Sesatnya hati
Bagai tertusuk belati
Menyiram bara jadi api
Tinggalkan sendiri sepi
Menghantam bumi
Bungga engan bersemi
Kau tersenyum berseri
Aku harus memegang duri
Kau tak punya keyakinan
Tentang kisah kesetiaan
Kuhempas rasa hingga berterbangan
Kubuka lembaran baru kehidupan
Sabtu, 23 Februari 2013
sajak hujan 1
Aku cemburu pada tetes air hujan
yang datang membasahi malam..
Meskipun terjatuh dari awan yang tinggi,
tetapi mereka tak pernah sendiri..
yang datang membasahi malam..
Meskipun terjatuh dari awan yang tinggi,
tetapi mereka tak pernah sendiri..
sajak malam 2
Merindu dan candu
Tak lepas dan tak bebas dari rasa
Bertemu bukanlah sebuah jawaban
Dirindu, itu yang aku mau darimu
Tak lepas dan tak bebas dari rasa
Bertemu bukanlah sebuah jawaban
Dirindu, itu yang aku mau darimu
sajak malam 1
Aku selalu bepikir
Bahwa mana mungkin
aku begitu saja bisa tersingkir
Dari jejak hidupnya
Yang telah kuberi warna
Bagaimana mungkin
Semua rasa bisa terhembus begitu saja oleh angin
Yang telah mencengkeram kenangan demikian dalam
Hingga mimpi pun tidaklah perlu menunggu malam
Aku tahu aku bisa
Berhenti sekarang juga
Aku hanya tak mampu
Berdiri tanpa kau peluk aku
Bahwa mana mungkin
aku begitu saja bisa tersingkir
Dari jejak hidupnya
Yang telah kuberi warna
Bagaimana mungkin
Semua rasa bisa terhembus begitu saja oleh angin
Yang telah mencengkeram kenangan demikian dalam
Hingga mimpi pun tidaklah perlu menunggu malam
Aku tahu aku bisa
Berhenti sekarang juga
Aku hanya tak mampu
Berdiri tanpa kau peluk aku
hanya mau tahu apa kau cinta aku atau tidak
hai pria bermata elang
yang kehadirannya selalu ku damba
apa aku terlalu malang
untuk sekedar memiliki rasa
tak tahu apa kau baik atau tidak
tak mau tahu apa kau kaya atau tidak
tak tahu apa kau tampan atau tidak
hanya mau tahu apa kau cinta aku atau tidak
yang kehadirannya selalu ku damba
apa aku terlalu malang
untuk sekedar memiliki rasa
tak tahu apa kau baik atau tidak
tak mau tahu apa kau kaya atau tidak
tak tahu apa kau tampan atau tidak
hanya mau tahu apa kau cinta aku atau tidak
JT 306
jika rasa itu memang milik kita berdua
tunggu aku di kota itu..
tunggu aku di kota itu..
tunggu aku di kota itu..
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Terminal B, pukul 12.07
JT 306
tunggu aku di kota itu..
tunggu aku di kota itu..
tunggu aku di kota itu..
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Terminal B, pukul 12.07
JT 306
puisi malam 1
wahai malam penyeranta serta penutup cakrawala duniaku, pembuka lebar pintu rezekiku esok, pembaik akhlak dan kesetiaanku setiap waktu, yang tak luput untuk tetap dianugerahkan kerendahan hati atas segala bencana, musibah dan rezeki yang baik....
tutuplah mataku dengan alunan angin, doa pengantar tidur dan hujanmu. biarkan aku terbangun menyambut esok gema subuh dengan penuh keyakinan, harapan, bahwa pagiku akan lebih baik dan bermakna ketimbang yg memejamkan mata.
basahilah setiap lekuk tulang pipiku dengan hembusan embun sejuk dan wudhu-mu serta bulir air mata seraya duduk bersimpuh dan menengadahkan tangan memohon ampun atas segala khilaf dan dosa yang pernah menyakiti hati lembut orang lain.
dan Engkau anugerahkan ribuan malaikat yang membawa doaku menuju Arsy. lalu engkau turunkan kebaikan2 yang sejatinya kuperlukan untuk menutup dalamnya penyesalan dan pengkhianatan kesetiaan...
lalu Engkau tumbuhkan yang telah mati, dan Engkau sambungkan yang telah patah sebagaimana engkau pertemukan tulang didalam rongga2 tubuhku..
tutuplah mataku dengan alunan angin, doa pengantar tidur dan hujanmu. biarkan aku terbangun menyambut esok gema subuh dengan penuh keyakinan, harapan, bahwa pagiku akan lebih baik dan bermakna ketimbang yg memejamkan mata.
basahilah setiap lekuk tulang pipiku dengan hembusan embun sejuk dan wudhu-mu serta bulir air mata seraya duduk bersimpuh dan menengadahkan tangan memohon ampun atas segala khilaf dan dosa yang pernah menyakiti hati lembut orang lain.
dan Engkau anugerahkan ribuan malaikat yang membawa doaku menuju Arsy. lalu engkau turunkan kebaikan2 yang sejatinya kuperlukan untuk menutup dalamnya penyesalan dan pengkhianatan kesetiaan...
lalu Engkau tumbuhkan yang telah mati, dan Engkau sambungkan yang telah patah sebagaimana engkau pertemukan tulang didalam rongga2 tubuhku..
Langganan:
Postingan (Atom)