memulai komunikasi..

awalnya biasa-biasa saja..

tapi aku gak tau dari mana awalnya..
seiring berjalannya waktu
aku merasa nyaman berinteraksi denganmu..

kamu manja,
kamu lucu
kamu seru

dan aku melihat satu sisi darimu
yang membuat aku semakin kagum padamu
dan kamu berbeda dari anak muda lainnya..

aku gak tau apa ini namanya..
tapi aku menyukai percakapan-percakapan seru kita..
sebelumnya tak pernah ada lelaki asing yang mau aku ladeni
karena menurutku topik pembicaraan mereka sangat membosankan.
tapi dengan kamu, apapun menjadi seru..

senang rasanya mengetahui bahwa kita memiliki banyak kesamaan.
aku senang kita memiliki minat, passion, serta visi hidup yang sama..

aku senang kita saling mengingatkan,
saling memberitahu,
dan saling mensupport dalam hal-hal positif..

hey kamu,
tahukah kamu?
sejak hari rabu itu
hatiku selalu tersipu,
selalu tak sabar menunggu kau menyapaku
itu semua karenamu.. :)

Kamis, 28 Februari 2013

Dulu aku sempat membencimu

kisah ini tentang aku dan calon suamiku. sebuah kisah yang membuatku sadar bahwa Tuhan bisa bikin apa yang gak mungkin jadi mungkin, dengan jalan-NYA yang gak pernah kepikiran sama kita.


Aku mengenal pacarku sudah sekitar 7 tahunan, tapi selama 7 tahun itu kita cuma temen gereja yang ketemu kalo pas latihan dan ibadah dan itu pun kadang-kadang cuma nyapa aja.


Masing-masing punya pacar dan setelah kenal 7 tahun itu uda ganti pacar beberapa kali sebelum akhirnya kita jalan bareng.

Dulu aku benciiiiiii banget sama dia !

Dia dulu pacaran sama sahabatku (mantan pacarnya), dan dia itu bikin sahabatku jatuh bangun patah hati, nyambung, diputusin lagi, dan seterusnya sampai sampai aku jadi ilang respect sama dia.

Anehnya hampir semua mantannya selama 7 tahun aku kenal sama dia, dari 4 mantan, 3 nya jadi sahabat aku. Mereka suka nyari aku buat curhat soal kejahatan dia yang cuek lah, main hati lah, dll. Namanya temen curhat ya dapetnya cerita buruk donk..

Dia dulu terkenal dengan sebutan "playboy kelas berat" di lingkungan gerejaku, bahkan dulu aku sempat mandang dia sebelah mata dan bilang 'nih orang masa depannya suram kayanya'.

Singkat cerita dia yang dulu cap "playboy" mulai berubahh dan bertobat pas ketemu sama mantannya nya sebelum aku. well, mantan yang udah almarhum sebenarnya.. :(



Ya, pacar terakhirnya ini meninggal disaat 1.5 bulan sebelum mereka menikah. Aku sahabatan baik sama almarhum, sampe dia uda minta aku jadi bridesmaid nya. dia suka cerita soal stress kerja, pusing urusin persiapan marriednya, dll. semua dia cerita sama aku. Terakhir dia sampe ajak aku buat nemenin dia fitting dress pengantin dan aku sampe tau duluan baju mana yang akhirnya dia putuskan mau pake sebelum yang lain tau bajunya yg mana, dan mungkin sampe sekarang cuma aku aja yg tau baju yg mana.. :(

doctor said "her body is there, but her soul isn't there anymore" 

aku sebagai sahabat syok banget, karna dia pergi gak ada pertanda, gak ngomong apa-apa, terakhir masih BBMan dia kirim foto jas yang bakal dipake buat weddidng, dan nanyain pendapatku. Pokoknya aku HANCURRRRRRR banget saat itu, cuma bisa nangis jerit dirumah sendiri.. kecewa sama Tuhan.

Terima gak terima kita harus ikhlasin, dan aku harus bisa terima kalo orang yang minggu lalu BBM-an sama aku, ketemu ketawa2 sama aku, gosip bareng, hari itu harus aku liat di rumah duka, di dalam peti gak bernyawa cuma merem ajaaaaa :(


Pokoknya semua planning indah yang udah dirancang sahabatku untuk married sama si cowok playboy itu hancur berantakan.

Selang beberapa bulan abis temenku meninggal, mantan calon suami sahabatku ini mulai aneh PDKT ke aku... tapi waktu itu aku gak kepikiran itu PDKT, kirain itu mah kesepian aja butuh temen.


kageeeettt!! kena petir rasanya apaaaan ini kok drama banget, apa kata alhmarhum sahabat aku?? apa kata orang??? pokoknya yang aku pikirin kata orang, kata orang, kata orang...

saat itu aku juga baru putus sana mantan pacarku. Abis putus, aku makin sering diberi perhatian sama pacarku sekarang alias mantan calon suaminya sahabatku... tapi aku gak berani. aku masih mikir2 ntar apa KATA ORANG..

Tentu saja dunia persilatan berguncang pas tau aku deket sama dia..
orang-orang bilang bego banget aku mau sama dia, padahal jelas-jelas udah tau gimana kelakuan pacarku dulu...


Ya dan gak cm itu aja, banyak lagi angin-angin badai yang dilalui.. gosip, omongan dibelakang, sampe2 ketemu poker face.
panjang kalo diceritain... yg jelas SAKIT...euuuwww kalo diinget jd kesell !!!



Nah sekarang semuanya sudah mereda, akhirnya yg ditakut-takutin gak terjadi. malah sekarang kita bersyukur bisa bareng..bukan karna relationship yang mulus, tapi karena seberat apapun masalahnya aku bersyukur kita masih bisa lewatin semuanya bersama. 

oh iya, beberapa temen bilang "mungkin almarhum skrg lebih tenang karena tau dia jalan sama aku, bukan sama cewe antah berantah yang gak dikenal".

Kalo tidak ada halangan, atas seijin Tuhan juga pastinya beberapa bulan lagi mau engaged terus taun depan mau marrieeeed.. doakan yahh teman2.. ^_^


Sekian.

***

Nb: 
ini cerita tentang relationship seorang teman. diceritakan dari sudut pandangnya..

Rabu, 27 Februari 2013

Saree for Wedding

namaste!
hallo, kembali lagii dengan yang berbau india-india-an, kali ini saya memposting saree-saree keren yang cantik untuk digunakan dalam pesta pernikahan ala india..

pesta ala india ini unik, loh.. masih jarang orang di indonesia ini menyelenggarakan pesta pernikahan dengan konsep ala negeri mahatma gandhi. selain itu saree india juga memiliki warna yang 'ngejreng' dan dengan detil yang unik.. dari pada kelamaan, yuk disimak pakaian-pakaiannya.. :)

































sekian postingan saya kali ini.. semoga dapat memberikan inspirasi bagi teman-teman yang ingin melangsungkan pesta pernikahan ala india..

jika ingin menemukan model lain, silakan googling atau kunjungi toko-toko india terdekat di kota anda.. :D

cheers,

Silfana